Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Cara Pandang Keliru tentang Pelaksanaan Puasa

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Juni 2015 17:15 5:15 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Juni 2015 09:55
Bagikan
Tawaran dan kesibukan berbelanja saat bulan Ramadhan.
Bagikan

1. Berlebih-lebihan terhadap makanan dan makan berlebih, bahkan justru di bulan puasa. Ini sejalan dengan kebiasaan berbelanja dalam jumlah banyak untuk berbuka, padahal orang mestinya tidak perlu makan terlalu banyak.

2. Makan sahur jauh sebelum shalat Fajar. Beberapa orang makan sahur beberapa jam setelah Tarawih atau shalat Isya. Ini salah. Makan sahur harus dekat sebelum waktu shalat Fajar.

3. Orang tidak melakukan niat berpuasa selama Ramadhan. Niat dapat dilakukan di dalam hati dan tidak perlu verbal. Juga boleh dilakukan sekali pada awal Ramadhan dan tidak setiap hari.

4. Jika Anda terlambat mengetahui puasa Ramadhan dimulai, Anda harus berhenti makan dan segera berpuasa pada hari itu, atau menggantinya setelah Ramadhan/Idul Fitri berakhir.

5. Banyak orang masih berpendapat shalat Tarawih dilakukan setelah hari pertama orang melakukan puasa. Mereka lupa bahwa kalender Islam mengikuti perputaran bulan, dan saat Maghrib, atau matahari terbenam, adalah awal dari hari baru.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

6. Banyak orang masih mengira jika Anda makan atau minum tanpa sengaja, puasanya menjadi batal. Ini tidak benar. Jika Anda melakukannya tanpa sengaja, Anda dapat terus melanjutkan berpuasa dan tidak perlu menggantinya di lain waktu.

7. Beberapa orang berpendapat, jika kita melihat seseorang makan atau minum kita tidak harus mengingatkan orang itu bahwa ia seharusnya melaksanakan puasa. Menurut Syaikh Bin Baz, ini tidak benar. Merupakan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi kita mengingatkan seseorang melakukan kebaikan dan mencegah kejahatan. Jadi kita mesti memberitahu orang tersebut, karena kita bisa mencegah kejahatan dengan cara ini.

8. Kaum wanita banyak yang mengira bahwa tidak dibolehkan menggunakan pacar atau hena pada saat berpuasa. Hal ini tidak benar. Mereka diizinkan menggunakannya selama bulan Ramadhan.

9. Beberapa orang mengira ketika kita memasak, kita tidak boleh mencicipi makanan untuk mengetahui bumbu/rasanya sudah tepat atau belum. Ini tidak benat. Dalam Islam diperbolehkan mencicipi makanan selama makanan itu tidak tertelan. Mereka dapat merasakan masakannya, apakah perlu penambahan garam atau rempah-rempah.

10. Banyak orang berpikir, kita tidak boleh menggunakan miswak atau sikat gigi selama bulan Ramadhan. Ini tidak benar, karena Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam biasa menggunakan miswak selama Ramadan. Kita juga bisa menggunakan pasta gigi. Penalaran para ulama, miswak memiliki rasa, sehingga pasta gigi (yang memiliki rasa) juga boleh digunakan (sejauh tidak menelannya).

11. Sejumlah pihak mempercepat adzan shalat Fajar. Mereka melakukan ini agar orang sudah menghentikan makan sahurnya sebelum shalat Fajar agar puasanya tidak batal. Ini adalah salah dan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.

12. Ada orang yang memperlambat adzan Maghrib. Mereka melakukan hal ini guna memperlambat buka puasa dalam kasus Maghrib belum datang. Hal ini juga salah, kita tidak harus melakukan ini.

13. Banyak banyak orang masih mengira bahwa kita tidak boleh melakukan hubungan seksual dengan istri atau suami sepanjang bulan Ramadhan. Ini tidak betul. Kita hanya tidak boleh melakukan hanya pada saat sedang berpuasa. Setelah Maghrib sampai menjelang shalat Fajar diperbolehkan melakukan.

