Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Kisah Ulama Salaf dan Ramadhan (2): Tinggalkan Aktivitas Demi Al-Qur`an

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 April 2022 22:48 10:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 April 2022 08:00
Bagikan
Kisah Ulama Salaf dan Ramadhan; Sedekah
Bagikan

Aswad bin Yazid an-Nakha’i al-Kufi, seorang ulama salaf, ketika Ramadhan ia mampu membaca dan khatam al-Qur’an setiap dua hari

Daftar isi
  • Ulama Salaf Berlomba-lomba Mengkhatamkan Al-Qur’an
  • Tinggalkan bacaan hadits demi al-Qur`an
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | BERBAGAI ulama salaf mempunyai bermacam cara dalam memuliakan bulan Ramadhan dengan al-Qur’an. Di bulan Ramadhan, kesibukan para ulama beribadah sangat tinggi, ada yang khatam al-Qur`an tiga hari sekali, dua hari sekali, dan setiap hari, bahkan ada yang khatam sehari tiga kali.

Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur`an. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa di tiap tahunnya Jibril AS membacakan al-Qur`an kepada Rasulullah ﷺ. Itu dilakukan di tiap-tiap malam selama Ramadhan.

Berpedoman dengan Hadits di atas, al-Hafizh Ibnu Hajar berpendapat bahwa terus-menerus membaca al-Qur`an di bulan Ramadhan akan menambah kemuliaan bulan itu. ( dalam Fath al-Bari, 9/52). Karena itulah, para ulama salaf amat memperhatikan amalan membaca al-Qur`an di bulan yang mulia itu. Mereka bahkan mencurahkan seluruh kemampuan dalam melaksanakannya.

Ulama Salaf Berlomba-lomba Mengkhatamkan Al-Qur’an

Sebagaimana dilakukan oleh Sayyidah ‘Aisyah RA, di saat bulan Ramadhan beliau memulai membaca al-Qur`an sejak awal siang.  Hal yang sama dilakukan oleh para tabi’in, contohnya Zubaid bin Harits al-Yami (122 H). Jika tiba bulan Ramadhan, maka ia menyediakan al-Qur`an dan mengundang para sahabatnya. (Lathaif al-Ma’arif, 319).

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Aswad bin Yazid an-Nakha’i al-Kufi adalah ulama salaf yang mampu mengkhatamkan al-Qur`an dalam bulan Ramadhan setiap dua hari. Beliau tidur hanya di waktu antara Maghrib dan Isya’. Sedangkan di luar Ramadhan, Aswad mengkhatamkan al-Qur`an dalam waktu enam hari.

Ada pula Qatadah bin Diamah. Dalam hari-hari “biasa”, tabi’in ini mengkhatamkan al-Qur`an sekali tiap pekan. Tetapi tatkala Ramadhan, beliau mengkhatamkan Kitabullah sekali dalam tiga hari. Apabila datang sepuluh hari terakhir, beliau mengkhatamkannya sekali dalam semalam. (dalam Hilyah al-Auliya, 2/224 dan 228).

Tabi’in lain yang layak jadi rujukan adalah Abu al-Abbas Atha’. Subhanallah, di hari-hari biasa ia mengkhatamkan al-Qur`an sekali dalam sehari. Ketika bulan Ramadhan, Abu al-Abbas mampu mengkhatamkan tiga kali dalam sehari. (dalam Hilyah al-Auliya, 10/302).

Ada pula Said bin Jubair. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu saat tabi’in ini membaca al-Qur`an di al-Haram pada bulan Ramadhan. Lalu beliau berkata kepada Wiqa’ bin Abi Iyas, “Pegangkan Mushaf ini.” Beliau tidak pernah beranjak dari tempat duduknya itu, kecuali setelah mengkhatamkan al-Qur`an.

Diriwayatkan juga dari Said bin Jubair, beliau pernah mengatakan, “Jika sudah masuk sepuluh hari terakhir, aku melakukan mujahadah yang hampir tidak mampu aku lakukan.”

Said bin Jubair juga menasihati, “Di malam sepuluh terakhir, jangan kalian matikan lentera.” Maksudnya, agar umat Islam menghidupkan malamnya dengan membaca al-Qur`an. (dalam Mir’ah al-Jinan, 1/ 197).

Tinggalkan bacaan hadits demi al-Qur`an

Perkara yang dilakukan oleh para Sahabat dan tabi’in diikuti oleh para ulama setelah mereka. Contohnya dilakukan oleh Imam Malik.

Ibnu Abdil al-Hakam menyampaikan, “Jika masuk bulan Ramadhan, Imam Malik meninggalkan pembacaan Hadits dan majelis ilmu, kemudian memutuskan untuk membaca al-Qur`an dengan mushaf.”

Jika untuk hal yang mulia seperti majelis ilmu saja ditinggalkan oleh para ulama, tentu menyibukkan diri dalam hal-hal yang berkenaan dengan urusan dunia lebih dihindari oleh mereka.

Hal serupa dilakukan oleh Sufyan ats-Tsauri. Kata Abdur-Razaq, “Sufyan ats-Tsauri ketika memasuki bulan Ramadhan meninggalkan seluruh ibadah, kecuali membaca al-Qur`an.” (dalam Lathaif al-Ma’arif, 318).

Menarik pula yang dilakukan oleh al-Qazwini (590 H), seorang ulama mazhab Syafi’i yang masuk golongan mereka yang bermujahadah dalam bulan Ramadhan. Aktivitas beliau agak berbeda dengan amalan-amalan para ulama lain.

Setelah shalat Tarawih, al-Qazwini membuka majelis tafsir al-Qur`an yang dihadiri banyak orang. Beliau menafsirkan surat demi surat semalam suntuk, hingga datang waktu Subuh. Kemudian beliau melakukan shalat Shubuh bersama para jamaah dengan kondisi masih terjaga wudhunya semenjak Isya’. Seakan tidak memiliki rasa lelah, setelah itu beliau mengajar di madrasah Nizhamiyah sebagaimana biasanya. (Thabaqat asy-Syafi’iah al-Kubra, 6/10).*/Thoriq

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kisah ulamaRamadhanulama salaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya wanita ukraina masuk islam Wanita Ukraina Masuk Islam karena Adzan selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya Organisasi Radikal Berkampanye Melarang Jasa Pengemudi Muslim India di Kuil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?