Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Cerita Prof. MH Rasjidi Dikeroyok Orientalis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2021 16:47 4:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2021 16:34
Bagikan
HM Rasjidi
Bagikan

Hidayatullah.com | BANGSA Indonesia mengenal nama Prof Dr HM Rasjidi. Terkait nama ini ada sebuah kisah menariknya. Saat menjadi dosen di McGill University,  ia pernah disidang dalam kampus  dan dijadikan semacam terdakwah hanya karena mendebat orientalis kenamaan yaitu Yoseph Schacht.

Alkisah, ketika Prof. Schacht, ahli hukum Islam kaliber internasional, memberi ceramah di McGill, ia menyamakan hukum Islam dengan hukum Arab jahiliyah. Menurutnya hukum yang digunakan pada masa jahiliyah adalah “arbitrage” karena tidak ada hukum tertulis.

Nabi pun juga demikian, menurutnya Schacht, meski beliau memiliki kekuasaan politik dan militer, selalu bertindak sebagai arbitre (penengah). Konsekuensinya, pada zaman Nabi tidak ada hukum. Hukum baru dibuat sejak masa khalifah, sehinga Nabi dianggap tidak pernah mendirikan negara, yang ada hanya kekuasaan agama.

Mendengar statemen tersebut, para guru besar tampak mengamini, puas dan bangga. Sementara itu, para mahasiswa yang kebanyakan muslim terlihat gelisah. Mau bantah pun segan karena kebesaran sang orientalis tersebut.

Baca: HM Rasjidi: Semua Agama Tidak Sama

Lain halnya sikap Prof. Dr Rasjidi. Pada momen itu, ia justru berani mendebat dan mengkritisi pendapat Schacht yang dianggapnya keliru. Rasjidi mengatakan bahwa orientalis ini salah dalam memahami bahasa Arab. Kata hakama dan qadha (memutuskan) dalam al-Qur`an adalah sinonim.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Rupanya, kritik Rasjidi membuat pihak elit kampus kebakaran jenggot. Pada waktu itu, Direktur Institute W.C. Smith sampai meliburkan aktivitas kampus selama satu hari untuk menyidang Prof. Rasjidi.

Tujuannya adalah untuk melangsungkan debat dengan Schacht. Tindakan Rasjidi dianggap subversif dan merongrong wibawah orientalis.

Saat diberi kesempatan untuk membela diri, disampaikanlah argumentasi ilmiah bahwa setelah mendapat wahyu, Nabi Muhammad ﷺ tidak mungkin menggunakan hukum jahiliyah. Arbitrage hanya digunakan ketika tidak ada teks hukum Al-Qur`an. Ia juga mengulang penjelasan bahwa kata hakama dan qadha adalah sinonim.

Baca: “Mengenang 90 Tahun Prof. HM Rasjidi” (1)

Waktu itu, hampir sembilan puluh sembilan persen para staf dan dosen membela Schacht. Seolah-oleh Rasjidi sedang menjadi terdakwah. Tapi, Ia tetap memberi penjelasan dan tak lupa bertawakkal kepada Allah.

Dalam kondisi terpojok seperti itu,  tiba-tiba ada profesor dari Jepang yang bernama Izutzu memecahkan suasana tegang itu dengan ungkapan, “Yang benar adalah Prof. Rasjidi.”  Guru-guru besar orang Barat merasa tidak mampu mendebat penjelasannya. Kisah ini bisa dibaca dalam buku “70 Tahun Prof. Dr. Rasjidi” (1985: 62-64) atau kisahnya sendiri dalam buku “Releksi Pembaharuan Pemikiran Islam. 70 Tahun Harun Nasution.” (1989: 266, 267).

Baca: Membandingkan Pemikiran Harun Nasution dan HM Rasjidi di IAIN

Tak Silau Barat

Peristiwa ini memberikan pelajaran luar biasa kepada umat Islam –terutama para pemuda yang sedang menuntut ilmu– agar tak gampang silau dengan pemikiran Barat atau apapun yang terkesan ilmiah. Sekelas orientalis pun, ternyata tidak bisa netral secara ilmiah. Mereka bahkan banyak juga yang mengkultuskan dan fanatik kepada mereka walaupun sebenarnya pemikirannya keliru.

Pegang erat budaya ilmiah, dan itu sangat diajarkan dalam Islam. Tapi, bukan berarti, hanya karena terkesima dengan pandangan orientalis, lalu menjadi muqallid dan pembeo mereka, bahkan kehilangan sikap kritis. Dalam istilah Jawa ada ungkapan “Ojo gumunan, Ojo kagetan” (janga gampang heran, jangan gampang kaget).

Kita bisa meniru Prof. Rasjidi. Meski pernah nyantri di Universitas ternama di Barat, dan diajar langung oleh orientalis, tetapi tetap memegang tegus keislamannya, dengan tanpa kehilangan budaya ilmiah dan kekritisan. Dengan percaya diri tinggi, dan ilmu mumpuni, beliau meluruskan kekeliruan orientalis.

Sosok yang memiliki keilmuan Islam kuat serta wawasan pemkiran Barat yang luas seperti beliau sangat layak diteladani di tengah banyaknya pemuda Islam yang gampang latah dengan pemikiran asing yang kadang malah menghancurkan Islam dari dalam. Tirulah Prof. Rasjid! Meski belajar ke Barat, tapi tidak kebarat-baratan dan kehilangan budaya Timurnya.

Semoga kita tidak masuk dalam kategori yang disabdakan Nabi berikut ini:

«لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ» ، قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ: اليَهُودَ، وَالنَّصَارَى قَالَ: «فَمَنْ»

“Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka manempuh (masuk) ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Bukhari).*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arbiterbaratorientalisProf HM RasjidiYoseph Schacht
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sindir Perpres Ektremisme, Tengku Zulkarnain: Dulu Pejuang Kemerdekaan Disebut Ektremis oleh Penjajah
Tulisan selanjutnya Tiga Kelompok Muslim Prancis Menolak ‘Piagam Prinsip Islam’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?