Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Pembicaraan Damai Perang Suriah di Kazakhstan Belum Menunjukkan Perkembangan Positif

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2017 15:49 3:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2017 15:49
Bagikan
Pembicaraan Damai Perang Suriah di Kazakhstan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembicaraan damai guna mengakhiri konflik antara kelompok pembebasan dan oposisi dengan rezim Presiden Bashar Al-Assad dimulai di Astana, Kazakhstan, hari  Senin (23/01/2017).

Delegasi pemerintah dan oposisi Suriah berkumpul hari Senin (23/01/2017) di ibukota Kazakhstan untuk pembicaraan perdamaian yang didukung oleh Rusia dan Turki yang menurut sumber-sumber oposisi tidak akan mencakup negosiasi langsung.

Perundingan yang diinisiasi oleh Turki, Rusia, dan Iran ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 siang waktu setempat di hotel mewah Rixos President.

Pemerintah Suriah dilaporkan mengirimkan sekitar 10 perwakilan yang dipimpin oleh Duta besar Suriah untuk PBB, al-Jaafari.

Erdogan: Turki dan Rusia Menciptakan Kemajuan Perdamaian di Suriah

Hari pertama perundingan damai  antara rezim dan kelompok oposisi belum menghasilkan jalan keluar untuk mengakhiri konflik sejak 2011.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Rezim Suriah dan oposisi saling menyalahkan pelanggaran gencatan senjata yang mereka sepakati pada akhir Desember 2016.

“Kedua kubu berbeda interpretasi mengenai gencatan senjata,” Aljazeera melaporkan dari Astana.

Negosiasi di Astana itu diperkirakan akan terfokus pada pemberlakuan gencatan senjata nasional yang ditengahi oleh Rusia, Iran dan Turki pada bulan Desember yang sebagian besar masih bertahan.

Presiden Kazakhstan Teken Larangan Musholah

Sebelumnya, upaya gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan PBB segera berantakan karena pihak-pihak yang bertikai saling melepaskan tembakan dan saling menyalahkan. Pembicaraan perdamaian sebelumnya, termasuk yang diadakan setahun lalu, juga tidak membawa kemajuan untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada Maret 2011 itu.

Utusan khusus PBB di Suriah, Staffan de Mistura berpartisipasi dalam pembicaraan yang akan berlangsung paling tidak sampai Selasa itu.

Rusia dan Turki minta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengirimkan delegasi ke pembicaraan itu beberapa hari sebelum ia menjabat. Tapi, karena berbagai kesibukan dalam masa transisi pemerintahan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan duta besarnya untuk Kazakhstan, George Krol, akan menghadiri pertemuan itu.

Meskipun timbul perbedaan perselisihan mengenai intervensi militer Rusia di Suriah, Kremlin tampaknya menginginkan partisipasi Amerika Serikat dalam proses perdamaian.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadiranKazakhstankelompok oposisikelompok pembebasanPembicaraan Damai Perang Suriahperundingan damairusiaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UU Jaminan Produk Halal Bukti Kepedulian Negara Melindungi Umat
Tulisan selanjutnya Gubernur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?