Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Jangan Biarkan Poso seperti Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2014 09:09 9:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2014 09:09
Bagikan
Kerumunan warga Poso yang kecewa operasi aparat
Bagikan

DALAM beberapa bulan terakhir ini, masyarakat menjadi begitu familiar dengan sebuah kata sekaligus kota nun jauh di Sulawesi Tengah, Poso.

Sebuah kota elok dan dikelilingi bukit dan pegunungan hijau nan subur.

Namun, Poso tiba-tiba menjadi begitu menarik sejak peristiwa empat belas tahun silam, tepatnya di tahun 2000 saat tragedi berdarah di tempat itu yang mulai terungkap di hadapan publik.

Masyarakat yang asalnya tak mengenal Poso, berubah menjadi akrab dengan satu kata ini. Media-media umum begitu sering memberitakan tentang Poso, bukan pada berita yang menyenangkan. Tetapi hanya sebagai “sarang teror”.

Poso hanya dikesankan sebagai basis Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dinilai melawan pemerintah dan muncul pula lembaga “pahlawan” bernama BNPT dan Densus 88.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Apalagi “serangan” media pada masyarakat tak berimbang, untuk sekedar bisa mencoba sedikit bijak dalam menyikapi permasalahan Poso, belum pernah saya temui. Umumnya, media massa nasional hanya “berpihak” pada polisi atau BNPT.

Terlepas dari latar belakang munculnya gerakan yang menamakan dirinya MIT, yang sangat mungkin sebagai bentuk pembelaan diri dari problem masa lalu yang tak tersolusikan secara adil, ada hal lain yang sebenarnya menggelitik.

Indonesia adalah sebuah negeri dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Banyak pula ormas Islam yang berjuang untuk menerapkan syariah agar mengejewantah dalam kehidupan. Ada pula ormas yang bertujuan mulia untuk melanjutkan kehidupan Islam, menerapkan aturan Allah secara kaffah tak terbatas hanya di negeri Indonesia. Tapi mendunia dan bersifat internasional.

Tapi entah mengapa saat Poso bergolak tak banyak yang bersuara, hatta kelompok aktivis kemanusiaan dan HAM.
Ketika masyarakat Poso banyak dikorbankan dengan tuduhan terorisme, tak ada massa/ormas/LSM bahkan media massa bisa berlaku adil.

Sebagaimana tak ada suara keras takala saudara seiman kita di Jalur Gaza dijajah Zionis-Israel ataupun Rohingya dibantai milisi Buddha.

Tak kita temukan demonstrasi memprotes tindakan aparat pemerintah atas kedholimannya saudara-saudara kita di Poso yang selalu diteror tuduhan teroris.

Faktanya di sini – bangsa yang katanya sebuah negeri yang dikenal ramah penduduknya dan penuh kekeluargaan– banyak pemudanya diculik, ditangkap tanpa prosedur hukumdan banyak LSM diam saja. Bandingkanlah jika ada aparat digebuki polisi atau tentara, hampir semua pers meliput hingga pihak polisi/aparat tertekan.

Sama tidak adilnya ketika Guntur Romli menjadi korban aksi FPI, semua media menjadikan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) menjadi fokus utama. Sebaliknya jika anggota FPI digebuki dan menjadi korban. Media menganggap tak terjadi apa-apa.

Bukankah mereka juga manusia yang layak dibela?

Sama halnya yang terjadi di Poso. Yang belum tentu apa yang dituduhkan dengan label “teroris” benar adanya. Sementara penanganan terhadap mereka banyak yang terindikasi “extra judicial killing”.

Banyak di antara mereka yang langsung dieksekusi di luar prosedur yang semestinya.

Bukankah kita selalu mengenal persaudaraan dan pembelaan hak asasi tanpa tak dibatasi oleh kelompok?

Coba, bagaimana jika di Poso itu adalah anggota Syiah atau Ahmadiyah, bagaimana reaksi media dan LSM?

Semoga semua pihak, khususnya umat Islam saling bahu- membahu di atas landasan akidah yang kokoh, dan banyak aktivisnya turun tangan bergerak, hingga tak ada lagi kedholiman di Indonesia ini. Khususnya kedhaliman yang menimpa umat Islam.

Poso akan kembali indah dan elok. Tak dijadikan lagi sebagai proyek banyak kepentingan, apalagi sampai tersandera dengan label terorisme. Wallahu’alam.*

Pengirim:

U Nayla Zahra, peminat kajian sosial

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AhmadiyahBNPTdensus 88LSMmediaMuslimPososyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menko: Tim Jokowi isyaratkan BBM naik November
Tulisan selanjutnya Tri Sutrisno: Demokrasi Kita Bukan Demokrasi AS, China, ataupun Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?