Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Ada Kasus Besar, Selalu Datang “Terorisme”?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2011 08:57 8:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Agustus 2011 08:57
Bagikan
Bagikan

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya warga biasa, yang kadang-kadang jenuh juga melihat perilaku Televisi dan keadaan negeri kita.

Bayangkan saja, tiap menyalakan TV, semua channel isinya bikin merinding dan tidak menenangkan. Pagi hari semua berita berisi korupsi, kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan. Sore dikit, isinya gossip gak penting. Artis A pacaran dengan aktris B, memangnya itu akan merubah kehidupan kami?

Merinding, hampir semua kasus terorisme, stasiun dan penyiar TV kita seolah justru menjadi “juru bicara” (jubir) aparat. Seolah semua yang datang dari aparat benar. Menembak dan membunuh orang boleh, meski yang bersangkutan belum tentu bersalah.

Lebih merinding lagi, kalau malam tiba, muncul lagi debat amburadul yang hanya bikin hati rusak. Melihat debat para pengacara dan politisi Indonesia, rasanya ingin meludah saja. Alhamdulillah, akhir-akhir ini, hidup saya lebih bergairah tanpa harus mengikuti TV.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Saya merasakan langsung, bagaimana tetangga dan teman-teman saya; kuli bangunan, pedagang pasar, dan kelompok-kelompok berpenghasilan rendah begitu frustasi dengan kondisi bangsa kita. Mengapa fenomena kengerian dan korupsi ini seolah tak ada habisnya? Mengapa presiden dan DPR sudah berganti berkali-kali kok koropsi malah lebih gila-gilaan?

Yang menjadi perhatian saya, mengapa setiap ada kasus besar di Indonesia, selalu saja dipastikan ada kasus baru dalam terorisme?

Saya setuju dengan data yang pernah disampaikan Dr. Yudi Latief di koran. Sebut misalnya, pasca Pilpres 2014 ketika perhatian publik terkonsentrasi terhadap isu kecurangan pemilu, tiba-tiba muncul isu teroris seiring peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Kedua, ketika ada isu KPK vs Polri ramai pada September 2009, muncul “hiburan” baru, Densus menggerebek safe hause Noordin M Top di Temanggung Jawa Tengah. Lalu, media akhirnya sibuk meliput terduga Dulmatin, Ridwan dan Hasan Nur yangtewas ditembak.

Konon, Densus 88 sudah tau betul keberadaan Dulmatin jauh hari. Menariknya, kata Yudi, kasus Century memuncak, penggerebekan Dulmatin baru dieksekusi.

Ketiga, ketika perhatian masyarakay sibuk dengan kasus Gayus Tambunan, saat itu juga muncul delapan terduga teroris di Klaten dan Sukoharjo, Selasa (25/1/2011). Padahal kala itu, masyarakat sedang panas-panasnya memperhatikan kasus plesir Gayus ke Bali dan kasus rekening gendut perwira Polri.

Nah, sekarang, ketika mantan bendahara Partai Demokrat (PD) yang ditengarai sebagai kunci segala informasi kasus korupsi (yang jika prosesnya berjalan jujur dan baik) akan menyeret nama-nama orang penting di Negeri ini, lalu muncullah Umar Patek.

Meski bukan pengamat, bukan peneliti, sungguh tak masuk akal pemerintah (yang selama ini berkiblat pada Amerika) tidak tau-menahu keberadaan Umar Patek atau Hambali. Lha, dulu Umar Faruq saja sudah menunjukkan, betapa dekatnya pemerintah dengan Amerika.

Jadi mustahil keberadaan Umar Patek tidak tahu. Apalagi, dengan uang kita, dan pajak-pajak kita, aparat bisa menggunakan berbagai cara untuk melacak hal-hal seperti itu.

Masalahnya, kok ya Umar Patek berbarengan dengan datangnya si Nazaruddin? Apa saya-nya saja yang bego karena berpikiran seperti ini?

Dan nanti, ujung-ujungnya, kasus Nazaruddin akan berakhir seperti kasus Rekening Gendut Polri, Bank Century atau kasus-kasus besar lain. Baru setelah itu akan ramai lagi dengan kasus baru lebih heboh. Lalu, kasus itu akan hilang lagi seiring ditangkapnya “teroris” lagi. Tau ah, gelap!. Paling-paling media juga akan jadi jubir aparat juga.

Wassalam
Sholehan AQD
Jombang, Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Chaerul Umam Tunaikan Zakat Tiap Kali Dapat Rezeki
Tulisan selanjutnya Krisis, Daging Keledai pun Dikirim ke Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?