Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bertakwalah dalam Segala Kondisi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2018 13:28 1:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2018 13:28
Bagikan
Ilustrasi/Orang yang bertakwa senantiasa berhati-hati dalam menerima pemberian apa pun.
Bagikan

TAKWA dan sikap kehati-hatian bisa memiliki muara yang sama. Ini terungkap dalam percakapan antara Umar bin Khathab dan Ubay bin Ka’ab. Ketika itu Ubay bertanya kepada Umar tentang makna takwa. Khalifah kedua ini malah balik bertanya, “ Pernahkah engkau berjalan di tempat yang penuh duri?”

Ubay bin Ka’ab menjawab, “Ya pernah.” “Apakah yang engkau lakukan?” tanya Umar kembali.

“Tentu aku sangat berhati-hati melewatinya!” jawab Ubay bin Ka’ab. “Itulah yang dinamakan takwa,” tegas Umar.

Jadi orang bertakwa adalah orang yang berhati-hati dalam bertindak. Semua yang dilakukannya penuh perhitungan.

Pemahaman, emosi, dan gerak fisiknya benar-benar dipandu aturan Ilahi agar seiring sejalan. Sebagai contoh mereka tidak mau menerima uang kecuali uang tersebut didapat dengan cara yang diridhahi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Mereka tidak mau makan kecuali makanan tersebut terjamin kehalalannya, baik zatnya atau cara mendapatkannya. Mereka tidak mau berbicara, kecuali pembicaraannya benar dan tidak menyakiti.

Mereka tidak berdua-dua dengan lawan jenis, kecuali yang telah dihalalkan Allah. Mereka tidak mau berbisnis, kecuali bisnis yang tidak merugikan orang banyak, barang yang dijual terjamin kehalalannya, tidak melanggar undang-undang, dan tidak tersentuh unsur riba.

Intinya, dalam hal apa pun, orang bertakwa selalu menyertakan sikap hati-hati yang bersumber dari rasa takut melanggar aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Orang bertakwa adalah orang yang proaktif. Ia mampu memanfaatkan ruang antara stimulus (rangsangan) dan respons (tindakan) untuk berpikir sesuai prinsip. Sederhananya, orang bertakwa itu selalu melibatkan pikiran dalam setiap tindakannya, sehingga semua yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Semuanya didasarkan pada prinsip-prinsip yang telah digariskan Yang Mahakuasa.

Saat seorang pejabat publik menerima cek sebesar dua puluh juta rupiah misalnya, ini stimulus atau rangsangan? Apa respon pejabat ini? Kalau ia orang bertakwa, ia tidak akan menerima cek tersebut begitu saja. Ia akan bertanya, “Ini uang dari siapa? Untuk apa? Apakah sesuai dengan prosedur yang dibenarkan? Apakah terjamin kehalalannya? Apakah tidak menyalahi nilai-nilai kejujuran yang dicontohkan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam?“, dan sebagainya.

Kalau memang uang tersebut benar-benar haknya, terjamin kehalalannya, dan benar proses pendapatannya, ia akan menerima dengan penuh syukur. Namun jika tidak, ia akan menolak apa pun konsekuensinya. Itulah respons yang didahului proses “berhenti sejenak” untuk berpikir dan menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip Ilahi.

Dalam hal apa pun, tidak hanya berkaitan dengan uang, ucapannya benar-benar terkendali dan penuh kehati-hatian. Sesungguhnya, sikap seperti ini akan menjamin keselamatan seseorang di dunia dan akhirat, juga akan mengundang datangnya pertolongan Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Bahwa siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Siapa yang bertakwakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan baginya dalam urusannya. Dan siapa pun bertakwa kepada Allah nicaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.“ (QS. ath-Thalaaq: 2-5).*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Haram Bikin Seram. Penulis buku: Tauhid Nur Azhar.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berbicara baikbertakwamakanan halalsikap hati-hati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belajar Menulis Produktif dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Tulisan selanjutnya Ketum MUI: Bercadar Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?