Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Pemikiran dan Perjuangan Mr. Mohammad Roem: Ujung Tombak Diplomasi Perjuangan RI (3)

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 10 Februari 2021 10:09 10:09 am
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 26 Januari 2021 15:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Beban pikiran dan advokasi hukum yang diemban Mohamad Roem mampu memilah mana kepentingan umum mana pribadi. Kejernihannya memegang prinsip menjadi karakter pada dirinya.

Di saat teman-temannya di Partai Masyumi pada masuk dalam perjuangan PRRI, Roem mencatat sekali lagi ikut sertanya Burhanuddin dan kemudian M Natsir dalam PRRI tidak pernah dibicarakan sebelumnya dengan teman-temannya yang akrab sekalipun.

Menurut Mohammad Natsir, keikutsertaannya dalam perjuagan PRRI tidak melibatkan tokoh-tokoh Masyumi seperti Prawoto Mangskusasmito dan Mohamad Roem. Ini memperkuat pembuktian bahwa Masyumi tidak pernah memberontak. Dengan tidak melibatkan Prawoto Mangskusasmito dan Mohamad Roem, telah menempatkan diri mereka murni untuk menuntut keadilan lewat peradilan yang sah, untuk nama baik Masyumi dan pengikutnya.

Selanjutnya Prawoto Mangkusasmito (Ketua Masyumi saat itu) sebagai warga negara Indonesia mengajukan gugatan terhadap pemerintah RI pada masa rezim Soekarno melalui Pengadilan Tinggi Istimewa. Ini dilakukan Prawoto saat Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan RI No. 200 Tahu 1960 tertanggal 17 Agustus 1960 yang menetapkan membubarkan partai politik Masyumi termasuk bagian-bagian/cabang-cabang/ranting-rantingnya di seluruh wilayah negera RI. Menariknya, gugatan itu dilakukan oleh kuasa penggugat, Mohamad Roem.

Sayang sampai saat ini proses hukum yang ditempuh  lewat pengadilan yang sah dengan prosedur yang sah tidak memperoleh saluran yang diharapkan. Pengadilan Negeri Jakarta menyatakan tidak berwenang untuk menyidangkan perkara gugatan tersebut. Selanjutnya, Roem mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi di Jakarta.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Mohammad Roem akhirnya memikul beban kewajiabn harus membela partainya sendiri di hadapan meja peradilan terhadap suatu rezim yan melanggar hukum. Itu hakekatnya dia juga membela nasib umat yang berjuang bersama-sama di dalam partai tersebut untuk memperoleh keadilan, mendapatkan hak-hak mereka.

Hal yang sama ditunjukkan oleh Mohamad Roem saat terpilih sebagai ketua umum Partai Muslimin di Malang pada 7 Nopember 1968. Kala itu,  rezim saat itu tidak menghendaki apabila kepemimpinan partai ini dipegang oleh Roem, melalui sepucuk surat yang diterimanya dari Jenderal Alamsyah Ratuprawiranegara kepada panitia muktamar saat itu.

Di saat itu pula menyatakan bahwa tidak baik kalau mengambil sikap konfrontasi dengan pemerintah. Sebab walaupun hal itu bertentangan dengan hak azasi (HAM), Partai Muslimin  tidak menghendaki permusuhan dengan penguasa. Saat itulah Roem akhirnya berusaha menampilkan anak-anak muda yang tergabung dalam GPII untuk jadi pimpinan teras di Partai Muslimin Indonesia. */Akbar Muzakki

  •  Bahan dikutip dari buku Mohamad Roem 70 Tahun Pejuang Perunding, Jakarta, Bulan Bintang, 1978

 

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diplomasimasyumiMohammad RoemPerjuangan Kemerdekaan Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Kerusuhan, Aksi Protes Jam Malam Covid-19 Belum Surut di Belanda
Tulisan selanjutnya Menag Kunjungi PBNU Sampaikan Pesan Jokowi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Berita
25 Juni 2026 17:32
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa
Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?