Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

China Diduga ‘Memanen Organ-organ’ Para Tahanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juni 2019 06:50 6:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2019 06:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah tribunal independen di London menyimpulkan bahwa pembunuhan para tahanan di China demi tranplantasi organ masih terus berlangsung, dan korbannya termasuk para pengikut gerakan Falun Gong.

Ketua The Independent People’s Tribunal, yang juga dikenal sebagai The China Tribunal,  Sir Geoffrey Nice QC, yang dulunya merupakan seorang jaksa di pengadilan kriminal internasional untuk bekas Yugoslavia, mengatakan pengadilan sepakat bahwa, “yakin Falun Gong sebagai sumber organ – mungkin sumber utama – dari pengambilan paksa organ secara paksa”.

“Kesimpulan menunjukkan bahwa sangat banyak orang telah mati dengan mengerikan tanpa alasan, bahwa lebih banyak orang yang menderita karena hal yang sama dan bahwa kita semua hidup di sebuah planet di mana kejahatan ekstrim dapat ditemukan di dalam kekuasaan – untuk saat ini – mereka yang menjalankan negara dengan salah satu peradaban tertua yang diketahui oleh manusia modern.

“Tidak ada bukti bahwa praktik itu telah dihentikan dan  pengadilan yakin bahwa hal itu terus berlangsung,” tambahnya dikutip The Guardian.

Tribunal telah menerima bukti dari para ahli medis, penyelidik hak asasi manusia dan sumber lainnya.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Diantara mereka yang terbunuh, diduga, merupakan anggota agama minoritas seperti Falun Gong. Persekusi terhadap kelompok itu dimulai pada tahun 1999 setelah kelompok tersebut menarik puluhan juta pengikut dan dianggap merupakan ancaman oleh partai komunis.

Baca:  1 Juta Umat Islam Ditahan di Kamp Isolasi China 

China mengumumkan pada tahun 2014 bahwa pihaknya akan berhenti mengeluarkan organ untuk transplantasi dari para tahanan yang dieksekusi dan menolak klaim itu yang katanya bermotivasi politik dan tidak benar.

Pengadilan itu diinisiasi oleh Koalisi Internasional untuk Mengakhiri Penyalahgunaan Transplantasi di China (Etac) dan para anggotanya, yang semua bekerja tanpa dibayar termasuk para ahli medis.

Waktu tunggu untuk transplantasi yang ditawarkan oleh rumah sakit di China sangat pendek, pengadilan mencatat, seringkali hanya beberapa minggu.

Para penyelidik menghubungi rumah sakit-rumah sakit di China terkait transplantasi untuk pasien, pengadilan mengatakan, telah diberitahu pada masa lalu bahwa sumber dari beberapa organ berasal dari para pengikut Falun Gong.

Para mantan tahanan Falun Gong dan Uighur telah memberikan kesaksian mereka tentang tes medis yang berulang kali mereka lalui di penjara China.

Jennifer Zeng, seorang aktivis Falun Gong yang pernah dipenjara selama satu tahun di kamp kerja paksa perempuan, memberikan bukti kepada Tribunal China tentang apa yang dia katakan pemeriksaan medis berulang dan tes darah yang dialami para tahanan.

Dia mengatakan pada the Guardian: “Pada hari kami dipindahkan ke kamp kerja paksa, kami dibawa ke sebuah fasilitas medis di mana kami menjalani pemeriksaan fisik. Kami diinterogasi tentang penyakit apa yang kami miliki dan Saya mengatakan pada mereka Saya memiliki hepatitis.

“Yang kedua kali, setelah sebulan berada di kamp, semua orang diborgol dan ditempatkan di dalam sebuah van dan dibawa ke rumah sakit besar. Itu untuk pemeriksaan fisik menyeluruh. Kami menjalani X-ray. Yang ketiga terjadi di kamp, mereka mengambil sampel darah kami semua. Kami diperintahkan untuk berbaris di koridor dan tes dilakukan.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [1]

Zeng, yang melarikan diri dari China pada 2001, tidak melihat bukti langsung dari pengambilan organ secara paksa namun sejak itu telah membaca laporan lain, dia telah mempertanyakan apakah tes tersebut merupakan bagian dari proses seleksi medis.

Dalam pernyataannya kepada pengadilan, dia mengatakan: “Para tahanan kamp kerja paksa tidak diperbolehkan bertukar detail kontak, sehingga tidak mungkin melacak satu sana lain setelah mereka dibebaskan. Ketika seseorang menghilang, Saya berasumsi dia telah dibebaskan atau telah pulang ke rumah.

“Namun pada kenyataannya hal itu tidak bisa dikonfirmasi, karena Saya tidak memiliki cara untuk melacak orang lain setelah pembebasan saya dan Saya sekarang khawatir mereka mungkin telah dibawa ke rumah sakit dan organ mereka diambil secara paksa dan membunuh mereka dalam prosesnya.”

Sebanyak 90.000 operasi transplantasi terjadi setiap tahun di China, pengadilan memperkirakan, angka yang jauh lebih tinggi daripada angka yang diberikan sumber-sumber resmi pemerintah.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacuci otakFalun Gongorgan tubuhtranplantasi organ Tubuhuighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin dan Pemenuhan Janji
Tulisan selanjutnya Begilah Cara Pemukim Yahudi untuk ‘Mengusir’ Warga Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?