Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Membangun Rasa Sepenanggungan di Dalam Masyarakat Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2017 16:04 4:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2017 16:04
Bagikan
ilustrasi: Mari bantu mereka agar kembali ke dalam fithrahnya
Bagikan

SEORANG muslim menyadari bahwa saudaranya sesama muslim tidak boleh dizalimi, dibiarkan, atau ditinggalkan begitu saja. Dia sadar, tidak dikatakan beriman bagi mereka yang tidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Juga tidak dikatakan beriman apabila ia kenyang sementara tetangganya kelaparan, padahal dia tahu. Dia menyadari bahwa dalam bersaudara harus seperti satu tubuh, satu cita-cita, dan sepenanggungan.

Seorang muslim, jika sudah timbul rasa ukhuwah di dalam dirinya, maka segenap tubuhnya akan terdorong untuk mewujudkan sifat tolong-menolong, sepenanggungan, saling menyayangi, dan mengutamakan saudaranya terhadap orang yang terikat dengan ukhuwah islamiyah dan seakidah, terutama jika mereka memerlukan bantuan. Orang yang berukhuwah akan menyenangkan mereka yang kesusahan, menolong mereka yang ditimpa musibah, dan menjamin kaum lemah dan fakir miskin.

Itulah hak-hak ukhuwah yang paling luas dan merupakan salah satu konsekuensi syahadatain yang paling menonjol. Contoh historis tersebut menunjukkan bahwa setiap muslim menyadari hak ukhuwah dan bangkit dengan rasa tanggung jawab, menjamin orang yang perlu mendapat jaminan, mencintai, mempersaudarakan, menyayangi sesama saudara tanpa menyebut-nyebut kebaikannya. Tidak menyakiti, tidak merasa lebih tinggi, dan tidak merasa hebat.

Terhapusnya kefakiran dan terhentinya kejahatan dalam masyarakat Islam disebabkan hilangnya sumber dan penyebab kefakiran dan kejahatan. Ini suatu aksiomatika. Sejarah telah membuktikan, masyarakat yang menerapkan syariat Islam, memegang teguh ukhuwah islamiyah, dan berasaskan takwa kepada Allah, akan mampu melenyapkan kefakiran, menyebarkan rasa cinta, tolong-menolong, saling menjamin, menyayangi, membentuk satu barisan yang rapi, tegar menghadapi musuh, berhasil mencetak kemenangan, kekuatan, dan kehebatan dalam berhadapan dengan bangsa-bangsa lain di muka bumi ini. Hal ini terjadi karena Islam menata bangunan ukhuwah, menancapkan tiang-tiang mahabbah ‘kecintaan’, memantapkan prinsip saling sepenanggungan, memperdalam makna kasih sayang, dan mengutamakan sesama saudara.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Itulah hasil terpenting yang dipetik umat Islam dalam naungan ukhuwah islamiyah yang dilandasi niat ikhlas dan di bawah syiar akidah Rabbaniyah yang terpimpin. Dengan naungan ukhuwah, pemuda Islam dapat menciptakan kesatuan Islam yang tak tergoyahkan, menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, membangkitkan peradaban Islam yang indah dan damai, memperoleh hubungan antara negara Islam, dan mengibarkan bendera Laa ilaha illallah, Muhammad Rasulullah di muka bumi.

Oleh karena itu, pereratlah tali ukhuwah islamiyah, agar umat Islam dapat mewujudkan kesatuan umat yang menyeluruh, menyebarkan agama Allah yang abadi ke pelosok dunia, menyinari dunia dengan petunjuk, dan menyemarakkannya dengan peradaban Islam yang cemerlang dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam sebenarnya.

Betapa perlunya masyarakat memiliki pribadi-pribadi mukmin yang saling menyayangi dan saling mencintai. Juga saling setia, jujur, dan ikhlas, yang dalam dirinya tertanam makna cinta yang hakiki. Semua itu bertujuan untuk mengembalikan kedaulatan Islam yang telah hilang dan kemenangan yang tertunda. Bagi Allah tidak ada yang sukar untuk mewujudkannya.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Persaudaraan Islam, penulis: Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:saling menyayangisepenanggungan dalam Islamtolong-menolongukhuwah Islamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kebebasan seksual lgbt YLBHI dkk Sayangkan, Ingin Jadi Pihak Terkait Sidang Perppu Ormas Ditolak MK
Tulisan selanjutnya Calon Mahasiswa Universitas Islam Madinah Dipesankan agar Menjaga Ukhuwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?