Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Membersihkan Hati dengan Terus Memperbarui Iman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2016 12:56 12:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2016 12:56
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

HATI itu terdiri dari empat macam,” sabda Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, “Yaitu hati yang bersih di dalamnya seperti pelita yang benderang; hati yang tertutup dan terikat pada tutupnya; hati yang terbalik; dan hati yang berlapis. Hati yang bersih adalah hati milik orang mukmin, pelitanya adalah cahaya yang ada di dalamnya. Hati yang tertutup adalah hati orang kafir. Hati yang terbalik adalah hati orang munafik, ia tahu kemudian ingkar. Sedangkan hati yang berlapis adalah hati yang di dalamnya terdapat iman dan kemunafikan. Iman yang terdapat dalam hati tersebut bagaikan sayur yang memperoleh siraman air yang segar, sedangkan kemunafikan yang ada di dalamnya bagai bisul yang penuh dengan nanah dan darah, yang mana di antara dua yang dapat mengalahkan yang lain, maka itulah pemenangnya.” (Menurut Ibnu Katsir sanad hadis ini hasan).

Hadist ini menerangkan tentang macam-macam hati manusia dalam kaitannya dengan iman. Dan secara gamblang disinyalir bahwa hati yang kafir terikat pada tutupnya, dan hati yang terbalik tidak berfungsi dan tidak bermanfaat apa-apa dalam masalah iman.

Sedangkan hati yang di dalamnya terdapat pelita yang benderang, inilah hati yang besar dan berdaya-guna. Hati yang biasa dinamakan dengan hati yang selamat (qalbun salim) adalah puncak perjalanan para penempuh jalan menuju Allah dan itu pulalah objek dari kerja perbaikan hati.

Hati yang menjadi tempat pengobatan adalah hati yang masih memiliki cahaya fitrah, atau hati yang di dalamnya masih tersisa cahaya iman. Hati yang demikian menuntut dan mewajibkan pemiliknya menempuh perjalanan menuju kebaikan hati, sehingga hati itu sampai pada peringkat hati mukmin yang arif (kenal akan Allah).

Maka tidak dapat diragukan lagi bahwa kewajiban utama bagi para pemilik hati yang kafir dan munafik adalah beriman dan ber-Islam. Pada dasarnya orang-orang kafir dan munafik itu secara sengaja tidak mendengarkan dan tidak memberikan jawaban terhadap seruan dakwah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggillan, apabila mereka telah berpaling membelakang. Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan seorang pun mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri. (An-Naml: 80-81).

Jadi, kewajiban pertama bagi mereka yang sakit hatinya adalah memperbaikinya secara kontinu sampai mencapai hal (keadaan ruhaniah) tertentu, yaitu dengan cara memberinya bekal harian yang lazim dan santapan yang dibutuhkan. Kebutuhan akan bekal dan santapan ini sangat beragam kadarnya antara satu orang dan orang lain.

Kemudian, memperhatikan kekurangan-kekurangan diri. Diawali dengan satu kelemahan, yang untuk selanjutnya mengarah pada kelemahan-kelemahan lainnya –dengan cara melakukan kerja pembaruan iman sampai menjelang kematian.

Orang yang selalu melalaikan salah satu kewajiban dan terus melakukan salah satu kemungkaran, tidak akan pernah mampu memelihara keselamatan hatinya. Perhatikanlah sabda Rasulullah, “Sesungguhnya terdapat kesalahan atas kalbuku, sehingga aku minta ampun seratus kali dalam sehari.” (HR Muslim dan Abu Daud). Anda saksikan Rasulullah memohon ampun sedemikian rupa, padahal kalbu beliau sudah berada pada kondisi ruhaniah tertentu.

Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya iman akan kusut dalam perut (dada) anak Adam (manusia) seperti kusut (lusuh)-nya pakaian, maka mohonlah kalian kepada Allah agar Dia memperbarui iman dalam kalbu kalian.” (HR Thabrani, hadis ini hasan).

“Perbaruilah iman kalian!” sabda Rasulullah. Kemudian, seseorang bertanya kepada beliau, “Bagaimana cara memperbarui iman kami?”

“Banyak-banyaklah membaca La ilaha illallah,” jawab beliau (HR Ahmad, sanad hadis ini hasan).*/Sa’id Hawwa, dari bukunya Jalan Ruhani.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Membersihkan hatimemperbarui imanqalbun salim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GIB Dorong Menag Tunjukkan Sikap Terbuka Tak Dukung LGBT
Tulisan selanjutnya IMM Berharap Putusan MK tentang Pasal Zina Harus Lebih Maju

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Hikmah
13 Juni 2026 04:49
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?