Hidayatullah.com–Pada Selasa (30/7) siang, delegasi Taliban bertemu dengan pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta untuk berdialog mengenai kondisi mutakhir di Afghanistan.
“Mereka mengatakan Amerika Serikat sudah siap keluar. Jadi Taliban akan berdamai dengan pemerintah Afghanistan dan meminta dukungan Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas dikutip Anadolu Agency saat menerima perwakilan Taliban. Indonesia kembali akan menggelar pertemuan ulama tiga negara Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia pada Agustus mendatang.
Yunahar juga menyampaikan, Taliban akan diundang dalam pertemuan ulama tiga negara yang akan diselenggarakan di Jakarta.
“Sekarang mereka akan hadir secara resmi. Kami berharap perdamaian di Afghanistan bisa terwujud,” kata Yunahar, kepada Anadolu Agency, pada Selasa di Jakarta.
Baca: Wapres JK Terima Pimpinan Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Zaitun Rasmin menyambut positif kesiapan Taliban untuk mengikuti forum ulama tiga negara.
Sebab selama ini, kata Zaitun, delegasi Taliban hanya diwakili ulama Pakistan saat melakukan dialog perdamaian.
“Kehadiran Taliban ini tak lepas dari peran Wakil Presiden Jusuf Kalla yang selalu sabar [mengajak Taliban],” kata Zaitun, kepada Anadolu Agency.
Taliban, kata Zaitun, menilai Indonesia sangat sungguh-sungguh untuk merajut perdamaian di Afghanistan.
Hari Sabtu (17/7) lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan salah seorang pendiri dan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar.
Pertemuan digelar dalam suasana santai di kediaman Wapres Jl. Diponegoro Jakarta. Baradar beserta rombongan tiba di kediaman Wapres pukul.17.45 WIB.
Di sela pembicaraan, Wapres dan Baradar menyempatkan salat Magrib berjemaah di Masjid Sunda Kelapa yang berjarak hanya beberapa meter dari kediaman JK.
Baca: Taliban: Pembicaraan intra-Afghanistan Hanya Akan Dimulai Jika AS Tarik Pasukan
JK mengatakan Indonesia selalu menjaga komunikasi dengan semua pihak yang terlibat proses perdamaian di Afghanistan termasuk dengan Pemerintah Afghanistan dan Taliban. Komunikasi ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan semua pihak sehingga proses perdamaian dapat terus maju.
“Indonesia juga berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan pihak-pihak lain,” ujarnya.
Indonesia menjadi tuan rumah dari pertemuan trilateral ulama dengan Afghanistan dan Pakistan pada Mei 2018 lalu sebagai bagian dari upaya membangun rasa saling percaya.
Konferensi itu telah menghasilkan Deklarasi Bogor yang menyerukan upaya perdamaian untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan.*