Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Surah Al-Ikhlas Menyebutkan Empat Keesaaan Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Februari 2018 16:39 4:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2018 16:39
Bagikan
Ilustasi
Bagikan

TERDAPAT empat keesaan Allah dalam kandungan Surah al-Ikhlas. Yakni, pertama, keesaan tentang Dzat-Nya. Kedua, keesaan tentang segala perbuatan-Nya. Ketiga, keesaan tentang segala sifat-Nya. Keempat, keesaan tentang segala macam peribadatan.

Keempat keesaan Allah tersebut tercakup secara ringkas dalam Surah al-Ikhlas, khususnya dalam ayat pertama yang menegaskan: Qul huwallahu ahad (Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa).

Makna Esa dalam ayat tersebut terambil dari lafazh “wahda” mempunyai makna “kesatuan.” Makna kesatuan ini bukan berarti bilangan satu yang akan ada bilangan dua, tiga, dan seterusnya. Melainkan kesatuan bulat yang tidak ada sesuatu yang dapat menambah pada bilangan dua atau tiga, dan seterusnya.

Kesatuan di sini adalah na’at (sifat) dari kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang berkedudukan sebagai nama. Jika kesatuan di sini sebagai na’at, maka Esa ini hanya digunakan untuk Allah yang memiliki kekuasaan mutlak, tanpa ada sekutu yang dapat mengimbangi-Nya.

Menurut pendapat dari seorang penafsir sekaligus pakar tasawuf, yakni Abu as-Su’ud, bahwa dalam Surah al-Ikhlas menempatkan kata huwa untuk menunjukkan kepada Allah. Padahal sebelumnya kata huwa yang menunjukkan kepada-Nya tidak pernah disebut dalam al-Qur’an, kecuali dalam Surah al-Ikhlas. Hal ini tentu agar memberikan kesan bahwa Dia Yang Maha Kuasa itu sedemikian terkenal dan nyata, sehingga hadir dalam benak setiap hamba yang mengimani-Nya.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kata huwa tersebut tertuju hanya kepada “Ahad” yang berarti Allah. Dalam makna ahad di sini menunjukkan sifat yang memiliki “kesatuan mutlak”, yakni Allah semata, dan tidak ada sesuatu yang selain-Nya.

Keesaan empat macam dari Allah tersebut adalah satu kesatuan yang abadi, yang tidak akan pernah berubah oleh pengertian atau pertimbangan apa pun. Di samping itu, keesaan-Nya sungguh tidak ada campur tangan dari unsur lain yang meliputi-Nya.

Dia Maha Esa merupakan kesatuan yang utuh dan abadi. Dari kesatuan yang abadi tersebut meliputi sifat-sifat keperkasaan-Nya. Inilah Tuhan yang dalam Surah al-Ikhlas disebutkan mempunyai sifat yang “Abadi”.*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Bacalah Al-Ikhlas Maka Pilihlah Pintu Surgamu. Penulis: Muhammad Makhdlori

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahadhuwakeesaan Allahkesatuan abadi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Myanmar Ratakan Kuburan Massal Rohingya untuk ‘Hilangkan Bukti Pembantaian’
Tulisan selanjutnya Kapal Kemanusiaan untuk Palestina Resmi Diberangkatkan dari Surabaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Oman Serukan Rute Alternatif Pengiriman LNG Supaya Tidak Lewat Hormuz

Berita
19 September 2026 09:54
Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara
Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”

Terbaru

  • Ledakan Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
  • Dorong Tinggalkan Kebiasaan Scrolling, Singapura Beri Imbalan Warganya yang Baca Buku
  • Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza
  • Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang
  • Oman Serukan Rute Alternatif Pengiriman LNG Supaya Tidak Lewat Hormuz
  • Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS
  • Saat Harga BBM Naik, Qatar Salurkan 1,3 Juta Liter Bahan Bakar untuk Gaza
  • MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
  • Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi
  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?