Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Nasehat ILC: Antara Validitas Pesan dan Otoritas Sumber

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2016 05:24 5:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2016 14:45
Bagikan
Prof Syafii Ma'arif: Mengaku bukan ahli tafsir dan buka ahli agama
Bagikan

Saya mengusulkan kepada Bapak Karni Ilyas agar selektif dalam memilih tamu undangan dalam acara Bapak. Kegiatan acara Indonesia Lawyers Club (ILC), bertema “Setelah 411”  Selasa, 8 November 2016 malam  menjadi kurang menarik dan berkurang semangat keilmiahannya ketika Syafii Ma’arif dan Yenni Wahid memaparkan pendapatnya yang sangat tidak esensi dan memperlihatkan kapasitas yang tidak sebanding dengan pemateri lainnya.

Jika Yenni Wahid menyatakan bahwa ketika manusia sudah pergi ke Bulan, manusia masih senang terlibat dalam pertikaian, maka Syafii Ma’arif masih sibuk dengan pesan-pesan HOAX di dalam handphone-nya, ketakutannya dengan demo berjumlah besar namun ternyata tidak apa-apa, menegaskan bahwa dirinya hanya kenal ‘calon tersangka’ sekedarnya saja, mengingatkan bahwa ‘calon tersangka’ tidak jahat, meyakini bahwa ‘kebenaran tidak bisa dikalahkan dengan emosi’, dan menceritakan saling berbalas SMS beliau dengan sosok guru kami, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin.

Menjadi lebih tidak menarik lagi melihat paparan non-esensi dari Syafi’i Ma’arif ketika setelah beliau memperkenalkan sosoknya sebagai orang tua berumur 81 tahun, mengakui diri bukan ahli, tidak mengerti tafsir mendalam namun menyebutkan bahwa dirinya ‘mengerti benang merahnya’ dan bahwa landasan teologis sikap keagaman MUI belum kokoh.

Pak Tuo Syafiie Ma’arif, Bukan Buya

Bahkan untuk kedua kalinya beliau mengklaim bahwa ada banyak ahli tafsir yang bersesuaian dengan beliau tapi tidak berani bersuara. Berdalil Q.S. Al-Maidah [5] ayat 8 beliau menyebutkan bahwa Q.S. 5:51 telah diplintir. Bagi saya, ini satu untaian kalimat yang agak susah dimengerti.

Atas ketidakfokusan Syafi’i Ma’arif, dua ulama umat Islam mengingatkan beliau dengan prinsip ilmu yang luar biasa.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Aa Gym menasihati beliau tentang SMS perdebatan di HP beliau dihapus saja, tidak perlu diceritakan ke orang. Adapun berita-berita HOAX perlu diteliti dahulu sumbernya.

Aa Gym Nasihati Kapolri: Peserta Aksi Bela Islam Jangan Dimusuhi!

Habib Ahmad Al Kaff menasihati beliau jangan memplintir kalimat seseorang, dan mengingatkan satu ayat Allah dalam hal ilmu, ” fas-alū ahl adz-dzikri in kuntum lā ta’lamūn, maka bertanyalah kepada ulama jika engkau tidak mengetahui, sehingga tanyalah kepada ahli, bukan kepada sembarangan orang. Jika ada orang-orang yang berkata kepada beliau, maka lihat dahulu siapa yang berbicara, tidak semua perlu ditanggapi. Maksud kalimat tangkap itu maknanya adalah segera proses.

Kedua ulama ini pun mengingatkan perlunya juga merevisi beberapa kalimat dari Kapolri:

Habib Ahmad Al Kaff menegaskan bahwa Aksi Damai Bela Quran atau Aksi Damai 411 adalah demo damai sampai akhir.

Panglima TNI: Indonesia Tanpa Umat Islam Bukan Indonesia

MUI adalah yang paling patuh terhadap hukum dengan membuat sikap keagamaan dengan sumber bukan dari Buni Yani. Maka proses jangan dicampuraduk. Perkara Buni Yani itu urusan Buni Yani, jangan dicampurkan dengan penyelidikan Ahok.

Tanyakan domain agama kepada ahli agama, bukan kepada yang bukan ahli agama.

Demo pertama 14 Oktober sejatinya juga demo damai, bahkan begitu ingin berniat baik, meski izin sampai jam 6 sore, jam 4 sudah pulang (dikorting), karena kepastian hukum telah diperoleh. Namun setelah 3 (tiga) minggu masa penantian ternyata tidak ada pergerakan, disinilah umat kemudian bangkit dan tidak pernah takut kepada apapun dalam bergerak. Namun demo ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu ditakuti.

Aa Gym mengingatkan bahwa tidak ada wajah jahat dari para peserta demo, mereka bergerak dengan sendirinya. Yang beraksi jangan diangap musuh, justru mereka adalah aset bangsa sesungguhnya. Mereka terluka tapi tidak membalas dan merusak. Tidak ada yang terancam, sampai rumput sekalipun dijaga. Mereka tidak minta negara dan harta, hanya minta adil yang kita cita-citakan. Untuk itu, jangan selalu obrolin masalahnya, tapi kita harus ambil pelajaran dari masalah.*

Wido Supraha | Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aksi Damai 411Aksi Damai Bela QuranILCIndonesia Lawyers ClubKarni IlyasSyafi'i Ma'arif
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahendra Ahirwar Penderita Miopati Kongenital Akhirnya Meninggal
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Mesir Adakan Dialog Aksi 4 November

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?