Hidayatullah.com– Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), Baitul Maal Hidayatullah (BMH) secara bertahap menyalurkan distribusi bantuan Sahabat BMH sejak hari pertama Hinga memasuki pekan kedua pasca gempa bumi melanda Pidie Jaya.
“Alhamdulillah, di hari pertama tanggap darurat, BMH membuka dapur umum di SP.3 Meureudu, yang dilanjutkan dengan upaya assesmen terhadap dampak gempa, kemudian mendatangi titik konsentrasi pengungsi di Masjid At – Taqwa Meureudu guna menyalurkan paket kebutuhan ibu dan anak,” ungkap Ahmad Syakir selaku Koordinator Aksi Laznas BMH.
Beberapa hari selanjutnya, tepatnya pada hari keempat, Ketua Tim Relawan Laznas BMH bergerak ke daerah Deah Teumanah dan Tampui.
De lokasi tersebut, tim mendapatkan laporan dari penjaga logistik sembako bahwa mereka kekurangan stok untuk dapur umum dan air mineral. Hal tersebut langsung disikapi oleh BMH dengan mendirikan posko, tepat di titik pengungsian yang berada di sekitar komplek masjid Darul Ihsan Desa Deah Teumanah, Kecamatan Tringgading.
Dalam beberapa waktu berikutnya, pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan. Banyak anak-anak, orang tua mengalami beragam keluhan sakit.
“Hal tersebut langsung direspon dengan menurunkan tim medis dari IMS selama 2 hari yang juga di bantu oleh logistik obat-obatan dari PT.Kimia Farma Apotek setelah Tim Medis mereka (KFA),” papar Syakir. Aksi tersebut dilaksanakan di Deah Teumanah dan dan Desa Tampui.
Sisi lain, terutama aspek psikologis BMH juga telah memberikan pelayanan kepada para pengungsi.
“Karena sesungguhnya bantuan tidak hanya bersifat fisik namun juga bersifat non fisik, lebih condong kepada kepada perasaan was-was dan trauma, ini kita juga memberikan perhatiannya,” jelas Syakir.
Tepat pada hari ke 7 sampai ke 9 pasca gempa, Laznas BMH menyalurkan bantuan dengan pola home to home.
“Artinya ada tim yang melakukan assesmen di lokasi sebuah desa, melakukan dokumentasi kerusakan rumah, jumlah KK & keluarga. Setelah itu baru ada tim selanjutnya yang membelikan kebutuhan sembako bagi Korban yang bersangkutan,” ungkap Syakir.
Lebih jauh, Laznas BMH juga secara tidak langsung membangkitkan denyut nadi perekonomian masyarakat korban dengan adanya cash and carry, supply and demand di lokasi bencana Gempa.
“Gak apa-apa, agak mahal 2000 – 3000, yang penting kita turut membantu para pedagang di sini,” imbuh Ahmad Syakir.
Hingga saat ini, Laznas BMH masih berada di lokasi dengan Posko yang berlamat di Jalan Nasional Banda Aceh – Medan, Di samping lapangan bola Kecamatan Tringgading.
“Kedepan, upaya dari program jangka panjang BMH adalah mendirikan lembaga pendidikan Rumah Qur’an yang akan berfokus untuk menangani anak korban gempa bumi Pidie Jaya. Untuk itu, BMH siap bersinergi dengan berbagai pihak, untuk program jangka panjang ini, yang tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkas Syakir.*