Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mengenal Bisht, Jubah Tradisional Arab yang Dipakai Messi saat Juara Piala Dunia

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Desember 2022 00:10 12:10 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 Desember 2022 07:00
Bagikan
bisht
Bagikan

Emir Qatar memakaikan bintang Argentina Leinel Messi jubah tradisional bisht sebelum dia mengangkat trofi Piala Dunia

Daftar isi
  • Bisht terbuat dari apa?
  • Apa yang artinya Bisht?
  • Di mana saja jubah dipakai?
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com — Dalam momen yang tidak diragukan lagi akan dikenang sebagai pencapaian puncak dalam karirnya, bintang sepak bola Argentina Lionel Messi berjalan menuju rekam timnya membawa trofi Piala Dunia sambil mengenakan jubah tradisional Arab.

Jubah tersebut dipakaikan kepada Messi oleh Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani.

Juga dikenal sebagai mishlah, aba, atau abaya, jubah tradisional Arab yang panjangnya hingga pergelangan kaki itu bukanlah hal yang unik di Qatar. Bisht dapat ditemukan dalam berbagai bentuk di seluruh Timur Tengah.

Pada awalnya digunakan oleh para Badui untuk berlindung ketika musim dingin, jubah tradisional itu sekarang digunakan untuk acara-acara penting. Jubah Bisht di masa kini sering digunakan oleh mempelai pria pada acara pernikahannya, atau oleh para bangsawan pada acara formal dan bahkan dapat dikenakan saat menghadiri pemakaman.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Menurut MEE, jubah Arab ini menggambarkan status dan keagunangan, dan biasa dikenakan oleh para Imam terutama di negara Teluk ketika memimpin sholat.

Bisht terbuat dari apa?

Bisht kualitas terbaik terbuat dari bulu unta yang dipintal, yang menghasilkan kain halus yang mirip dengan kashmir.

Namun, bisht juga dapat dibuat dari bulu kambing, atau wol. Sedangkan bisht kualitas yang lebih terjangkau biasanya terbuat dari kapas dan poliester. Kains bisht kemudian diwarnai, sebagian besar berwarna hitam, tetapi ada juga yang berwarna cokelat dan putih.

Jahitan emas mencolok, yang dikenal sebagai zari, digunakan untuk menyulam jubah dengan benang yang biasanya terbuat dari sutra, atau benang emas dan perak. Pola seperti itu biasanya mengikuti garis leher atau tepi gaun.

Tanpa kancing, jubah itu dibiarkan terbuka untuk digantung, atau ditarik dengan satu tangan dan dipegang ke samping saat berjalan.

Apa yang artinya Bisht?

Ada yang mengatakan kata bisht berasal dari bahasa Akkadia kuno yang diucapkan di Mesopotamia (Irak modern) di mana kata bishtu berarti “bangsawan”, yang lain berpendapat bahwa kata tersebut berasal dari kata Persia, pusht, yang berarti “untuk di punggung”.

Menurut tradisi Persia, peziarah dari wilayah itu dikatakan telah memperkenalkan pakaian tersebut ke semenanjung Arab setelah berdirinya Islam.

Meskipun kata yang tepat bisht tidak digunakan, terdapat bukti bahwa suku-suku Arab mengenakan pakaian ini jauh lebih awal.

Sejarawan Yunani Herodotus dari bbad kelima SM menggambarkan pakaian mirip bisht yang dikenakan oleh orang Arab dalam Histories.

“Orang-orang Arab mengenakan zeira, atau jubah panjang, diikat dengan ikat pinggang; dan membawa busur panjang di sisi kanan mereka, yang jika dilepas akan bengkok ke belakang,” tulisnya.

Di mana saja jubah dipakai?

Jubah tidak hanya populer di Teluk tetapi dipakai di seluruh dunia Arab, di kalangan Muslim, serta Kristen dan Yahudi.

Jubah secara tradisional dikenakan di wilayah Levant oleh pendeta Kristen dan Yahudi, dengan yang dikenakan oleh yang terakhir, yang dikenal sebagai me’il. Di Maroko pakaian luar serupa, yang dikenal sebagai burnous memiliki tudung runcing tambahan.

Nabi Muhammad dikatakan pernah mengenakan bisht coklat, yang masih dipajang di museum Istana Topkapi di Istanbul hingga saat ini.

Bahkan ada beberapa akademisi yang mengklaim bahwa toga yang dikenakan lulusan universitas pada upacara di seluruh dunia pada awalnya terinspirasi dari bisht.

Menurut para sejarawan ini, toga pertama kali diberikan kepada lulusan Universitas Al-Qarawiyyin Maroko pada abad kesembilan untuk membedakan seorang sarjana dari masyarakat lainnya.*


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bishtbisht arabEmir QatarJubah Tradisional ArabLionel Messipiala dunia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fotografer Hidayatullah.com Raih Juara 1 AJP 2022 Teritori Jatimbalinus
Tulisan selanjutnya Swedia Tolak Ekstradisi Jurnalis Turki yang Dituduh Berusaha Menggulingkan Erdogan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?