Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kisah ‘Napoleon Masyumi’ dan Terali Besi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2019 16:00 4:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Agustus 2019 16:00
Bagikan
KH. Isa Anshary jatuh sakit. Kondisi cukup parah, namun masih dihadapkan dengan brirokasi penjara yang rumit
Bagikan

Hidayatullah.com |Dalam buku “Kenang-Kenangan di Belakang Terali Besi di Zaman Orla” (1967: 68), dikisahkan oleh Yunan Nasution penderitaan rekan setahanannya yang dikenal dengan sebutan “Napoleon Masyumi”.

Beliau seorang kiai, ulama, penulis dan orator ulung. Di dunia pergerakan, beliau juga dikenal sebagai “Singa Podium”. Beliau adalah salah satu murid A. Hassan yang cukup kondang di jagad pergerakan Nasional, yaitu: Isa Anshary.

Sebelum, menceritakan lebih jauh. Kenapa beliau digelari “Napoleon Masyumi”? Dalam buku “Ulama-ulama oposan: Syaik Haji Rasul, Ustadz Ahmad Hassan, K.H. Zainal Mustofa, K.H. Isa Anshary” (2000: 144), disebutkan bahwa beliau dijuluki demikian karena tubuhnya kecil. Meski kecil beliau pada zamannya dikenal sebagai agitator ulung.

Kita kembali pada kisah Yunan Nasution derita KH. Isa Anshary di jeruji besi. Kisahnya demikian. Pada umumnya, saat dipenjara di Jakarta, para tahanan politik waktu itu diperlakukan sebagaimana tahanan biasa. Fasilitas yang diberikan tidak jauh beda dengan tahanan kriminal.

Tak terkecuali dalam fasilitas kesehatan yang disediakan cukup terbatas. Pernah suatu sore KH. Isa Anshary jatuh sakit. Kondisi cukup parah, namun masih dihadapkan dengan brirokasi penjara yang rumit, harus ada surat dokter yang ditunjuk untuk itu.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Ternyata, dokter yang bersangkutan sedang berada di luar RTM, sejauh 2 kilometer (sekitar Kebon Sirih). Akhirnya, KH. Isa ditandu oleh petugas ke tempat itu. Malangnya, hingga malam dokter yang ditunggu tak juga datang. Akhirnya, jam sepuluh malam, beliau dibawa kembali ke RTM.

Bayangkan, kondisi sakit parah dan perlu segera mendapat perawatan yang lekas, malah mendapatkan pelayanan demikian. Anda bisa merasakan betapa susahnya yang beliau hadapi kala itu. Beliaupun baru bisa dirawat esok harinya.

Bukan hanya di Madiun, KH. Isa Anshary pernah masuk terali besi. Dalam buku karya beliau berjudul “Mujahid Dakwah” (1979: 312-313), ketika membahas riwayat singkat beliau, disebutkan bahwa Sang Napolen Masyumi pernah masuk penjara berulang-ulang.

Pada zaman Belanda, beliau pernah masuk penjara selama dua tahun; pada zaman Fasis Jepang pernah dipenjara selama satu bulan oleh Kenpetai; pada zaman Federal pernah ditahan selama 2 bulan; pada zaman Negara Kesatuan pernah dipenjara oleh Pemerintah Sukiman selama 1 bulan dan yang terakhir –sebagaimana diceritakan dalam tulisan ini—pernah dipenjara selama 4 setengah tahun oleh Rezim Orla.

Apa beliau, Sang Napoleon Masyumi, gentar dengan ujian ini? Sama sekali tidak. Beliau tetap konsisten berjuang hingga dipanggil Allah ke alam baka.

Seorang ulama gigih dari Persis-Masyumi yang konsis berdakwah dalam medan lisan dan tulisan. Dari beliau, umat bisa mengambil pelajaran penting. Keimanan seseorang, tidak akan dibiarkan sebatas wacana. Allah akan mungujinya dalam rimba kehidupan; sebagaimana orang-orang dahulu yang diuji-Nya.

Maha Benar Allah Ta’ala yang berfirman:

أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَأۡتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِكُمۖ مَّسَّتۡهُمُ ٱلۡبَأۡسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُواْ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصۡرُ ٱللَّهِۗ أَلَآ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ ٢١٤

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 214)

Pada ayat lain, disebutkan:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi.” (QS. Al-Ankabut [29]: 2)

Beliau telah melewati itu semua. Semoga amal dan perjuangannya diterima oleh Allah; ditempatkan di surga-Nya; dan perjuangannya dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KH Isa AnsharymasyumiNapoleon MasyumipenjaraZaman Orla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Hongaria Marah setelah Iklan Coca-Cola Tampilkan Pasangan Homo
Tulisan selanjutnya Mengunjungi Museum Sahabat Nabi di Tanah Suci

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?