Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Negeri yang Bersusah Hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 September 2015 18:48 6:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2015 18:48
Bagikan
Krisis ekonomi membuat rakyat makin menjerit [ilustrasi]
Bagikan

“Ku lihat ibu pertiwi sedang brsusah hati. Air matanya berlinang. Mas intan nya terkenang. Hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan. Kini ibu sedang lara. Merintih dan berdoa”

Setiap bait lagu tersebut, sepertinya cukup mewakilkan keadaan Indonesia saat ini.

Negeri ini sedang bersusah hati dan kita bisa melihatnya dari RAPBN 2016 yang diajukan oleh pemerintahan Jokowi-JK kepada DPR.

Bagaimana tidak membuat kita bersusah hati, segala kebijakan yang
direncanakan justru malah membuat rakyat makin sulit. Beberpa hal diantara kebijakan itu adalah pengurangan subsidi yang dilakukan terus menerus dan utang luar negeri yang makin menumpuk.

Kita mungkin masih ingat, pada bulan Oktober 2014 lalu pemerintah melakukan pencabutan subsidi Bahan Kabar Minyak (BBM) yang mengakibatkan harga premium meningkat. Hal itu dilakukan dengan alasan subsidi terlalu membebani pemerintah dan harga minyak dunia sedang naik.

Namun, nyatanya walaupun harga minyak dunia kini anjlok drastis hingga kisaran US$ 40-an perbarel, pemerintah tetap tak menurunkan dengan alasan Pertamina masih merugi.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Kini, di RAPBN 2016, pemerintah lagi-lagi mengurangi subsidi listrik bagi pelanggan 900 KWh dan subsidi pupuk. Itu sema tentunya membuat rakyat makin susah. Persis seperti apa yang digambarkan oleh lagu Ibu Pertiwi, kini rakyat harus siap-siap melinangkan air mata atas kedzaliman kebijakan-kbijakan para penguasa negeri ini.

Subsidi telah dikuangi dengan alasan membebani APBN pemerintah, tapi RAPBN masih saja mengalami defisit.

Itu artinya pengeluaran lebih banyak di bandingkan denga pemasukan dan hal tersebut menandakan pula buruknya pengelolaan keuangan.

Pemasukan APBN sendiri, sebagian besar diambil dari pajak, sedangkan dari sumberdaya alam tak lebih banyak dari pajak.

Padahal kita sering mengagung-agungkan sebagai negeri kaya sumber daya alam, Zambrud Khatulsitwa, tapi nyatanya “mas intan nya terkenang” karena sebagian besar sudah dikuasai asing, bahkan hutan, gunug (emas) dan lautan (sumber minyak) pun telah diswastanisasi.

Jargon-jargon tentang kekayaan Indonesa hanya sebatas omong kosong belaka.

Jika pengeluaran lebih banyak daripa pemasukan, artinya Indonesia ini kembali melakukan pinjaman luar negeri, yang sebenarnya sangat membahayakan. Hutang Indonesia yang menumpuk bisa menjadikan kita tidak memiliki kedaulatan sepenuhnya dalam menentukan kebijakan, karena banyak campur tangan asing.

Selain itu utang tersebut pasti mensyaratkan bunga yang tentunya semakin memberatkan negeri ini.

Kesusahan hati negeri ini lengakplah sudah. Kini benar-benar sedang lara dan hanya bisa merintih dan berdoa pada yang Maha Kuasa. Seharusnya tidak hanya sekedar berdoa, tapi juga berusaha menerapkan aturan Sang Maha Kuasa itu. Bukankah kita meyakini jikalau Sang Maha Kuasa itu bisa mengubah segalanya?

Jika kita yakin, seharusnya kita pun tunduk untuk menerapkan aturan-Nya. Jika kita tidak yakin, pantas saja kesempitan selalu menghimpit negeri ini, karena telah melalaikan perintah-Nya.

Maka dari itu patut kita renungkan firman Allah yang satu ini (Q.S. Thaha 124). Artinya, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan mengumpulannya pada hari kiamat dalam keadaaan buta.”

Nurjihan Begum Amir
Mahasiswa Psikologi Universitas Padjadjaran

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BBMJokowikemiskinanNegeri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Siarkan Penculikan Hadar Goldin dan Pembantaian Rafah
Tulisan selanjutnya Islamofobia barat Pidato Erdogan Soal Pengungsi Suriah ‘Tampar’ DK PBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?