Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Hadramaut

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 20 Februari 2023 22:09 10:09 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 20 Februari 2023 22:07
Bagikan
Hadramaut
Bagikan

Hadramaut adalah kawasan pantai Arab Selatan dan termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Republik Yaman mulai dari Aden hingga Tanjung Ras al-Had, dianggap nenek moyang Arab asli atau :Arabnya Arab”

Hidayatullah.com | DAERAH asal orang-orang Arab yang bermukim di Indonesia. Hadramaut adalah seluruh kawasan pantai Arab Selatan dan termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Republik Yaman mulai dari Aden hingga Tanjung Ras al-Had.

Berbatasan dengan padang pasir Arab Tengah (Arab Saudi) di utara dan sisanya berbatasan dengan Laut Arab. Ada juga yang memberi batas kawasan Hadramaut hanyalah sebagian kecil dari Arab Selatan, yaitu pantai di antara desa-desa nelayan Ain, Bamakbad dan Saihut, beserta daerah pegunungan yang terletak di belakangnya.

Kawasan Hadramaut terdiri dari pantai berpasir dan pegunungan batu yang gersang. Di sepanjang pantai hanya terdapat bukit-bukit. Di balik bukit- bukit itu berdiri serangkaian gunung atau dataran tinggi yang sangat luas yang memiliki beberapa puncak.

Yang tertinggi di antaranya adalah Gunung al-Arsyah.  Di sana-sini dijumpai padang rumput dan hutan kecil pohon sibr, semacam kaktus berduri. Ada juga pohon yang kayunya menyerupai akasia yang bernama musyt.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Di daerah pantai terdapat sejumlah sumber air panas, yang sama sekali tidak dijumpai di daerah pedalaman.  Iklimnya sangat kering.

Di pedalaman, hujan turun paling banyak empat kali dalam setahun yang berlangsung dari awal Oktober hingga akhir Februari. Pada musim panas, Hadramaut sangat panas, sebaliknya, di musim dingin sangat dingin, terutama jika angin utara bertiup.

Terdapat dua pelabuhan penting di Hadramaut, yaitu asy-Syihr dan Mukalla. Keduanya merupakan kota pelabuhan yang ramai dikunjungi pendatang  untuk kepentingan dagang. Kota-kota penting di Hadramaut antara lain; Borum, al-Gail atau Gail Bawazir, al-Hami, ad-Dis, asy-Syirmah, Qosai’ar, al-Gorfah, Saywun, Taribah, as-Sowairi, Inat, al-Qasm, dan Tarim.

Nama Hadramaut berasal dari nama seorang tokoh legendaris bernama Hadramaut, namun tidak ditemukan informasi mengenai identitas dirinya. Penduduk Hadramaut menganggap dirinya keturunan Ya’rub bin Qahtan bin Hud.

Merupakan nenek moyang dari Al-‘Arab al-‘Aribah (“Arab asli”, atau “Arabnya Arab”), yang mana umumnya merujuk kepada Bani Qahtan. Jadi mereka termasuk ras Arab Selatan atau disebut juga Arab asli, yang dipertentangkan dengan Arab keturunan (Arab Muta’arribah).

Penduduk asli Hadramaut seluruhnya beragama Islam. Agama Islam masuk ke wilayah ini sejak abad pertama Hijriah. Islam dianut oleh penduduk secara turun-temurun.

Mereka hanya mengenal satu mazhab, yaitu Mazhab Syafii. Di Hadramaut terdapat tempat suci umat Islam yang bernama Qabr Hud (makam Hud).

Menurut keyakinan penduduk setempat, Qabr Hud adalah makam nenek moyang mereka, Nabi Hud AS. Di dekat makam itu terdapat sebuah masjid yang ramai dikunjungi peziarah, khususnya pada setiap tanggal 1l Sya’ban.

Tempat suci lainnya adalah makam Nabi Saleh AS, di lembah Sarr. Makam nenek moyang kaum sayid di Hadramaut, yaitu Ahmad bin Isa yang bergelar “al-Muhajir” dan Sayid Ahmad bin Muhammad al-Habsyi, terletak di Sya’ab Ahmad.