14. Banyak wanita berpendapat bahwa jika periode mereka baru saja berakhir dan mereka belum ghusl (mandi suci), mereka tidak dapat berpuasa pada hari itu (mengingat periode mereka berakhir di malam hari, kemudian tidur dan bangun tanpa sempat ghusl). Ini tidak benar. Jika wanita belum ghusl, dia masih bisa berpuasa.

15. Banyak pria berpendapat bahwa jika ia telah melakukan hubungan dengan istrinya dan belum ghusl (mirip dengan di atas), maka dia tidak bisa berpuasa pagi harinya. Ini juga tidak benar. Ia dapat berpuasa meskipun belum ghusl.

16. Beberapa orang berpendapat, kita belum boleh makan sampai adzan Maghrib selesai. Ini tidak benar. Begitu azan dimulai, seseorang segera melakukan buka puasa.

17. Banyak orang tidak melakukan doa sebelum berbuka puasa. Sebaiknya ini dilakukan karena merupakan salah satu dari tiga kesempatan ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima doa seseorang.

18. Banyak orang membuat kesalahan dengan menghabiskan bagian akhir Ramadhan sibuk mempersiapkan Idul Fitri, bahkan mengabaikan Ramadhan. Ini tidak benar, dan orang-orang itu jadi kehilangan makna tentang Ramadhan.

19. Banyak orang tua tidak mengajak anak-anaknya (anak-anak kecil) berpuasa di bulan Ramadhan. Ini sesuatu yang kontra produktif bagi anak. Dengan membolehkan anak berpuasa, anak akan memulai memahami kegiatan puasa.

20. Banyak orang berpikir bahwa Ramadhan hanya berkaitan tentang tidak makan; melupakan mengendalikan emosi, menahan pembicaraan. Pada kenyataannya kita seharusnya mengontrol emosi dan mulut kita, bahkan di sepanjang bulan Ramadhan.

21. Orang sering membuang-buang waktu mereka selama Ramadhan. Mereka tidur pada siang hari, atau tanpa melakukan apa-apa. Kita harus mengambil manfaat dari bulan penuh berkah ini dengan melakukan banyak ekstra ibadah.

22. Beberapa orang tidak melakukan perjalanan atau bepergian selama Ramadhan. Mereka berpikir, mereka harus tidak berpuasa ketika bepergian. Ini sebenarnya pilihan. Anda boleh tidak berpuasa saat bepergian (dengan menggantinya nanti). Tetapi bila Anda ingin, Anda boleh saja tetap berpuasa saat bepergian.

23. Banyak orang sehat tidak melakukan I’tikaf di masjid. Kita harus mengambil manfaat dari kesehatan yang baik dengan menghabiskan banyak waktu di masjid, khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

24. Beberapa orang berpendapat mereka tidak boleh memotong rambut atau kuku selama Ramadhan. Ini salah.

25. Beberapa orang berpendapat Anda tidak boleh menelan ludah selama bulan Ramadhan. Hal ini tidak benar. Namun Anda tidak boleh menelan lendir yang ada di mulut.

26. Beberapa orang berpendapat, Anda tidak dapat menggunakan minyak wangi atau parfum selama Ramadhan. Hal ini tidak benar.

27. Beberapa orang berpendapat, orang yang sedang keluar darah harus membatalkan puasa. Ini tidak benar.

28. Beberapa orang berpendapat, jika Anda muntah mesti menghentikan puasanya. Ini tidak benar, bahkan meskipun Anda melakukannya dengan sengaja.

29. Beberapa orang berpendapat, kita tidak boleh memasukan air ke hidung dan mulut saat wudhu di bulan Ramadhan. Hal ini juga tidak benar.*/Dikutip dari laman Arab News.

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan RamadhanMenyambut RamadhanPuasaRamadhanRamadhan 1436 H
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPI Ingatkan Program Televisi Ramadhan Agar Berkualitas
Tulisan selanjutnya Bahagia Tanpa Batas Bagi Lulusan Madrasah Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?