Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Solusi Buya Natsir untuk Mempersatukan Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Desember 2019 09:23 9:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Desember 2019 09:23
Bagikan
Mohammad Natsir
Bagikan

Hidayatullah.com | CITA-cita luhur persatuan umat Islam, sejak dulu menjadi impian setiap Muslim sejati. Namun, pada kenyataannya, tak kunjung tiba.

Pada realitanya, hingga saat ini, umat Islam belum bisa benar-benar bersatu.

Sewaktu beberapa tahun lalu ada Aksi Damai 212 berikut bagian-bagian terkait dengannya, ada semacam angin segar harapan bagi umat bahwa persatuan sudah di hadapan mata.

Akan tetapi, rupanya gegap gempita dari Aksi Damai yang menggambarkan persatuan itu, masih perlu diuji. Pasalnya, kian hari terlihat makin luntur dan kembali pada keadaan semula.

Apakah dengan demikian, persatuan umat Islam sudah mustahil terjadi, atau paling tidak sangat sulit terealisasi? Terlebih, banyaknya benturan paham antarkelompok umat Islam, kepentingan golongan dan semacamnya yang justru menumbuhsuburkan perpecahan tak kunjung reda.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Apa solusinya? Dari Buya Natsir, setidaknya ada analisis dan solusi untuk mewujudkan persatuan dan mengatasi perpecahan.

Dalam Majalah Bulanan Serial Khutbah Jum’at No. 55 (1986: 41-44) dicantumkan tulisan Natsir bertajuk “Mempersatukan Ummat”.

Terkait hal ini, beliau mengajukan 2 pertanyaan mendasar: (1) Kenapa jadi begitu? (2) Kalau kita menginginkan persatuan umat Islam, apa yang harus kita usahakan?

Jawaban dari pertanyaan pertama dilandasi Natsir dengan Surat Al-Hujurat ayat 10.

Mengapa pada umumnya umat Islam itu tahu pentingnya persatuan tapi pada kenyataannya sulit bersatu?

Berdasarkan ayat tersebut, umat masih dalam kondisi demikian karena mereka statusnya masih pada level muslim, belum ke tingkat mukmin.

Persatuan terwujud pada orang-orang mukmin

Mereka bersatu dalam ikatan saudara. Rasa persaudaraan yang tumbuh dari keimanan.

Keimanan yang menjelma menjadi ibadah khusyu dalam beramal saleh; sampai pada budi pekerti bermutu tinggi.

Keimanan yang melahirkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bahkan menjadikan pemiliknya mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu.

Bila keimanan ini kuat, maka persaudaraan, persatuan akan wujud dan terpelihara dengan baik. Sebaliknya, jika melemah, maka persatuan kian terkikis.

Selanjutnya, jawaban dari soal nomor dua adalah untuk mencapai persatuan, berangkatnya bukan semata dari dari ilmu dan pengetahuan tentang persatuan.

Titik tolak persatuan adalah hati. Makanya kata Pahlawan Nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan ini, “Soal persatuan ialah terutama soal qalbu, soal hati. Soal Wijhah, yakni tujuan hidup yang diniatkan oleh hati hendak dicapai. Dan soal kebersihan amal untuk mencapai tujuan itu dengan keikhlasan hati.”

Dari sini bisa dikatakan bahwa jika umat ingin bersatu maka harus berangkat dari hati bersih dan ikhlas yang bertujuan semata untuk mencari rida Allah.

Bila masing-masing dari umat Islam, menjadikan rida Allah sebagai orientasinya, niscaya hal-hal kecil yang bisa merusak persatuan akan bisa diatasi.

Ketika ini menjadi pemantiknya, maka umat akan lebih fokus kepada hal-hal makro. Dibanding dengan hal-hal kecil yang bisa menodai persatuan.

Mencari keridhaan Allah inilah yang bisa membuat umat bersatu. Inilah makna dari ayat 10 dari surah al-Hujurat, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu saudara.”

Natsir berkata, “Carilah keridhaan Allah yang Satu, agar dapat kita bersatu.” Lanjut beliau, “Jangan cari benda-benda bertebaran; nanti kita akan bertebaran lantaran ya.”

Bisa dibayangkan, jika umat Islam sudah naik ke level mukmin, kemudian orientasi mereka adalah hanya keridaan Allah; semua kepentingan pribadi dikesampingkan, insya Allah –sebagaimana pandangan Natsir– umat Islam akan bisa bersatu dan terhindar dari perpecahan. Masalahnya sudahkan kita berupaya menuju ke situ? Sementara iblis dan para pengikutnya tidak akan rela melihat umat bersatu./*Mahmud B Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mohammad Natsirmukminpersatuan umatsejarahukhuwah Islamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kenapa Banyak Orang India yang Memprotes UU Kewarganegaraan?
Tulisan selanjutnya BNPB: 475 Meninggal, 108 Orang Hilang karena Bencana Tahun 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?