Makam nenek moyang Suku ‘Amud yang bernama Ahmad bin Isa juga dengan gelar “Amududdin” (Tiang Agama) terletak di Qadun. Di samping itu, dijumpai pula makam Aidid, seorang suci, di kota Aidid dan makam al-Aidrus, juga seorang suci, di asy-Syihr.

Penduduk terdiri dari empat golongan utama, yaitu golongan sayid (yang dianggap keturunan Nabi ﷺ), yakni keturunan Husein bin Ali bin Abi Talib, cucu Nabi Muhammad ﷺ.

Mereka bergelar Habib (jamak: Haba’ib) dan kaum perempuannya bergelar Habibah. Kata sayid Jamak: Sãdah, dan bentuk femininnya Syarifah) hanya digunakan sebagai atribut atau keterangan dan bukan sebagai gelar.

Golongan sayid sangat besar jumlahnya di Hadramaut. Mereka membentuk kebangsawanan beragama yang sangat dihormati sehingga secara moral sangat berpengaruh di kalangan penduduk.

Mereka terbagi dalam kabilah-kabilah (suku-suku) dan banyak di antaranya yang mempunyai pemimpin turun-temurun yang bergelar munsib. Para munsib tinggal di lingkungan keluarga yang paling besar atau di tempat asal keluarganya.

Semua munsib diakui sebagai pemimpin agama oleh suku- suku yang berdiam di sekitar mereka. Di samping itu mereka juga dianggap sebagai penguasa daerah tempat tinggal mereka.

Selain golongan sayid, dikenal pula kelompok suku-suku (kabilah-kabilah) yaitu kelompok yang membentuk satu kesatuan suku atau kabilah. Golongan inilah yang biasanya menyandang senjata sebagai tentara atau polisi.

Pada mulanya mereka berkelompok dalam keluarga-keluarga yang terpi sah satu sama lain. Jumlah anggota dalam setiap keluarga sangat bervariasi.

Ada kelompok keluarga yang anggotanya lima puluh orang dan ada pula yang sampai dua ratus orang. Untuk membedakan satu keluarga dari lainnya mereka memakai kata “banu’ atau “bani” (yang berarti keturunan), misalnya Banu Kindah.

Kepala suku disebut mukadam (orang terkemuka), sedangkan kepala keluarga atau cabang disebut abu (bapak). Mukadam sebuah suku yang dibentuk dari sejumlah keluarga menjadi abu dari keluarganya sendiri biasanya yang paling tua dan paling kuat di dalam suku itu.

Apabila seorang kepala suku atau kepala keluarga meninggal, anak laki-laki dari garis ayah dan para sayid yang paling berpengaruh di daerah itu berkumpal untuk memilih penggantinya. Meskipun demikian pemilihan itu terbatas.

Hanya anak lelaki yang memiliki hubungan darah paling dekat dengan almarhum yang lebih berhak menggantikannya, dengan syarat ia mampu mengemban tugas sebagai kepala suku.

Golongan ketiga adalah golongan menengah, yaitu penduduk secara umum, baik yang bermukim di kota maupun di desa. Mereka bukan anggota suku mana pun dan bukan pula sayid.

Mereka terdiri dari kaum pedagang, pengrajin, petani, dan buruh. Masyarakat golongan menengah ada yang bergelar “syekh” yaitu semacam gelar kehormatan bagi orang-orang yang berilmu tinggi.

Kedatangan koloni Arab dari Hadramaut ke Indonesia diperkirakan sejak abad pertengahan (abad ke-13). Pada masa itu telah terjalin hubungan dagang yang erat antara Indonesia dan Arab Selatan, khususnya Muskat da Teluk Persia.

Awalnya kedatangan mereka adalah berdagang. Namun selanjutnya berkembang menjadi dakwah dan mengajarkan Islam, dan tidak ingin kembali ke negerinya dan menjadi penduduk Indonesia.*/Ensiklopedi Islam

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hadramaut. yamanHeadlinePilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak Kadyrov Tiru Wagner, Ramzan Kadyrov Ingin Buat Kelompok Tentara Bayaran
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Berencana Kerahkan Penjaga Wanita di Masjid Nabawi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?