Hidayatullah.com–Komunitas Underground Tauhid (UT), komunitas yang fokus berdakwah ke kalangan remaja dan anak-anak jalanan, menyemarakan Ramadhan dengan mengadakan pengajian bulanan bertema “Mengapa Kita Harus Memboikot Produk Zionis”, hari Sabtu (11/08/2012).
Sebagai pembicara Dzikrullah, seorang relawan dari Lembaga Kemanusiaan Sahabat Al Aqsa (SA). Bang Dzikru, begitu panggilan akrab lelaki ini, menjelaskan bahwa kekejaman Zionis-Israel yang membangun tembok pemisah di sekeliling Jalur Gaza adalah untuk membangun frustrasi masal. Frustrasi masal ini bertujuan agar masyarakat Gaza jera dan memilih hengkang dari Jalur Gaza.
Untuk boikot produk Israel, ia mengatakan, seorang muslim harus sadar bahwa setiap langkah kepedulian terhadap saudaranya adalah sesuatu yang tidak sia-sia di hadapan Allah.
“Karena itu, jangan bertanya apakah ini efektif atau tidak? Tapi tanya dulu kita peduli atau tidak?” jelas lelaki yang pernah tinggal di Suriah selama 2 tahun lebih ini.
Memboikot Israel juga bukan masalah halal atau haram semata. Bang Dzikru juga sadar kita dilarang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Tapi ini soal Al Wala Wal Bara, ini soal kesetiaan kita pada Allah dan kesetiaan kepada umat Islam dan bukti permusuhan kita kepada kekafiran.
“Bayangkan kalau orang tua kita dirampok, diperkosa, kemudian kita tahu ada minimarket yang mensponsori perampokan itu, lalu kita belanja di situ?” jelas salah satu pendiri Sahabat Al Aqsa ini.
Jadi soal pemboikotan produk Israel bukan pada masalah efektifitasnya, namun lebih kepada sejauh mana hati kita dekat dengan mereka, sedalam mana kita ikut merasakan kepedihan, kepedulian dan ikatan emosional melihat saudara-saudara kita yang dibantai, dibom, dicincang oleh Zionis-israel.
“Semakin kuat hubungan akidah kita dengan mereka (di Jalur Gaza), maka harusnya semakin besar penolakan kita dengan semua yang berbau Israel,” jelasnya dalam acara yang juga didukung oleh Kelompok Media Hidayatullah ini.
Komunitas UT melalui sekretaris jenderalnya Septiansyah Bahar menyatakan bahwa UT sudah menginstruksikan pada semua anggotanya untuk mulai membangkitkan semangat pemboikotan ini. Pemboikotan ini akan sangat memukul Israel.
“Tahun 2009, Israel pernah mengalami kerugian sektor ekonomi hingga 29% dan itu karena kekompakan umat dalam memboikot produk Israel secara international,” jelas Bahtiar.
Pendapat Bahtiar ini dibenarkan oleh Khadijah, istri dari Bang Dzikru yang juga merupakan relawan SA. Pada hakikatnya sejak era Yusuf Qardhawi dan para ulama memfatwakan pemboikotan produk Israel, Israel mengalami kerugian sangat serius dalam sektor ekonominya.
Acara kajian komunitas yang didirikan oleh band Underground The Roots of Madinah ini akhirnya ditutup dengan berbuka puasa bersama. The Roots Of Madinah sendiri telah membubarkan diri. Para personel kebanyakan berhenti dari dunia musik dan fokus pada pergerakan anti-Zionis-Israel, serta anti-gerakan Syiah-Shafawis.*