Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

India Manfaatkan Musibah Corona untuk Gebuk Muslim

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 April 2020 09:16 9:16 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 April 2020 09:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Para pemimpin Muslim di India meminta pemerintah India untuk fokus pada upaya pertolongan, ketika polisi malah melakukan penyelidikan yang lebih luas sampai masuk masalah keuangan, rincian pajak dan daftar anggota organisasi. Penyelidikan ini dilakukan setelah Markaz Jamaah Tabligh di Ibu Kota Delhi ditetapkan sebagai salah satu klaster penyebatan Covid-19 di India.

“Kami menuntut agar FIR (laporan pertama polisi) yang diajukan terhadap Jamaah Tabligh seharusnya dicabut. Ini bukan waktunya mencari kesalahan. Sebaliknya, kita semua harus fokus pada memberikan bantuan sebanyak mungkin kepada mereka yang berada dalam kesulitan,” kata sebuah pernyataan yang dirilis oleh tujuh pemimpin Muslim dan intelektual terkemuka India, sebagaimana laporan Anadolu Agency.

Salah satu pendatangan pernyataan ini adalah Zafarul Islam Khan, ketua Komisi Minoritas Delhi. Ia mengatakan saat Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan karantina wilayah atau lockdown dan meminta rakyatnya untuk tetap tinggal di dalam. Orang-orang jamaah tabligh menerima dan himbauan pemerintah dengan tetap di masjid dan tidak keluar.

“Saat ini, kita berhadapan dengan sebuah krisis yang melibatkan kelangsungan hidup umat manusia. Upaya apapun yang memberikan pelintiran sektarian akan melemahkan pertempuran kita melawan virus mematikan ini,” kata para intelektual ini termasuk Akhtarul Wasey, rektor Universitas Maulana Azad, Kodhpur, Rajasthan dan Masoom Moradabadi, sekretaris All India Urdu Editors Conference.

Asasudin Owaisi, anggota parlemen dan presiden Majlis-e-Ittehadul Muslimeen Seluruh India mengatakan tindakan yang menimbulkan konflik ketegangan agama memanfaatkan pandemi ini sangat memalukan.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

“Insiden Jamaah Tabligh sedang dieksploitasi untuk menyalahkan semua Muslim atas COVID-19. Pertemuan akbar dimulai pada 13 Maret dan Kementrian Kesehatan mengatakan di hari yang sama bahwa virus corona bukanlah keadaan darurat kesehatan,” ujar Owaisi dalam tweetnya.

Operasi evakuasi selama lima hari

Sebelumnya dalam operasi selama lima hari, polisi dan pejabat kesehatan mengevakuasi 2.361 orang dari markas Jamaat Tabligh yang berlokasi di wilayah Nizamuddin, Delhi. Pemerintah mengklaim bahwa sejauh ini 400 orang yang telah tinggal di markas itu dinyatakan positif,  dengan korban meninggal sebanyak 19 orang.

Dari mereka yang dievakuasi, 1804 orang telah dikarantina dan sisanya telah dirawat di rumah sakit di seluruh kota. Seorang dokter yang bertugas di All India Institute of Medical Sciences diuji positif pada hari Kamis, setelah dilaporkan mengunjungi Markaz.

“Pemerintah juga telah membatalkan visa 960 orang asing karena melanggar persyaratan visa. Semuanya juga masuk daftar hitam. Kementerian Dalam Negeri telah mengidentifikasi 9000 anggota Jama’ah Tabligh lainnya dan identitias mereka, dan menempatkan mereka di karantina,” kata Menteri Dalam Negeri India Amit Shah, dalam sebuah pengarahan media secara online.

Acara yang berlangsung dari 13-15 Maret, ribuan anggota Jamaah Tabligh berkumpul termasuk orang asing.

“Mereka mengatakan FIR telah diajukan terhadap Jamaat pada tanggal 31 Maret. Tapi kami masih belum menerima salinannya. Sesuai undang-undang, salinan FIR harus mencapai pihak terkait dalam waktu 24 jam. Kami menghubungi polisi, tetapi mereka mengatakan bahwa kasus tersebut telah dipindahkan ke Cabang Kejahatan. Cabang Kejahatan telah menolak untuk memberikan salinan sejauh ini,” kata Shahid Ali, seorang pengacara yang disewa oleh Jamaah Tabligh.

“Kami siap bersikap koperatif dengan penyelidikan dari pemerintah India, sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya kepada Anadolu Agency.

Pemberitahuan baru polisi

Ketika dihubungi Anadolu Agency, Kepolisian Delhi menolak untuk menjawab pertanyaan apapun, tentang bagaimana mereka mengizinkan orang asing untuk menghadiri pertemuan massal di tengah kekhawatiran COVID-19.

“Kasus ini telah dipindahkan dan kami tidak dapat mengungkapkan apa pun,” kata juru bicara Kepolisian Delhi.

Sementara itu, dalam sebuah pemberitahuan baru, polisi telah meminta Maulana Mohammad Saad, kepala Jamaat, untuk mengajukan rincian pengembalian pajak penghasilan dan rincian bank selama tiga tahun terakhir. Polisi juga memintanya untuk menyerahkan daftar anggota, jumlah pertemuan yang diadakan sejak Januari dan nama dan rincian semua peserta yang berada di masjid sejak 12 Maret.

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:delhiIndiaislamophiaJamaah Tablighmuslim India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Isbat Ramadhan Digelar Jarak Jauh 23 April
Tulisan selanjutnya Aisyah Istri Rasulullah dan Syariat Tayamum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?