Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Warga Palestina Melawan Keputusan RUU Larangan Adzan oleh Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Maret 2017 22:18 10:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2017 22:18
Bagikan
Warga Gaza berdemo menentang RUU larangan adzan di Baitul Maqdis
Bagikan

Hidayatullah.com—Rakyat Palestina menyambut disetujuinya RUU larangan adzan oleh Parlemen Israel (Knesset) meski masjid-masjid dihancurkan penjajah.

Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengatakan dalam sambutannya meresmikan Masjid Al-Akluk di utara Jalur Gaza dengan menegaskan, bangsa Arab dan bangsa Palestina akan mengumandangkan adzan setinggi-tingginya apapun keputusan dan kebijakan Israel.

Haniyah menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada warga Palestina yang bertahan menjaga Masjid Al-Aqsha yang telah berhasil menggagalkan upaya Israel membagi masjid tersebut menjadi dua; tempat atau waktunya.

Baca:  Alasan Bising, Zionis-Israel Larang Kumandang Adzan

Ia juga mengatakan kepada warga Palestina di wilayah 1948 yang tidak akan pernah membiarkan UUD larangan adzan bisa melenggang.

“Masjid-masjid yang dihancurkan Israel di Jalur Gaza akan mengumandangkan adzan meski diluluh-lantakkan dengan suara lebih indah,” tegas Haniyah dikutip PIC.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Haniyah mengingatkan kenangan Syeikh Abdul Aziz Rantisi yang pernah diancam komandan Israel di penjara Negev akan dilarang adzan, namun Rantisi tetap adzan meski dilarang.

“Ini agama dan ini akidah, adzan akan dikumandangkan,” tambah Rantisi lantang kala itu.

Haniyah menandaskan, melecehkan akidah dan hal-hal suci dalam Islam akan meledakkan amarah dan energi umat membalas kejahatan Israel.

“Pengesahan larangan adzan di parlemen Knesset akan menjadi fase awal habisnya Israel,” tambahnya.

Baca: PM Israel Sebut Suara Adzan di Palestina Bikin Gaduh

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Islam di Kota Al-Quds,Syeikh Ikrimah Shabri mengatakan, adzan adalah salah satu aspek paling penting dari agama Islam, karenya, penjajah Israel tak bisa seenaknya melarang, kata Sabri.

“Israel tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan agama kami,” katanya kepada Anadolu Agency. “Kami akan berdiri tegas terhadap setiap upaya Israel untuk melarang adzan di masjid-masjid Yerusalem.”

Sabri melanjutkan jika Israel beralasan suara adzan mengganggu kebisingan,  maka sumber utama “kebisingan tak tertahankan” adalah gencarnya suara pesawat tempur Israel “di atas Palestina”.

Jika Israel ingin berbicara tentang ‘kebisingan tak tertahankan’, maka ia juga harus menghentikan pesawat tempur Israel dari berdengung di atas kawasan; tank-tank di pendudukan  dan buldoser yang meratakan rumah penduduk palestina, serta pasukan tentara penjajah yang menembak orang-orang Palestina.

Anggota Arab parlemen Israel (Knesset)  menyatakan disetujuinya RUU larangan adzan adalah “deklarasi perang terhadap identitas, eksistensi dan negara kita.”

“Kalangan Arab tidak akan menghormati hukum rasis dan fasis,” ujar siaran pers dikutip laman middleeastmonitor.com.

Siaran pers partai Joint List juga menyatakan bahwa RUU tersebut merupakan “pelanggaran keji terhadap eksistensi rakyat Palestina dan upaya kasar untuk merusak identitas negara dan mengubah identitas budaya, keagamaan dan tempat suci warga Palestina.”

“RUU rasis dan fasis merupakan pelanggaran keji kebebasan keyakinan dan agama. Adzan merupakan warisan budaya, tradisi dan sejarah rakyat Palestina Arab. Selain itu, adzan merupakan ritual agama Islam.”

Baca:  Allah Turunkan Kebakaran Hebat di Israel 4 Hari Pasca Larangan Adzan

Sementara itu, dalam siaran pers tersebut ditekankan bahwa suara adzan akan tetap ada untuk “membungkam pendapat rasis dan fasis di dalam pemerintahan Netanyahu.”

Sebagaimana diketahui, sidang pendahuluan yang membahas RUU larangan adzan di Knesset Rabu (08/03/2017) lalu berlangsung ricuh.

Sejumlah anggota Knesset Palestina dikeluarkan dari sidang pleno. RUU larangan adzan lolos tahap pertama dengan 55 suara mendukung dan 48 menentang RUU.

Jerusalem Post memberitakan bahwa sidang pleno diwarnai kekisruhan. Anggota Knesset Palestina Zuheir Bahloul, menyebut RUU tersebut “sebuah deklarasi perang…antara kewarasan dan rasisme,” melawan minoritas warga Palestina di parlemen ‘Israel’.

Sementara itu, anggota Knesset Robert Ilatov dari partai sayap kanan Yisrael Beiteinu meneriaki anggota Joint List Usama Saadi, “Kembali ke Saudi Arabia sana!”

Baca:  Liga Arab dan Hamas Kecam RUU Israel yang Larang Adzan

Keduanya terlibat adu mulut, kemudian Saadi dikeluarkan dari ruang sidang pleno. Ahmad Tibi, dari Joint List, juga dikeluarkan dari ruang sidang saat tengah berbicara ketika debat berlangsung.

Warga Arab yang berada di Israel, yang juga dikenal sebagai Arab Israel, merupakan keturunan dari 160.000 warga Palestina yang tetap tinggal setelah pemerintahan Israel dibentuk pada tahun 1948.

Jumlahnya mencapai 20% dari penduduk Israel Sekitar 80% kaum Israel Arab adalah Muslim, sisanya terbagi antara Kristen dan Druze.

Sementara itu, pencetus RUU, anggota Knesset Moti Yogev dari partai sayap kanan Jewish Home, membela RUU tersebut dengan menyatakan bahwa RUU itu tidak dimaksudkan untuk melanggar kebebasan beragama, tapi “untuk kebaikan para pelajar dan sopir, serta siklus tidur warga,” yang dikatakan dalam RUU “menderita setiap hari akibat kebisingan yang diakibatkan oleh seruan muadzin dari masjid-masjid.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AdzanHAMASismail haniyahKnessetMelawan RUU AdzanPalestine 1948parlemen IsraelSyeikh Abdul Aziz Rantisiwarga Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KBRI Damaskus Pulangkan 13 TKW setelah Direpatriasi
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq: Tergantung Perawatnya, Pancasila Harus Dirawat Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:24
Jihad Santri di Era Modern
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?