Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
InternasionalNone

Eks Marinir Amerika Serikat Divonis Penjara 16 Tahun karena Spionase di Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juni 2020 20:21 8:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juni 2020 20:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan di Rusia hari Senin (15/6/2020) memvonis bersalah Paul Whelan, bekas anggota marinir Amerika Serikat, melakukan aktivitas mata-mata untuk kepentingan Amerika Serikat, dan mengganjarnya dengan hukuman penjara 16 tahun.

Whelan, yang memiliki paspor AS, Inggris, Kanada dan Irlandia, ditangkap oleh agen-agen intelijen Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) di sebuah kamar hotel di Moskow pada 28 Desember 2018.

Rusia mengatakan bahwa Whelan, 50, ditangkap basah meyimpan sebuah computer flash drive berisi informasi rahasia. 

Whelan, yang mengaku tidak bersalah, mengatakan bahwa dirinya dijebak dan mengira flash drive yang diberikan oleh seorang Rusia kenalannya berisi foto-foto liburan.

Dubes AS untuk Rusia John Sullivan usai pembacaan vonis tersebut mengatakan kepada awak media bahwa tidak ada bukti yang disodorkan untuk menegaskan bahwa Whelan bersalah dan dia menuntut agar Whelan segera dibebaskan, lansir Reuters. Menurut Sullivan keputusan bersalah atas Whelan itu merupakan olok-olok terhadap keadilan.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Vladimir Zherebenkov, pengacara Whelan, mengatakan bahwa kliennya diberitahu saat dalam tahanan bahwa dia akan dimasukkan dalam program pertukaran tahanan dengan seorang warga Rusia yang dipenjara di Amerika Serikat.

Ketika ditanya tentang pertukaran tahanan itu, Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada kantor berita RIA bahwa pihaknya sudah mengajukan pertukaran tahanan dengan Amerika Serikat berkali-kali, tetapi kementerian tidak memberikan keterangan lebih jauh.

Sebelum kasus ini, Moskow berulang kali meminta agar Washington melepaskan dua warga Rusia, yaitu terpidana perdagangan senjata Viktor Bout dan Konstantin Yaroshenko, seorang pilot yang dihukum penjara 20 tahun di AS karena konspirasi penyelundupan kokain ke negeri Paman Sam.

Zherebenkov mengatakan Whelan tidak keberatan dengan ide meminta secara resmi kepada Rusia agar mengampuninya, yang apabila diberikan akan menjamin pembebasannya.

Whelan, yang dituntut hukuman 18 tahun penjara oleh jaksa, akan menjalani masa hukumannya di sebuah penjara berpenjagaan maksimum, kata pengadilan kota Moskow. Persidangan kasusnya dilakukan tertutup karena, menurut pihak berwenang, menyangkut rahasia negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatmarinirmata-mataPaul Whelanrusiaspionase
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya risma marah NU Minta Pemkot Surabaya Tidak Izinkan Buka Karaoke, Spa, Panti Pijat
Tulisan selanjutnya Kemenag Segera Umumkan Normal Baru Pendidikan Pesantren

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?