Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Menjaga Mata

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2018 09:00 9:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2018 09:00
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

MATA diciptakan untuk membimbingmu dalam kegelapan, mencukupi kebutuhanmu, serta melihat kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam penciptaan bumi, langit, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya. Semua ini agar engkau mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia dihidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya. Dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. al-Baqarah: 164).

Oleh karena itu, jagalah matamu dari empat perkara:

Pertama, memandang wanita yang bukan mahram. Janganlah engkau memandang atau menikmati setiap lekuk tubuh wanita (termasuk mata, rambut, dan kuku) yang bukan mahrammu dengan pandangan penuh syahwat. Apabila mereka berpakaian (menutup aurat) maka tidak apa-apa bagimu untuk memandangnya. Namun, jika tampak lekuk tubuhnya, janganlah engkau memandangnya, berdasarkan sabda Rasulullah:

“Barang siapa memperhatikan bagian belakang tubuh wanita dari balik pakaiannya sampai tampak jelas lekuk tubuhnya maka ia tidak akan mencium harumnya surga.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Selain itu, jangan pula memandang aurat wanita, walaupun ia mahrammu. Akan tetapi, jika engkau memandangnya sekilas secara tidak sengaja dan untuk pertama kalinya, maka tidak ada dosa bagimu. Lain halnya jika engkau mengulangi pandanganmu maka pandangan kedua ini berdosa.

Kedua, memandang bentuk rupa (atau gambar) yang elok dan rupawan meskipun tanpa syahwat. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, suatu kaum pernah datang kepada Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, sedangkan di antara mereka terdapat seorang pemuda tampan yang mulus wajahnya, maka Rasulullah mendudukkannya di belakang punggungnya. Kemudian beliau bersabda, ”Sesungguhnya fitnah yang menimpa Daud disebabkan dari pandangan.” Pandangan di sini berarti zinanya mata.

Ketiga, memandang seorang muslim dengan pandangan menghina.

Keempat, memandang seorang muslim untuk mencari aib dan kekurangannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin supaya mereka menjaga pandangan mereka.” (QS. an-Nur: 30).

Dalam masalah ini, seorang penyair melantunkan puisi dengan pola al-Bahr al-Basith:

Semua kecelakaan diawali dari pandangan api yang besar disebabkan percikannya yang kecil selama manusia mempunyai mata yang digerakkan di antara mata-mata yang lentik
Ia berada dalam bahaya berapa banyak pandangan berbekas dalam hati pemiliknya , seperti panah tanpa busur dan tanpa tali matanya merasa senang dengan yang membahayakan hatinya, padahal tiada kebaikan bagi kesenangan yang menimbulkan bahaya.

Penyair lain berkata:

Apabila seseorang itu berakal dan bersikap wara’, sikap wara’nya akan mencegahnya dari mengurusi aib orang lain seperti orang sakit parah
rasa sakitnya akan mencegahnya dari mengurusi penyakit orang lain.*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Maraqi Al-Ubudiyyah. Penulis: Syeikh Nawawi Al-Bantani.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:memandang yang bukan mahrammenjaga pandangan matapandangan menghina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Jamaah Umrah Lantunkan Syair, Dubes Saudi: itu Tak Pantas
Tulisan selanjutnya ‘MCA Asli Membela Islam tanpa Ujaran Kebencian’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?