Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Mengancam Rumah Tangga?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Juli 2012 08:52 8:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juli 2012 08:52
Bagikan
Bagikan

WANITA karir, kini semakin mudah ditemukan. Hal ini terjadi karena banyaknya lowongan pekerjaan yang mudah dimasuki oleh kaum perempuan dibandingkan laki-laki. Juga ditopang oleh beberapa program pemerintah untuk membuat kesetaraan antara kaum perempuan dan laki-laki, misalnya Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Alasan saat ini menjadi wanita karir semakin diminati kaum hawa adalah karena tuntutan kondisi ekonomi keluarga juga demi peningkatan status sosial.

Di jaman sekarang, semua kebutuhan hidup serba mahal, baik itu kebutuhan sandang, pangan atau papan. Ditambah lagi dengan kebutuhan jasa seperti pendidikan, juga kesehatan yang kian hari kian sulit dijangkau. Hal ini memaksa kaum hawa untuk ikut terjun ke dunia kerja. Apalagi wanita dinilai lebih teliti dan patuh pada bos atau perusahaan, sehingga seolah ada nilai lebih jika kita (maaf) “mengekspor” TKW.

Hanya saja, salah satu dampak dan fakta yang tak bisa dibantah, munculnya kemandirian ekonomi kaum perempuan adalah mereka kadang mudah menuntut perceraian.

Berdasarkan data BPS DKI tahun 2009 menunjukkan peningkatan angka perceraian guru PNS di Jakarta. Penyebab utamanya rata-rata karena gaji istri lebih besar dibanding suami.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Di saat yang bersamaan kebanyakan wanita karir pun mendapatkan perlakuan yang diskriminatif, kekerasan, pelecahan seksual. Hal ini terjadi karena memang kapitalisme tidak akan pernah ‘adil’ kepada perempuan. Di satu sisi, mereka menggembar-gemborkan tentang kesetaraan perempuan, namun pada faktanya masih banyak penindasan kapitalisme kepada kaum perempuan.

Indonesia sebagai negara mayoritas penduduk beragama Islam sudah seharusnya mengenal bagaimana sebenarnya Islam memandang hal ini. Islam sebagai agama yang sempurna, juga mengatur perempuan.

Dalam Islam, ibu berperan sebagai ummu wa rabbatul bait, ibu dan pengurus rumah tangga. Peran ini hukumnya wajib. Jadi, para ibu diharuskan melakukan hal tersebut sebelum melakukan hal lain.

Bekerja untuk memenuhi nafkah adalah kewajiban para suami sebagai penerapan Qur’an Surah (QS) Ath-Tholaq ayat 7 dan QS: Al-Baqarah 233, yang artinya, ”Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

Sekalipun penghasilan istri melebihi suami, mereka tidak bisa bertukar peran. Kewajiban bekerja bagi suami adalah bentuk realisasi fungsi mereka sebagai pemimpin sehingga kendali rumah tangga pun utuh dalam kepemimpinannya.

Islam memandang keluarga adalah institusi yang sangat penting baik bagi anggota keluarga maupun negara. Allah tidak memandang seseorang dari derajat ataupun pendapatan yang didapat, semuanya sama di hadapan Allah, yang membedakan kita hanyalah taqwa. Sebab taqwalah yang menjaga hubungan dengan Allah, Sang Khaliq, sehingga keluarga akan mengejar ridho Allah dalam setiap langkahnya.

Hal ini hanya akan terwujud jika masyarakat dan negara kondusif serta mendukung kaum hawa untuk meraih derajat taqwa dengan melaksanakan Al Qur’an dan Sunah Rasul seperti yang pernah dicontohkan.

Yang tak kalah menarik, saat ini draft Rancangan Undang Undang (RUU) Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) juga tengah digodok pihak DPR, yang salah satu poin nya adalah kemandirian perempuan dan wanita bekerja di luar rumah. Tentu, jika rancangan ini disahkan, akan makin banyak lagi wanita bekerja di luar rumah dan di sektor publik. Nah, mungkinkah kelak akan banyak lagi peningkatan angka perceraian? Wallahu’alam bish shawab.*

Penulis: Tati Nurhayati
Ibu Rumah Tangga, tinggal di Bandung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Bashar al Assad Dikabarkan Menyetir Informasi
Tulisan selanjutnya Rakyat Miskin Tak Berdaya, PT Ciptakan Wirausaha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?