Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Akhir Zaman dan Tipologi Kaum Munafik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2017 08:57 8:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2017 08:57
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh : M. Yusufv

 

BEBERAPA bulan ini suhu politik Indonesia sedang memanas, secara garis besar ada 2 kubu yang sedang berhadap-hadapan.  Kubu pertama adalah yang pro kepada sang penista Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 51. Sedangkan kubu  kedua  yang pro kepada ormas FPI. Fenomena masyarakat  ini akhirnya menunjukkan dengan nyata, mana membela  suara ulama dan umat Islam Indonesia dan mana yang tidak.

Dari fenomena politik diatas, hal menarik yang patut di diperbincangkan bahwa sebagian besar simpatisan kubu pertama adalah umat Islam, lalu bagaimana sesungguhnya kedudukan seorang muslim yang mengangkat pemimpin non Islam di tengah mayoritas umat Islam? sesungguhnya perbuatan tersebut tergolong salah satu tipologi dari kaum munafik.

Larangan Mengambil orang kafir sebagai pemimpin

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (١٣٨)الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (١٣٩)

 “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS: Annisa : 138-139 ).

Prof. Didin: Ciri Kemunafikan, bila Muslim Pilih Pemimpin Kafir

Allah S.w.t memerintahkan Nabi Shalallahu ‘Alahi Wassallam agar memberikan “kabar gembira”  kepada orang munafiq (basysyir al-munâfiqîn ) dengan Majas ironi, sebuah sindiran bagi orang-orang munafik dimaksud untuk menyatakan makna yang berlawanan, sebab kata basysyir kebanyakan dipakai sebagai kabar gembira untuk orang-orang beriman, seperti kabar kemenangan kaum muslimin di perang badar ( Q.S. 3 : 126 ) dan kabar surga yang akan ditempati orang-orang beriman ( Q.S. 41 : 30). tetapi di ayat ini Allah Ta’ala menggunakan kata basysyir untuk kabar yang negatif bahwa kaum munafik akan tertimpa azab yang amat keras.

Sedangkan kata munafiqin ( الْمُنَافِقِينَ ) berasal dari kata Nifâq diambil dari kata nafiqâ’ (النَّافِقَاءِ). Nafiqâ’ adalah salah satu lubang tempat keluarnya yarbû’,yaitu  binatang sejenis tupai. Apabila di tutup lubang yang satu maka ia lari dari lubang lainnya. Sedangkan menurut istilah adalah sikap menampakkan keIslaman dan menutupi kekafiran, dengan kata lain pelaku nifaq (munafiq) menyembunyikan apa yang ada dalam hati (batin) dan menampakkan hal yang berbeda dengan apa yang ada di permukaan (lahir). Selanjutnya, azab yang pedih akan timpakan kepada kaum munafik, ini disebabkan karena mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, penolong, serta pelindung bagi mereka dengan meninggalkan kaum muslimin. [Wahbah zuhailiy, Tafsir Alwasuth juz 1, hal 397. Daar fikri, damasqus 1422 h].

Kenali Dua Bentuk Munafiq Di Sekitar Kita

Di zaman sekarang akan sangat mudah kita temukan tipe manusia munafik yang mengagung-agungkan pemimpin kafir, dengan alasan yang berbagai macam tentunya, seperti misalnya Islam tidak mengenal diskriminasi suku dan bangsa, pemimpin kafir yang adil lebih baik dari pada pemimpin Islam yang dzalim.  Statement di atas tidak akan  muncul jika saja mereka mau merujuk dan mempelajari lebih dalam lagi kitab sucinya. Perhatikan bagaimana Al-Qur’an selalu memakai Kata Auliya (أَوْلِيَاءَ ), dalam  bentuk tunggalnya wali ( ولي ) bisa berarti penolong, pelindung, sahabat, ahli waris ataupun pemimpin.  Allah Ta’ala selalu  konsisten memakai redaksi kata Auliya di setiap kali melarang umat Islam untuk menjadikan orang-orang kafir pemimpin, hal ini bukan hanya ada di surah  Annisa ayat  89, 139 , 144 saja, akan tetapi juga di pakai pada surah-surah lainnya, seperti di surah  Al-Imran : 28, Al-Maidah: 51 dan 81,  At-Taubah : 23, Mumtahanah : 1, Annisa : 89 dan 144.  Justru sebaliknya Allah Ta’ala mewajibkan umat Islam untuk memilih pemimpin dari kalangan umat Islam yang mu’min :

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)” (Q.S. Al-Maidah : 55).

