Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Rumah Dibuldoser Zionis, Warga Palestina Hidup di Gua-Gua

Thoriq
Terakhir diupdate: 2 Maret 2017 16:40 4:40 pm
Thoriq
Dipublikasikan 2 Maret 2017 16:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Majid Hanani, seorang Palestina 64 tahun, telah dipaksa untuk menjalani kehidupan manusia gua setelah rumahnya di Tepi Barat dihancurkan oleh buldoser penjajah Israel.

Terletak di Desa Tana timur kota Nablus, Tepi Barat, rumah Hanani ini – bersama dengan 300 rumah warga Palestina sederhana lainnya – diratakan oleh buldoser Israel awal tahun ini, mendorong warga mengungsi untuk mencari perlindungan di dalam gua-gua di dekatnya.

Pihak penjajah berusaha untuk membenarkan penghancuran dengan mengatakan rumah itu dibangun tanpa izin negara.

“Hidup di gua adalah hal yang sulit,” kata Hanani Kantor Berita Anadolu. “Kami kekurangan kebutuhan paling pokok.”

“Tapi kita tidak memiliki alternatif,” katanya getir. “Kami membangun rumah, kami keluar dari rumah dan buldoser Israel akhirnya datang dan menghancurkanya.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Saya telah melihat hal itu terjadi lebih dari 20 kali,” tambahnya.

Sambil menonton televisi lama didukung oleh tenaga surya, Hanani mengatakan, “saya takut hari sulit di depan; pelecehan oleh tentara Israel – dan para pemukim Yahudi – akan terus berlanjut.”

Dia menunjuk sebuah pos di puncak bukit terdekat, mengatakan: “Itu pemukim [Yahudi] yang datang beberapa tahun yang lalu dengan rombongannya. Hari ini, ia menjalankan proyek peternakan. “

“Dia mendirikan sebuah pos pemukiman di sana,” jelasnya. “Sekarang dia ingin memperluas wilayah untuk memasukkan tanah yang kita tinggali sebelum pendudukan tahun 1967.”

‘Istana Sederhana’

Bulan lalu, Knesset (parlemen Israel) mengesahkan undang-undang yang melegalkan pos-pos Israel dibangun di atas tanah Tepi Barat Palestina, yang mana hal itu dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Sejak awal 2017, penjajah Israel telah menyetujui pembangunan lebih dari 7.250 unit perumahan Yahudi-salah satunya perumahan baru di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Hanani memiliki sekitar 200 domba dan hidup dari uang yang dihasilkan dari menjual susu yang mereka hasilkan dan keju yang dibuat istrinya.

Hanani menggambarkan gua di mana ia dan istrinya sekarang hidup sebagai “istana sederhana kami”, lelaki ini mengatakan, “ini adalah hidup sederhana. Kami hanya ingin hidup dalam keselamatan dan keamanan. “

Gua mereka berisi dua tempat tidur kecil, satu set televisi bertengger di atas meja reyot, dan oven memasak sederhana.

“Karena frekuensi penghancuran rumah Israel, kami berharap untuk menghabiskan sebagian besar hidup kita di sini,” katanya.

Di gua lain terletak di dekatnya, Fursan Hasan, 59, tinggal bersama keluarganya di kondisi yang sama.

Berbicara kepada Anadolu, Hasan menjelaskan, “kami sudah lama tinggal di desa Tana seperti seperti orang tua dan kakek-nenek kita lakukan. “

“Tapi Israel ingin mengusir kami dari tempat itu, dan merebut kendali tanah dan menyerahkannya kepada pemukim,” katanya.

“Kami tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun di sini,” kata Hasan. “Kami hidup sederhana, dengan peternakan domba kami dan hidup dari susu dan keju yang kita buat.”

“Tapi dari waktu ke waktu, buldoser datang dan menghancurkan segalanya, memaksa kita untuk sebentar-sebentar untuk mencari perlindungan di gua-gua,” keluhnya.

Di luar gua Hasan, anak-anaknya bermain dengan domba.

Salah satunya, Sabrin tujuh tahun, menjelaskan: “Tentara Israel merobohkan sekolah kami, seperti yang mereka lakukan di rumah kami.”

Satu-satunya sekolah di desa itu telah dihancurkan tiga kali – paling akhir, tahun lalu – oleh buldoser penjajah Israel.

Namun, meski keadaan suram, mereka para penduduk Palestina penghuni gua tetap menantang.

“Kami tidak akan pernah menyerah,” kata Hasan. “Jika mereka menghancurkan rumah kami, kami hanya akan terus membangunnya kembali.”*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertama Kali Setelah 47 Tahun, DPR Merasa Istimewa Dikunjungi Raja Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Raja Salman Shalat Sunnah di Istiqlal, Disambut Ribuan Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?