Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Kashmir ‘Diserang’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2019 20:50 8:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2019 20:50
Bagikan
pelanggaran HAM India
Bagikan

Oleh: Tariq A. Al-Maeena

 

Hidayatullah.com |PEMERINTAH semua internet dan sarana komunikasi lainnya di wilayah tersebut. Dan juga secara sepihak telah membatalkan perjanjian selama puluhan tahun yang ada untuk memastikan bahwa Kashmir suatu hari nanti akan memiliki suara mereka tentang penentuan nasib sendiri.

Serangan sengit oleh pemerintah Modi ini, yang semakin diekspos karena pendekatan Hindutva yang radikal dan ekstremis untuk menjadikan India tempat bagi umat Hindu, mengkhawatirkan, tidak hanya bagi minoritas yang tinggal di negara ini tetapi juga untuk seluruh wilayah.

Tetangga sebelah mereka, Pakistan tidak merasa terhibur oleh aktivitasnya baru-baru ini. Bahkan, PM Pakistan meminta bantuan internasional untuk menengahi dan menyelesaikan masalah Kashmir secara diplomatis yang memicu pemerintah India sayap kanan untuk mempercepat pencaplokan ilegal atas wilayah yang telah dilindungi di bawah banyak resolusi PBB itu.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Kembali pada tahun 1948, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi, membentuk komisi khusus untuk menyelidiki konflik setelah partisi di sub-benua yang mengarah pada penciptaan dua negara independen; India dan Pakistan.

Baca:  OKI Mengecam Kekerasan di Wilayah Kashmir

Setelah rekomendasi komisi, Dewan Keamanan memerintahkan dalam Resolusi 47, disahkan pada 21 April 1948, bahwa tentara Pakistan yang mundur dari Jammu & Kashmir (J&K) dan bahwa aksesi Kashmir ke India atau Pakistan ditentukan sesuai dengan pemungutan suara di bawah pengawasan PBB.

Selama 71 tahun sejak resolusi yang sangat menjanjikan itu, rakyat Kashmir tetap menunggu dan terperosok di antara politik India-Pakistan. Banyak yang telah mati secara alami, sementara banyak lainnya terbunuh secara tidak perlu melalui kekerasan. Pemungutan suara tidak pernah terjadi.

Perselisihan tentang Kashmir sebenarnya telah menyebabkan dua perang antara  kedua negara tetangga dan telah meningkatkan ketegangan sejak itu. Orang-orang di kawasan ini dikatakan memiliki aspirasi normal yang lebih sedikit daripada rekan-rekan mereka di bagian lain negara itu. Sobek dengan kekerasan berturut-turut dan terfragmentasi oleh seruan pemisahan oleh berbagai kelompok.

Keadaan kekerasan dengan janji-janji berkepanjangan di wilayah tersebut telah menyebabkan pembentukan banyak kelompok militan yang tidak melihat alternatif lain selain mengambil sikap dengan senjata dan peluru, yang mengarah ke siklus baru pembalasan dahsyat dan di mana banyak korban berada sering tidak bersalah.

Baca: 400 Politisi Ditahan India, Kashmir Jadi ‘Penjara Raksasa’..

Bebeberapa generasi telah lahir di wilayah itu, diperdenganrkan janji otonomi dari sejak mereka masih bergantung di pangkuan ibu mereka, hanya untuk tumbuh dan menyadari bahwa itu belum terealisasikan.

Masa depan Kashmir harus mengakhiri semua putaran kekerasan dan menjadi putaran baru manuver politik yang akan memuaskan aspirasi rakyat Kashmir dan aliansi yang tidak mengancam dengan tetangganya harus dimulai.

India hari ini merupakan negara yang bergerak menuju tujuan-tujuan fasis, namun hal itu tidak boleh terlewati tanpa teguran.

Semua bangsa-bangsa yang cinta damai harus bangkit untuk mengalahkan kejahatan ini sebelum ia menelan dirinya sendiri dan meledak. Dan jika India tidak berhenti dan menjauhkan diri dari agendanya saat ini, makan organisasi dan negara dunia harus memasukkannya ke daftar hitam seperti yang mereka lakukan di Afrika Selatan selama tahun-tahun pra-Mandela.

India yang fasis bukan pertanda baik bagi satu miliar orang. *

Artikel dimuat di Saudi Gazette. Terjemah Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaKashmirotonomi khususPakistanPasal 370pencaplokan kashmir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Saudi Kerahkan Seluruh Bus
Tulisan selanjutnya PBB: Hampir Tak Ada Informasi yang Keluar dari Kashmir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?