Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Lebih 230 Tahun Muslim Patani Masih Mengalami Penderitaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2016 06:47 6:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2016 06:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Umat Islam menghadapi berbagai ujian dan cobaan  di seluruh penjuru dunia. Dari  penindasan secara fisik, hingga menghadapi pembunuhan besar-besaran secara berencana dan sistematis.

Hal yang sama juga terjadi dengan umat Muslim Patani, Muslim Rohingya, Muslim Cham, Muslim Moro, Muslim Ulghur di kawasan Asia hingga di Suriah dan Palestina. Hanya saja,  krisis kemanusiaan pelanggaran HAM yang dialami warga Muslim Patani, tempat tetangga Indonesia masih jarang terdengar.

Bertempat di Labolaturium Agama di Ruang Utama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarat, Jum’at, 28 Oktober 2016,kemarinberlangsung Majlis Shalat Hajat dalam Rangka“Damai PATANI”yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Selatan Thailand) di Indonesia.

Majlis shalat hajat berjamaah yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Thailand Selatan ) di Indonesia (PMIPTI) sebagai salah satunya wadah perhimpunan mahasiswa Islam Patani yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indonesia merupakan organisasi yang bermotif pada kegiatan kemahasiswaan dan kemasyarakatan.

Pengurus Labolatorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Isna NurSyaifuddin mengatakan sejauh ini krisis kemanusiaan pelanggaran HAM yang dialami warga Muslim Patani Thailand selatan jarang terdengar.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Saya baru tahu ini, dan kita sama-sama saling untuk mendoakan Muslim Patani dan Muslim dunia umumnya,”ujar Isnama hasiswa jurusan Filsafat Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jum’at malam (28/10/2016).

Forum Dialog yang mengangkat tema“Krisis Kemanusiaan Pelanggaran HAM Yang Dialami Warga Muslim Patani Thailand Selatan,” menghadirkan dua orang wakil mahasiswa Patani yaitu Muhammad Bin Usman dan Fakhrullah Bin H.Ahmad. Mereka menyampaikan tentang sejarah dan krisis yang dialami umat Muslim Patani hingga sekarang.

Dalam paparannya, mereka menjelaskan sejarah Pemerintah Kesultanan Patani yang diruntuhkan sejak 1785-sekarang, hingga hari ini sekitar 231 tahun lamanya penduduk Muslim Patani masih mengalami hidup menderita.

Bahkan sejak tanggal 10-23 Oktober ini, terjadinya penangkapan sewenang-wenang terhadap mahasiswa-mahasiswa Patani di Kota Bangkok. Dimana pihak berkuasa menyatakan bahwa operasi itu bertujuan melawan alergi  tindakan terorisme yang khawatirakan terjadinya di tengah kota.

Hal itu dilakukan dengan kebijakan pemerintah tentang pemantauan ancaman keamanan.Tetapi bentuk tindakan yang dilakukan aparat keamanan nasional Thailand itu telah mencerminkan pada pandangan negatif dan prasangka buruk pada bagian dari negara Thailand terhadap orang-orang Patani, yang mengarah ke diskriminasi dan pelanggaran HAM.

Apalagi bertepatan pada bulan Oktober ini banyak terjadi peristiwa-peristiwa tragis di masa lalu, dimana masyarakat Thailand sendiri juga pernah mengalaminya.

Sebagai salah satunya peristiwa terjadi dengan penduduk Muslim Patani pada 25 Oktober 2014, dikenal “Tragedi Tak Bai” yang telah melewati masa 12 tahun.

Kala itu, umat Muslim Patani yang sedang melakukan demonstrasi justru mengalami tindakan represif aparat keamanan hingga dibalas dengan hilangnya  85 nyawa kaum Muslim melayang.

Dunia Kecam Thailand

Tindakan yang tersebut dilakukan pihak aparat keamanan Thailand ini  ujungnya mengabaikan proses peradilan dan tanpa ada pihak yang bertanggungjawab hingga sekarang.

Mahasiswa Muslim asal Yogyakarta, Yuriko Nugraha mengungkapkan dirinya baru tahu ada peristiwa penting ini.

“Bolehlah kita bersolidaritas kepada umat Islam Palestina, Suriah, Afghanistan, Rohingya dan lainnya, tetapi jangan lupakan kita yang ini masih satu rumpun Melayu, masih di Asia Tenggara, bahasanya masih satu bahasa Melayu dengan kita, namun nasibnya begitu menderita dan itu ada di Thailand selatan atau umat Muslim Patani,” ujarnya.

GEMPITA: Muslim Patani Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Dengan acara ini,  mahasiswa berharap perlindungan Allah Subhanahu Wata’ala untuk keselamatan dan perlindungan bagi penduduk Muslim Patani agar terlepas daripada segala ancaman, pemusnahan, penzaliman, dan penindasan yang merajalela saat ini.

“Jangan lupakan saudara umat Islam kita yang masih satu rumpun Melayu di Thailand Selatan, masyarakat Melayu Muslim Patani,” tambah Yuriko pesanannya bagi seluruh umat Islam Indonesia.*/kiriman Abu Muhammad Faton (Yogjakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim PataniPataniPattaniTak BaiThailand SelatanTragedi Tak Bai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perkuat Peran LDK, MUI Jatim Gelar Mudzakarah Da’i
Tulisan selanjutnya Aktivis HAM: Pengerahan Brimob untuk Massa Aksi Bela Islam Dinilai Berlebihan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?