Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Momentum Strategis Umat Islam tahun 2024

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2022 12:44 12:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2022 13:10
Bagikan
Bagikan

Umat Islam Indonesia berharap Presiden 2024-2029 seorang yang ideal, Anied Baswedan punya peluang besar, tapi umat Islam juga harus merumuskan Peta Jalan Pendidikan tahun 2045

Oleh: Dr. Adian Husaini

Hidayatullah.com | PADA 20 April 2022 lalu, saya berkesempatan mengisi ceramah di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Pada kesempatan itu, saya banyak mendengar kisah seputar respon jamaah terhadap ceramah tarawih Dr. Anies Baswedan di Masjid Kampus UGM, beberapa hari sebelumnya. Saya pun sempat menyimak video ceramah Anies Baswedan di youtube channel.

Tampak dalam video, Masjid Kampus UGM dipadati oleh ribuan jamaah yang dengan antusias menyambut kehadiran dan ceramah Gubernur DKI Jakarta tersebut. Sebagian sudah meneriakkan kata-kata “Anies Presiden”.

Peristiwa seperti ini sudah terjadi di berbagai daerah. Kehadiran Anies disambut dengan antusias; digadang-gadang sebagai calon presiden yang diharapkan akan mampu membawa Indonesia menuju kondisi lebih baik di masa mendatang.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Tentu saja, umat Islam Indonesia berharap, Presiden 2024-2029 adalah seorang yang ideal, yang mampu mengatasi berbagai persoalan bangsa yang pelik. Beberapa hal penting adalah masalah keterbelahan atau disintegrasi sosial yang masih terasa. Berbagai ekspresi kebencian antar sesama warga bangsa masih cukup banyak mewarnai jagad media sosial.

Dalam hal ini diperlukan pemimpin negara yang berjiwa integratif dan mampu melakukan konsolidasi berbagai potensi bangsa. Yang diutamakan dalam hal ini adalah kemampuan komunikasi dan lobi politik kelas tinggi.

Anies adalah sosok yang sudah dimaklumi kemampuannya dalam soal ini. Pengalamannya sebagai Menteri Pendidikan dan juga Gubernur DKI tentu menjadi bekal penting dalam memimpin negara Indonesia.

Berbagai lembaga survei masih menempatkan Anies Baswedan sebagai salah satu calon Presiden unggulan, disamping nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Tentu, kalangan ulama dan pimpinan organisasi Islam sudah cukup akrab dengan sosok Anies Baswedan. Selain kakeknya yang juga seorang pejuang dan pahlawan kemerdekaan, Anies juga memiliki latar belakang sebagai aktivis organisasi Islam.

Meskipun begitu, umat Islam juga tidak perlu menjadikan calon Presiden lain selain Anies Baswedan sebagai “musuh”. Tugas umat Islam yang utama adalah berdakwah; melanjutkan amanah risalah kenabian.

Siapa pun presidennya, tugas dakwah itu harus terus berjalan. Dakwah ditujukan kepada semua pihak, baik para pemimpin negara atau pun kepada rakyat pada umumnya. Apalagi, semua calon Presiden yang menonjol peluangnya adalah orang-orang muslim.

Bahkan, tahun 2024 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memainkan peran sebagai “perekat NKRI”. Umat Islam harus menjadi kekuatan utama untuk menjaga keutuhan NKRI, dengan cara menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai potensi bangsa.

Siapa pun presiden Indonesia 2024-2029, diharapkan memainkan politik yang integratif; merangkul dan memadukan segenap potensi dan kekuatan untuk memajukan kehidupan bangsa dan mengangkat martabat negara Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia.

Jika calon andalan umat Islam memenangkan pilihan presiden pada tahun 2024, maka sang presiden dan umat Islam tidak boleh bersikap jumawa atau sombong dengan menghina atau melecehkan pihak yang kalah dalam pilpres.  

Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang tinggi ketika memasuki Kota Mekkah dalam peristiwa Futuh Makkah. Akhlak yang mulia itulah yang menarik banyak masyarakat Arab untuk berbondong-bondong masuk ke dalam agama Islam.

Begitu juga sebaliknya, jika calon presiden lain yang memenangkan pilihan presiden, maka umat Islam pun harus bersikap positif dengan tetap mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan makmur.

Peluang Anies Baswedan untuk menjadi Presiden RI tahun 2024-2029 memang tampak terbuka lebar. Sejumlah kegagalan program pemerintah saat ini mendorong berbagai pihak untuk mencari calon Presiden yang dianggap mampu mengatasi masalah bangsa yang sangat berat.

Jadi, momentum 2024 memang sangat penting dan sangat strategis bagi umat Islam Indonesia untuk memainkan peran-peran besar bagi perjalanan bangsa kedepan.

Tentu saja, peran strategis itu bisa dilakukan jika para pemimpin utama umat Islam tidak terpecah belah dan saling melemahkan. Kita doakan, semoga  kondisi yang melemahkan kekuatan umat Islam itu tidak terjadi.

Strategi tahun 2045

Tahun 2024 memang penting! Tapi, umat Islam Indonesia juga tidak boleh melupakan tahun 2045. Dari sekarang (2022), tahun 2045 tinggal 23 tahun lagi.

Inilah waktu yang strategis untuk mewujudkan perjuangan dalam bidang pendidikan, yakni dengan melahirkan satu generasi yang unggul, yang akan memimpin masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Nabi Muhammad ﷺ telah mencontohkan, bagaimana melahirkan satu generasi terbaik dalam dua dekade.

Umat Islam Indonesia pun memiliki pengalaman sejarah pendidikan yang gemilang. Selama ratusan tahun, pondok pesantren, madrasah, dan Perguruan Tinggi Islam, telah memainkan peran penting dalam menjaga negara dan bangsa Indonesia agar tidak terseret ke dalam arus sekulerisme dan juga ateisme. Bahkan, perjalanan dakwah di Indonesia telah memberi warna yang religius dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sejumlah survei menunjukkan, masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang sangat kuat dalam memegang tradisi keagamaan. Mereka menganggap agama sebagai hal penting dalam kehidupan masyarakat.

Padahal, selama ratusan tahun, penjajah telah berupaya untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Karena itulah, umat Islam harus merumuskan Peta Jalan Pendidikan yang memang mengantarkan para pelajar, mahasiswa, dan santri untuk tumbuh menjadi kader-kader umat dan bangsa yang unggul.  Peta Jalan Pendidikan Islam itu bukan sekedar mengarahkan anak-anak meraih jabatan, pekerjaan, atau keunggulan materi. Tetapi, yang utama adalah keunggulan mereka dalam ilmu, amal, dan akhlak mulia.

Jadi, untuk melahirkan satu generasi unggul 2045, sekaranglah momentumnya! Jangan sampai terlena untuk menyiapkan lahirnya generasi unggul itu, disebabkan KEHABISAN energi dan waktu untuk tahun 2024. Di bulan yang mulia ini, kita berdoa, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dan terutama para pemimpin kita, agar diberikan ilmu dan hikmah, sehingga tidak salah dalam melangkah. Aamiin. (Depok, 27 April 2022).*

Penulis pengasuh PP At-Taqwa Depok Jabar, dan mengelola www.adianhusaini.id

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekali Lagi Soal Pernikahan Nabi dan Sayyidah Aisyah
Tulisan selanjutnya PKB Anies Baswedan PKB Usulkan Pasangan Cak Imin dan Anies Baswedan: Bersatu untuk Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?