Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Indonesia Darurat ODMK

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2016 07:59 7:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2016 07:59
Bagikan
Bagikan

Oleh: Puji Astutik

 

MANUSIA lahir ke dunia dilengkapi dengan potensi kehidupan. Salah satu bentuk potensi itu adalah potensi hawa. Potensi ini merupakan dorongan atau energy mental untuk mencapai apa yang diinginkan. Keinginan itu maujud dalam bentuk ambisi-ambisi yang ingin diwujudkan selama didunia. Ambisi yang ada ini harus dikendalikan sedemikian rupa sehingga tidak menghantarkan manusia pada sosok yang ambisius dengan memilih jalan yang arogan dan menyimpang dalam mewujudkan ambisinya. Ataupun tidak mengalami gangguan kejiwaan saat tidak tercapai apa yang menjadi ambisinya. Adapun kunci pengendalian hawa itu terletak pada pikiran, keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan manusia itu sendiri. Maka bagi seorang muslim wajib menjadikan pikiran, keyakinan dan kebiasaan hidupnya didunia dibangun di atas rambu-rambu syariat Islam.

Berkaitan dengan dunia, Islam telah memberikan penjelasan yang gamblang sebagaimana  firman Allah Subhanahu Wata’ala berikut;

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬ وَزِينَةٌ۬ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ۬ فِى ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِ‌ۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُ ۥ ثُمَّ يَہِيجُ فَتَرَٮٰهُ مُصۡفَرًّ۬ا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمً۬ا‌ۖ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ عَذَابٌ۬ شَدِيدٌ۬ وَمَغۡفِرَةٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنٌ۬‌ۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ (٢٠)

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…” (QS. Al Hadid: 20).

Rasa takut kehilangan dunia adalah salah satu perwujudan dari potensi hawa nafsu. Ketika rasa ini mucul maka akan menimbulkan variasi berikutnya seperti melemahnya kesadaran akan hakikat hidup di dunia dan adanya negeri akhirat.

Apalagi hidup di zaman kapitalisme seperti saat ini. Dimana kebahagiaan diukur dari banyak sedikitnya materi yang dimiliki. Sehingga menimbulkan persaingan yang tidak sehat  diantara pribadi dan kecemasan tersaingi oleh yang lainnya.

Belum lagi peran Negara dalam memberikan asupan ruhiyah kepada warganya masih belum optimal. Maka wajar jika himpitan ekonomi yang tidak diimbangi dengan keyakinan bahwa riski hanya dari Allah semata menjadikan sejumlah orang mengalami kegalauan, ketakutan dan masalah kejiwaan. Fenomena meningkatnya orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) ini bisa dilihat di Kota-kota besar.

Dinas Sosial Kota Jakarta hampir setiap hari mengamankan orang dengan gangguan kejiwaan dimana mereka berkeliaran di jalanan ibu kota. Faktor penyebab terbesar penyakit ini adalah depresi mental yang dialami pasien karena tidak kuat dengan tekanan hidup dikota besar.

Sebagai seorang muslim mari kita lihat bagaimana mekanisme Islam dalam bidang ekonomi ini. Sistem Ekonomi Islam memberikan jaminan kesejahteraan kepada masing-masing individu. Hal ini bisa dilihat dari produk kebijakan yang dibuat oleh para Khalifah waktu itu. Seperti apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab dimana malam harinya dimanfaatkan untuk berkeliling meninjau apakah semua warganya sudah pada bisa tidur atau masih ada yang kelaparan.

Demikian pula dalam sistem Islam tidak dijadikan pajak sebagai income Negara. Sumber pendapatan Negara berasal dari pengelolaan sumber daya milik umum seperti emas, batubara, minyak bumi dan lain-lain. Kedua dari fai , kharaj, jizyah. Ketiga dari zakat dan keempat dari pemasukan kondisional seperti sedekah, infaq dan lainnya.

Selanjutnya Pemberian lapangan pekerjaan kepada kaum adam sebagai penangungjawab nafkah keluarga. Dan nafkah bagi kaum hawa menjadi tanggungjawab walinya atau pun suaminya. Namun, kaum hawapun diberikan keluasan untuk mencari riski sendiri selama pekerjaannya tidak melanggar syariat dan tidak mengabaikan tugas utamanya sebagai ibu dan manager rumah tangga suaminya. Dan apabila dari pihak keluarga sudah tidak mampu menafkahi para wanita maka Negara yang akan menjamin kehidupan kaum hawa ini.

Selain dari aspek penjaminan kesejateraan ekonomi, sistem Islam juga memberikan penjagaan atas aqidah rakyatnya. Sehingga keimanan mereka terjaga, memiliki sikap optimis dalam hidup dan memilih jalan-jalan halal dalam mencapai riski yang telah Allah tetapkan.

Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa Seksi RSP: LGBT Masuk dalam Kategori ODMK

Demikian pula pensuasanaan akan ukhuwah diantara sesame warga terkondisi. Dengan situasi yang demikian maka kehadiran orang-orang yang cemas dalam masalah ekonomi dapat dihindarkan karena fungsi Negara sebagai pengayom dan mensejahterakan rakyat dapat teraktualisasi secara benar tanpa ada tendensi kepentingan pribadi penguasa ataupun konglomerat lainnya, apalagi campur tangan asing.

Inilah kondisi yang harus diupayakan dinegeri ini sehingga kekayaan alam itu dikelola bangsa Indonesia sendiri dan hasilnya kembali kepada rakyat 100%. Penerapan kapitalisme dinegeri ini harus dihentikan dan harus ada proses pendidikan kepada setiap warga negara.

Tentunya tidak ada orang yang ingin menjadikan ODMK sebagai pilihan hidup, tetapi bila dibentuk oleh system maka harus ada evaluasi atas sistem itu, mempertahankanya atau memnggantinya. Dan apabila Islam punya solusi yang tepat, mengapa tidak mengambilnya? Wallahua’lam.*

Penulis tinggal di Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam itu ‘Harus’ Kaya
Tulisan selanjutnya Serangan Udara Terjadi Pasca Gencatan Senjata, Aleppo Minim Bantuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?