Tanda Kemunafikan Berbeda antara Hati dan Lisan

Allah Ta’ala juga memakai redaksi  kata Auliya dalam bentuk tunggalnya

( وَلِيُّكُمُ ) untuk menetapkan siapa yang layak menjadi penolong ataupun pemimpin orang-orang beriman. Kalaupun kata Auliya diartikan yang lain seperti sebagai sahabat, maka mengangkat dan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin tentunya lebih terlarang lagi ketimbang menjadikan mereka “hanya” sebagai sahabat dekat. [Luthfie Abdullah Ismail,Tafsir Ayat-Ayat Hukum II, hal 74, Pustaka Elbina, Bangil 2014.

Larangan pemimpin kafir sama dengan larangan berbuat syirik

Yang lebih menarik lagi dari larangan mengangkat pemimpin kafir bagi umat Islam, terdapat beberapa kesamaan antara larangan mengangkat pemimpin kafir dengan larangan berbuat syirik.  Beberapa kesamaan tersebut adalah, yang pertama keduanya selalu memakai Fiil Nahiyah  yang berarti janganlah, pada larangan mengangkat pemimpin kafir dituliskan  (لا تَتَّخِذُوا) dan larangan berbuat syirik dituliskan (وَلا تُشْرِكْ). Kedua, larangan tersebut selalu diulang ulang dalam Al-Qur’an lebih dari 5 kali. Ketiga, pada akhir ayat kedua larangan tersebut selalu disertakan ancaman dahsyat yang berbeda-beda di masing-masing ayatnya.

No Larangan pemimpin kafir Larangan  syirik Ancaman memilih pemimpin kafir

 

Ancaman syirik
1 Al-Maidah :51 Luqman : 13 Tidak mendapat pertolongan Allah (Al-Imran : 28) Terhapus amal -amal baik (AZ-Zzumar : 65)
2 Al-Imran 28 Annisa : 36, 48. Termasuk Orang yang dzalim

(At-Taubah : 23)

perbuatan  kezaliman yang paling besar

(Luqman : 13)

3 At-Taubah : 23 Al-Baqoroh : 22 Tersesat dari jalan yang lurus (Mumtahanah : 1) Tersesat sejauh jauhnya

(annisa : 116)

4 Mumtahanah : 1 Yunus 105 Mendapat siksa pedih di neraka

(An-nisa :  138

Kekal di dalam neraka

(Al-Bayyinah :  6)

5 Annisa : 88, 138, 145 Di tempatkan pada dasar neraka jahannam

(annisa : 145)

Di tempatkan pada dasar neraka jahannam

(annisa : 145)

Diharamkan masuk surga

(almaidah : 72 )

6   Al-Kahfi : 110   Tidak akan diampuni dosanya (Annisa : 48)

Oleh karena itu, larangan memilih pemimpin kafir bukanlah larangan yang patut disepelekan umat Islam mengingat secara spesifik memiliki kesamaan dengan larangan berbuat syirik, maka seorang muslim yang mengangkat pemimpin non Islam di tengah mayoritas umat Islam akan termasuk dari golongan kaum munafik di akhir zaman.

Penulis adalah staf pengajar di Universitas STIT Muhammadiyah Bangil. Bisa di hubungi lewat email : [email protected]

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:larangan memilih pemimpin kafirMunafikmunafiqpemimpin kafir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya The Red Hot Chili [1]
Tulisan selanjutnya The Red Hot Chili [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?