Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Sederhanalah Bicara Cinta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Januari 2014 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Januari 2014 10:25
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

MARI sejenak kita renungi do’a bangun tidur seraya menghayati artinya:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

“Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kami dibangkitkan.” (HR. Bukhari & Muslim).

Tidak ada dzat yang membinasakan dan sekaligus menghidupkan kecuali Allah Ta’ala. Kepada-Nya kita memuji dengan pujian yang sempurna. Ada yang patut kita renungkan dari do’a yang dituntunkan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita menyadari sepenuhnya makna ucapan itu dan konsekuensinya. Kesadaran (bukan cuma mengetahui & memahami) bahwa tidak ada yang menghidupkan & sekaligus membinasakan (mematikan) selain Allah Ta’ala.

Ada hal-hal yang dapat membinasakan (dengan seizin Allah Ta’ala), tapi ia tak sekaligus menghidupkan.

Perhatikan ini. Menganggap ada dan meyakini ada sesuatu selain Allah Ta’ala yang bergabung padanya dua sifat sekaligus, yakni mematikan dan menghidupkan, dapat menggelincirkan seseorang untuk menjadi pemujanya. Atau ia menggelincirkan orang lain sebagai pemujanya yang militan.

Adakalanya orang yang mendengar atau membaca suatu perkataan lebih teguh memegangj, lebih kuat meyakini dan lebih sungguh-sungguh menjalani. Maka berhati-hatilah dalam bertutur dan takarlah ucapan sebelum menyebar, adakah ia meneguhkan, menyelisihi ataukah menolak kebenaran.

Tidak ada satu pun yang membinasakan dan sekaligus menghidupkan selain Allah Ta’ala semata. Tidak kedermawanan, tidak pula cinta. Cinta dapat membinasakan, tapi ia tak menghidupkan. Kebinasaan terbesar adalah petaka di akhirat bagi pemuja cinta.

Adakalanya seseorang berkata yang menyelisihi kebenaran dengan penjelasan yang tak menolak prinsip agama ini. Tapi ini tetaplah bahaya. Ini juga menyelisihi tradisi para ulama. Di antara bahayanya adalah: mad’uw (orang yang menjadi sasaran dakwah) hanya mendengar perkataan keliru itu tanpa penjelasannya.

Bermula dari satu kalimat yang salah, seseorang dapat berlebihan dalam memandang dan menempatkan cinta sehingga ia mengagung-agungkan. Ia menganggap cinta itu suci. Padahal tidaklah cinta itu membawa keselamatan, kecuali jika ia tunduk kepada aturan syari’at. Andaikata cinta itu suci, maka tak ada orang yang celaka di akhirat dengan kecelakaan yang sangat gara-gara cinta.

Di antara orang-orang musyrik juga ada yang mencintai Allah Ta’ala. Ini dapat kita baca dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 165. Mereka mencintai sesembahan selain Allah sebagaimana mereka mencintai Allah Ta’ala. ﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬُﻢْ ﻛَﺤُﺐِّ ٱﻟﻠَّﻪ

Yang dimaksud sesembahan tidaklah selalu bermakna bersujud seraya melakukan ritual di hadapan seseorang sebagaimana kita shalat. Sesungguhnya di antara makna menyembah adalah mematuhi perkataan orang ‘alim yang nyata-nyata bertentangan dengan perintah Allah Ta’ala. Padahal ia mengetahui larangan tersebut dengan jelas. Begitu pula sebaliknya.

Mari sejenak kita renungi firman Allah subhanahu wa ta’ala:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah.” (QS. At-Taubah, 9: 31).

Apakah maknanya? Mari kita renungi sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam tentang menyembah orang ‘alim. Beliau berkata:

أَمَا إِنَّهُمْ لَمْ يَكُونُوا يَعْبُدُونَهُمْ وَلَكِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا أَحَلُّوا لَهُمْ شَيْئًا اسْتَحَلُّوهُ وَإِذَا حَرَّمُوا عَلَيْهِمْ شَيْئًا حَرَّمُوهُ

“Ingat, sesungguhnya mereka tidak menyembah mereka, tapi bila rahib-rahib mereka menghalalkan sesuatu, maka mereka menghalalkannya. Dan bila mengharamkan sesuatu, mereka mengharamkannya (Itulah bentuk penyembahan mereka terhadap rahib-rahib tersebut).” (HR. Tirmidzi).

Dan ketundukan total itu lahir dari besarnya kecintaan sehingga mengabaikan fakta bahwa perkataan ‘alim itu nyata kebathilannya. Ia memilih mengikuti karena kecintaannya. Bukan mengingatkan dan meluruskan. Ini sekaligus peringatan bahwa cinta itu harus terkendali.

Perbincangan ini hanyalah contoh bahwa tak ada yang membinasakan dan sekaligus menghidupkan kecuali Allah Ta’ala semata. Selain Allah Ta’ala, tak ada yang memiliki kuasa untuk melakukannya; tidak cinta, tidak pula harta. Juga, agar kita berhati-hati bicara. Indahnya perkataan, menyenangkan hati dan membuai rasa. Tapi ia harus ditegakkan di atas kebenaran. Benar dulu, baru indah.

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat bagi diriku sendiri, yang membaca, yang menyebarkan serta sahabatku para penulis dan pembicara. Semoga kita dapat menjadi pembuka kebaikan & penutup keburukan. Bukan sebaliknya, pembuka keburukan & penutup kebaikan.*

Twitter: Kupinang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Mesir Vonis 113 Pendukung Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya Aa Gym: “Saya Tujuh tahun “Dimandiin” sama Allah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?