Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Alhamdulillah, Baca Media Islam Saya Tak Radikal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2015 09:26 9:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2015 09:26
Bagikan
Bagikan

Bismillaahirrohmaanirrohiim

TULISAN ini hanyalah merupakan hal kecil dari saya sebagai pembaca setia pada situs – situs media islam. Rasanya saya sangat sedih sekali saat kemarin selama beberapa hari situs – situs media Islam (khususnya media yang selama ini memiliki reputasi bagus) diblokir oleh penguasa Negeri ini dan saya tidak dapat mengaksesnya.

Alhamdulillah, setelah menunggu hampir dua minggu, saat ini saya sudah mengaksesnya kembali.

Saya ada adalah salah satu dari sekian banyak pembaca setia media web situs Islam. Saya merasakan sekali manfaatnya bagi diri saya dengan keberadaan situs – situs islam.

Bisa dipastikan, hampir setiap hari mengakses dan membaca artikel atau apa sajalah yang disajikan oleh media – media islam, termasuk hidayatullah.com.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Banyak kontens keislaman yang membantu saya mengenal Islam. Ada yang membahas masalah akidah, shirah Nabi, sejarah ulama, fikih, hadits dll.

Sambil bekerja pun saya bisa dapat sekaligus belajar dan membaca masalah agama melalui situs media Islam. Sejujurnya dari beberapa media Islam yang blokir pemerintah tidak semuanya bisa dikategorikan radikal. Apalagi samapai mengajarkan membuat bom atau membantai Nasrani atau Yahudi, tidak ada sama sekali.

Jujur, dulu itu saya sangat anti dengan situs media Islam. Namun media-media mainstream kala itu sering menyudutkan FPI, hati saya jadi penasaran. Akhirnya saya membuka-buka situs-situs media Islam.

Entah, sejak itu saya jatuh hati kepada media – media dan situs Islam juga perkembangan dakwah. Dan sekarang saya tidak pernah lagi mau sedikitpun membaca di media –media selain media Islam.

Saya meninggalkan media mainstream menjadi hal yang buat saya tidak terlalu layak untuk dibaca, kecuali masalah olahraga seperti sepak-bola-nya atau kulinernya. Itupun juga jarang saya baca kadang tidak terfikir ke arah sana.

Di suatu hari saya menjadi ikut terpukul dan sedih sekali saat melihat pengumuman, media – media Islam favorite saya yang setiap hari saya buka tiba – tiba diblokir begitu saja oleh penguasa dengan alasan yang tidak jelas, itu sangat menyakitkan hati. Saya geram rasanya. Apalagi mereka dituduh ini dan itu.

Karena itu, kepada masyarakat, untuk urusan informasi keislaman dan keumatan, jangan sekali-kali terlalu mempercayai media mainstrem. Sebab saya perhatikan, mereka sering tidak bisa adil.

Satu kisah, saya membaca media mainstream yang menjelek-jelekkan orang membela saudara-saudaranya di Bumi Syam (sekarang Suriah), lantas media mainstream ramai-ramai mengecap mereka yang membantu perjuangan dengan stigma ‘teroris’ dll.

Saya akhirnya eneg  dengan berita tidak berimbang seperti ini. Lama –lama muak tapi saya memiliki alasan yang benar.

Logika saya, apa salahnya membela saudaranya yang dizamili? Juga apa salahnya untuk mendapatkan berita yang akurat media Islam mendatangi Bumi Syam agar bisa bertemu langsung pada para pelaku?

Sementara yang membela Ahok, sering membuat opini Islam “teroris”, garis keras, ekstrimis, radikal. Hanya karena umat Islam berjanggut, bercadar, mengikuti sunnah sunnah, dicitrakan buruk.

Terus terang, saya tidak suka saudara saya yang seiman dihina – hinakan, dihancurkan kehormatannya demi kepentingan asing.

Sementara TV-TV tidak pernah adil. Saya akhirnya jarang menontonnya lagi. Narasi mereka sering aneh dan itu yang sering saya simak. Maaf TV sekular akhirnya saya tinggalkan dan tidak masuk dalam daftar tonton keluarga saya.

Harapan saya umat Islam dapat bersatu dan dapat membuat TV Islam sendiri gabungan hasil kerjasama dari media – media Islam lainnya.

Bagi saya, media Islam ini kecil tidak sebesar media mainstream yang dananya luar biasa. Namun bagi saya,  mereka sangat berarti dan bermanfaat sekali bagi kami. Saya yakin, masyarakat Islam yang sangat merindukan banyak informasi yang benar dan dakwah yang benar.

Apabila ada kata – kata saya yang salah mohon dimaafkan. Saya sedih kalau saya sebagai pembaca media Islam disebut sebagai simpatisan radikalis. Padahal bertahun – tahun saya membaca media Islam tidak ada niat sama sekali untuk menjadi teroris, apalagi membantai orang yang tidak bersalah. Wassalamu a’alaikum.*

Abdullah-Kalimantan Barat

Emai: [email protected]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kementerian Komunikasi dan InformatikaMedia IslampemerintahSitus Islam Diblokir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TKW Asal Madura Jalani Hukuman Mati di Madinah
Tulisan selanjutnya Kominfo: Rekomendasi Tim Panel Hanya Lakukan Normalisasi, Bukan Rehabilitasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?