Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Tanggapan Berita di hidayatullah.com

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Februari 2011 09:18 9:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Februari 2011 09:18
Bagikan
Bagikan

“CRCS dan Laporan Yang Berimbang”

SEBAGAI salah seorang penulis Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010, saya merasa perlu meluruskan pemberitaan yang tidak berimbang dalam hidayatullah.com yang menyebut Laporan Tahunan itu tidak berimbang.

Membandingkan Laporan tersebut dengan laporan-laporan lain, Slamet Effendy Yusuf mengatakan, ““Laporan-laporan itu isinya nyaris sama. Sama-sama menyudutkan Islam. Seperti copy paste.”

Dalam berita itu, maksud “tidak berimbang” adalah “menyudutkan Islam”, yang dikaitkan dengan kritik lain Slamet atas metodologi penelitian. Kami menerima kritik tentang metodologi dan ketidaklengkapan data, tapi dengan tegas menolak tuduhan “tidak berimbang” atau “menyudutkan Islam”.

Mengenai “menyudutkan Islam”: Sebagai mana setiap hasil penelitian, laporan itu memang banyak kekurangannya. Bias juga ada, yang muncul dari keterbatasan data ataupun penggunaan perspektif tertentu, yang keduanya sama sekali tak disembunyikan. Tapi sama sekali bukan dari bias ingin menyudutkan Islam, umat Islam, atau menyudutkan agama lain atau umat agama lain.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Memang ada kritik cukup banyak terhadap kelompok-kelompok Muslim tertentu dalam Laporan kami. Tapi, pertama, kritik itu tidak serampangan diajukan untuk semua umat Islam (apalagi Islam), tapi hanya kelompok-kelompok Muslim tertentu. Kedua, dalam kritik terhadap kelompok-kelompok itu pun, yang dikritik bukanlah keberadaan mereka atau aspirasi mereka, namun terutama tindakan mereka, ketika menggunakan kekerasan. Ini benar termasuk terhadap ormas seperti FPI, yang kami kritik karena beberapa kekerasan yang mereka lakukan pada tahun 2010, bukan aspirasinya. Karena itu kami tak bersepakat dengan usulan pembubaran ormas. Kritik lain kami adalah pada penegakan hukum yang amat lemah untuk menghadapi kasus-kasus itu.

Keliru juga jika, seperti dikutip dari Slamet, laporan-laporan mengenai agama di Indonesia yang dikeluarkan beberapa lembaga adalah “seperti copy paste”. Dengan sedikit saja melihat laporan-laporan itu, akan segera kelihatan bahwa semuanya berbeda; jika ada angka-angka yang disebut, itu pun berbeda. Data yang dimiliki tak selalu sama, metodologinya berbeda, dan dengan demikian kesimpulannya berbeda. Jika ada kesimpulan yang sama, maka itu bukan semuanya “sama-sama menyudutkan Islam”, tapi di antaranya adalah soal desakan pada pemerintah untuk lebih serius menangani kekerasan.

Komentar Slamet terfokus pada topik rumah ibadah, yang hanya merupakan satu dari 11 topik yang dibahas Laporan CRCS. Sebagian besar dari topik-topik itu tak dibahas di Laporan-laporan lain, yang memiliki penekanan berbeda.

Mengenai metodologi: Seperti dikutip dalam berita itu, kami memang mengakui keterbatasan data. Dalam setiap riset selalu ada keterbatasan data dan karenanya juga keterbatasan kesimpulan. Sikap ilmiah yang penting bukanlah mengklaim komprehensifitas penelitian, tapi secara jujur mengakui keterbatasannya. Secara terus terang keterbatasan ini selalu disampaikan di awal setiap Laporan kami, sejak dua tahun lalu. Kritik Slamet adalah tambahan alasan untuk tetap melakukan perbaikan.

Seperti saya katakan dalam presentasi, merespon Slamet Effendy Yusuf, ada kekeliruan jika satu kalimat yang merujuk pada kasus-kasus gangguan terhadap gereja oleh kelompok-kelompok Muslim tertentu dianggap sebagai gambaran Indonesia secara umum, dan mengingkari adanya gangguan terhadap masjid. Itu adalah pernyataan mengenai fakta, bukan kesimpulan. Fakta yang disampaikan Slamet mengenai perusakan masjid di Manokwari, Kupang, atau tempat-tempat lainnya, jika saja kami bisa memperoleh data yang kredibel mengenai itu, justru akan memperkuat kesimpulan kami mengenai persoalan rumah ibadah di Indonesia pada umumnya (bukan hanya masjid dan gereja).

Salah satu kesimpulan kami adalah: Tanpa semangat toleransi (dari pemerintah dan kelompok mayoritas), dan kearifan dalam berkomunikasi (dari kelompok minoritas), masalah pendirian rumah ibadah bisa terjebak pada masalah legalitas dan kontestasi antarkelompok keagamaan yang rentan terhadap konflik. (hal. 72) Perlu ditambahkan di sini: Di tempat yang berbeda, tentu ada kelompok mayoritas dan minoritas yang berbeda.

Tujuan Laporan Tahunan CRCS adalah memberikan pemahaman lebih baik mengenai kehidupan keberagamaan kita dan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah maupun masyarakat, bukan untuk menyudutkan agama atau umat agama manapun. Kami menyarankan pembaca untuk membaca laporan ini dengan cermat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih berimbang. (Laporan bisa diunduh dari www.crcs.ugm.ac.id/files/196Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010.pdf.)

Zainal Abidin Bagir, Ph.D Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, UGM

Foto: web crcs

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir dan Urgensi Perubahan
Tulisan selanjutnya AMM Kauman Gelar “Anak Sholeh Anti Kebohongan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh

Berita
12 Juli 2026 11:46
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?