Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Pemberontak Al Hautsi: Dari Pendidikan Menuju Gerakan Bersenjata

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 April 2015 08:14 8:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 April 2015 08:14
Bagikan
Milisi pemberontak Syiah Al Hauti di Yaman
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemberontak Syiah Al-Hautsi (Syiah Al Houthi) kini mencuat dalam percaturan politik internasional terkait konflik sektarian dan sukses gerakan yang diduga didukung Iran ini dalam menguasai bagian luas di Yaman.

Momentum kebangkitan kelompok Syiah Al-Hautsi (Syiah Al Houthi ) dalam percaturan politik nasional di Yaman terjadi bulan Agustus 2014. Ketika itu pimpinan pemberontak Syiah Al-Hautsi, Abdul Malik al Houthi yang didukung ribuan demonstran yang turun ke jalanan menuntut pemerintah Yaman yang dipimpin presiden Abdurabbu Mansyur Hadi membatalkan pencabutan subsidi BBM yang diumumkan sebulan sebelumnya.

Al-Hautsi mengancam akan menggulingkan presiden jika tuntutan itu tidak dikabulkan. Selain itu kaum Syiah Al-Hautsi juga menuntut lebih banyak pembagian kekuasaan lewat perwakilan kelompok etnis, religius dan aktivis dalam pemerintahan setelah digulingkannya presiden Ali Abdullah Saleh pada 2011. (Baca: Siapa Pemberontak Syiah Hautsi Yang Diperangi Koalisi Negara Arab? [1] & [2] )

Sebagaimana diketahui, kelompok Syiah Al Hautsi berperan besar dalam penggulingan Saleh dan naiknya wakil presiden Mansyur Hadi menjadi presiden baru.

Ketegangan antara kelompok Al-Hautsi melawan presiden Hadi mula-mula mereda setelah tercapainya kesepakatan damai lewat mediasi petugas PBB untuk Yaman, Jamal Benomar.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Hadi juga mengundang kaum Al-Hautsi untuk duduk dalam pemerintahan persatuan nasional. Juga presiden Hadi mengajukan syarat, semua kelompok Al-Hautsi agar ditarik dari Ibu Kota Sana’a agar tuntutan dipenuhi.

Pendudukan Istana

Namun konflik kembali pecah bulan Januari 2015 saat presiden Hadi mengumumkan rancangan konstitusi baru untuk pembentukan enam kawasan federasi Yaman. Langkah ini dipandang oleh kelompok Syiah Al-Hautsi sebagai upaya melemahkan mereka. Presiden Hadi tetap ngotot dengan rencananya, yang memicu pemberontakan kaum Syiah Al-Hautsi.

Kaum Syiah Al-Hautsi akhirnya menggelar aksi protes anti pemerintah di Sanaa menuntut pembatalan pembntukan 6 kawasan federasi.

Dengan cepat pemberontak Al-Hautsi bisa menguasai kawasan luas di Yaman dan merebut Ibu Kota Sanaa pada bulan Februari 2014. Presiden Hadi kemudian mengungsi ke Aden dan akhir bulan lalu ke Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh.

Kini kaum Al-Hautsi bahkan sudah berhasil merebut pusat kota Aden, kubu pertahanan terakhir presiden Hadi yang didukung koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi.

Pemberontak Syiah Al-Hautsi diduga didukung oleh Iran dengan logistik dan persenjataan. Walau dibantah, namun diperkirakan semua bantuan dikirim lewat udara maupun lewat laut.

Asal mula gerakan

Pergerakan kaum Al-Hautsi yang menguasai wilayah Saad di utara Yaman didirikan resmi pada awal tahun 1990-an dengan nama resmi Ansharullah (Tentara Allah).

Pendirinya adalah Husein Badruddin al Houthi yang mula-mula mengusung visi pendidikan luas dan kebudayaan bagi generasi muda Yaman. Kelompok ini menganut faham Syiah Zaidiyah yang sudah mengakar di kawasan itu sejak 1000 tahun. [Baca: Zaidiyah dan Al-Hautsi Serta Cikal-Bakal Pemberontakan di Yaman]

Gerakan pendidikan dan kebudayaan itu berubah menjadi gerakan bersenjata, setelah pendirinya Hussein al Huothi terbunuh oleh serdadu yang dikrimkan presiden Ali Abdullah Saleh pada tahun 2004.

Ketika itu kaum Al-Hautsi mendukung aksi protes terhadap presiden Saleh di sebuah masjid di Sana’a. Kaum Al-Hautsi juga berperan besar dalam gerakan yang menumbangkan presiden Saleh pada 2011.

Para analis politik dari Amerika menyebutkan, sebetulnya kaum Al-Hautsi hanya menuntut pembagian kekuasaan lebih besar dalam pemerintahan nasional. Juga kelompok Syiah ini ingin menggolkan tuntutannya bagi otonomi luas kawasan Sa’ada di utara Yaman. Tapi sejarah menunjukkan, sikap ngotot presiden Mansyur Hadi yang didukung kaum Sunni di Arab Saudi memicu perang sektarian di Yaman.

Kini pemberontak Al-Hautsi praktis sudah menguasai seluruh Yaman yang dalam keadaan vakum kekuasaan ditinggal presidennya yang meminta perlindungan ke Arab Saudi hingga terjadilah serangan Negara koalisi dalam operasi bertajuk Ashifatul Hazm (Badai Penghancur).* DW DE

Gerakan pendidikan dan kebudayaan itu kini menjadi gerakan bersenjata

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranKoalisi Arab Serang SyiahPemberontakan Syiahsyiahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 100 Polwan Polda Kalbar Sudah Berhijab
Tulisan selanjutnya UIKA dan LIPIA Adakan Pelatihan Terjemah Bahasa Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?