Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Begini Rasanya Mengikuti Pengajian FPI di Markas Mega Mendung [1]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 Maret 2017 11:30 11:30 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Maret 2017 11:24
Bagikan
Ratusan jamaah, simpatisan, dan anggota Front Pembela Islam (FPI) usai Jumatan di Masjid Markaz Syariah Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (03/03/2017).
Bagikan

SEBUAH masjid berdinding kayu bertengger di lereng puncak yang kelilingi pepohonan dan perkebunan. Ini adalah bangunan pertama yang ditemui begitu memasuki Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural Mega Mendung.

Di sinilah pesantren sekaligus kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab, salah seorang tokoh yang belakangan ini “dikriminalisasikan” oleh kepolisian.

Saban Jumat, Markaz Syariah menggelar pengajian keagamaan di tempat ini. Jumat pertama bulan ini , 3 Maret 2017, sejumlah awak hidayatullah.com berkesempatan mengikuti pengajian pekanan tersebut.

Sejak pagi dinihari, tampak satu per satu jamaah berdatangan. Pesantren ini terletak di Kampung Babakan Pekancilan, Desa Kuta, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Para jamaah itu berasal dari berbagai daerah, baik di Bogor maupun sekitaran Jadetabek. Bahkan, ada pula yang berasal dari Cianjur.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Tak Terganggu Acara Umat Islam, FPI Payungi Pangantin Kristiani Menuju Gereja Katedral

Pagi jelang siang itu sekitar pukul 10.00 WIB, pesantren seluas 40 hektaran ini sudah diramaikan ratusan jamaah. Di berbagai sudut lapangan dekat masjid, tampak berjamur sejumlah lapak jualan.

Di lapak-lapak milik jamaah pengajian itu dijual beragam dagangan, mulai makanan, minuman, pakaian Muslim-Muslimah, atribut FPI, hingga poster para habaib. Mirip “pasar kaget”.

Sementara di masjid, sejumlah penceramah bergantian mengisi pengajian dengan berbagai materi. Para jamaah, selain di masjid, sebagian mendengarkan pengajian sambil ‘berhalaqah’ di saung-saung pesantren. Pengajian itu yang disiarkan dengan pengeras suara terdengar jelas ke seantero perkampungan.

Jumat itu, di antara penceramahnya adalah Habib Fikri bin Abdullah Bafaraj, menantu Habib Rizieq. Dalam ceramahnya, ia antara lain menyampaikan sejarah soal tuduhan berzina atas istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Aisyah Radhiyallahu ‘Anha.

Habib Fikri menekankan bahwa tuduhan tersebut tidaklah benar, sebab tidak mungkin seorang istri Rasul berzina. “Tidak benar yang dituduhkan oleh oknum-oknum tertentu itu,” ujarnya.

Waspadai Isu Penyerangan, Markas FPI Ramai-ramai Dijaga Warga Samarinda

Guyonan Habib Rizieq

Matahari semakin meninggi saat awak media ini diterima dengan ramah oleh sejumlah pengurus pesantren di rumah penerimaan tamu (guest house). Perbincangan dengan pengurus ditemani suguhan kue cincin, kue cucur, dan air mineral produksi Markaz Syariah.

Tak berapa lama, sejaman sebelum waktu shalat Jumat, kami dipersilakan untuk menuju masjid. “Jam 11 tempat (guest house) ini ditutup, kita semua ke masjid,” ujar tuan rumah.

Masjid beratap aluminium –berbentuk seperti bangunan biasa– dengan dua kubah kecil itu dibangun berjenjang mengikuti kelandaian tebing puncak. Tampak di dalamnya sudah dipenuhi jamaah, menurut pengamatan hidayatullah.com, berjumlah sekitar 260 orang.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tiba giliran Habib Rizieq mengisi pengajian. Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI ini datang ke masjid diantar dengan mobil berplat B 1 FPI dari rumahnya.

Singkat cerita, Habib Rizieq duduk di atas kursi di balik meja berlogo Markaz Syariah. Di depan jamaah, ia tampil dengan seragam khasnya; serban dan jubah panjang serba putih.

Pada kesempatan itu, Habib Rizieq beberapa kali meminta sejumlah tamu khususnya –di antaranya para habib–  untuk memberi nasihat dan membacakan kitab kepada jamaah.

Habib Rizieq di balik meja menyampaikan pengajian Jumat di Markaz Syariah FPI Mega Mendung, Jumat (03/03/2017). [Foto: Syakur]

Sejumlah Anggota FPI Diserang Anggota Ormas Seusai Kawal Pemeriksaan Habib Rizieq

Pengajian Habib Rizieq juga banyak diisi dengan sesi tanya jawab. Sekitar 5 orang jamaah menyampaikan pertanyaan berbeda. Sang Habib meladeni setiap pertanyaan dengan jawaban yang lugas dan jelas. Sesekali jamaah tergelitik mendengar guyonan ringan pendiri FPI itu.

Misalnya, ketika seorang jamaah bertanya, “Habib, apa perbedaan antara pasrah dan berserah diri?” Habib Rizieq menjawab dengan nada guyonan. “Ini bagusnya ditanyakan kepada guru bahasa Indonesia,” ujarnya disambut tawa ringan jamaah.

Tentu, sebagaimana biasa, penyampaian Habib Rizieq tak lepas dari gaya seorang orator yang berapi-api.

Saat itu, seorang jamaah bertanya soal pendapat kiai yang membolehkan pengalihfungsian barang wakaf. Sementara, kata penanya itu, kiai lain tidak membolehkan. Apa pendapat Habib soal itu, tanyanya.

Habib Rizieq pun menyampaikan jawaban yang akomodatif. Sebenarnya, kata dia, kedua hal itu merupakan perbedaan pendapat (khilafiyah). Sehingga, asalkan masing-masing pendapat punya dalil, maka tidak perlu dipermasalahkan atau dipertentangkan.

“Kiai sama kiai jangan dibentur-benturkan!” ujarnya tegas.

Ketegasan Habib Rizieq tak melunturkan kelembutan dan kesantunannya yang terlihat dari senyuman, guyonan, dan keramahannya dalam menyambut tetamunya.* Bersambung

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:'Aisyahaksi 212aksi bela IslamBrimob Polda JabarDewan Pembina GNPF MUIFPIFront Pembela IslamhabaibHabib Fikri bin Abdullah BafarajHabib Rizieq ShihabImam Besar FPIistri RasulullahjumatKabupaten Bogorkhilafiyahmarkas FPIMarkaz SyariahMarkaz Syariah Mega Mendungmelayani tamumenantu Habib Rizieqormas Islampengajianperbedaan pendapatShalat Jumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Deputi Menteri Kerajaan Arab Saudi Sepakat Usung Dakwah Wasathiyah
Tulisan selanjutnya Hentikan Proyek Freeport

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?