Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Meskipun Penembakan di Depan Santa Clara seperti di Aksi 411…” [2]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 Maret 2017 14:46 2:46 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Maret 2017 14:29
Bagikan
Selongsongan peluru gas air mata polisi [kiri], dan di antara korban penembakan polisi dan penimpukan saat umat Islam demo menolak pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi, Jumat (24/03/2017).
Bagikan

Sambungan dari kisah pertama

“ALLAHU Akbar!”

Massa memekikkan takbir, membalas tembakan-tembakan para polisi.

Semua peserta aksi yang diperkirakan berjumlah 15 ribu orang lebih itu terpapar gas air mata, kata Ismail. Sedikitnya 4 orang mengalami luka-luka. Satu orang lainnya pingsan.

“Teman-teman 4 orang yang luka itu ada sebagian yang kena gas air mata, kena selongsongnya, sama yang sebagian ada yang kena balok. Ada satu lagi yang kena timpukan bata,” sebutnya kepada hidayatullah.com.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Keempat korban itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Anna Medika di Jl Perjuangan, Harapan Baru. Di antaranya, seorang pria terbaring lemas di dalam ambulans. Ia tampak meringis. Darah mengucur dari pelipis kirinya yang terluka. Sebagian baju koko putihnya memerah. Kepedihan itu jelas tergambar dalam foto-foto yang diterima media ini dari Ismail.

Baca: Demo Gereja Santa Clara, MSUIB: Belasan Ribu Massa Korban Gas Air Mata, 4 Luka-luka

Korlap ini memperkirakan, kericuhan yang menodai aksi menolak pembangunan Gereja Santa Clara itu berlangsung sekitar 20-30 menit, dihitung dari awal terjadinya pelemparan, siang itu.

Setelah korban berjatuhan, pihak MSUIB langsung bernegosiasi dengan pihak aparat keamanan. Ismail ditemani sejumlah utusan massa menemui Kapolres Bekasi Kombes Heru Henrianto Bachtiar dan Kasat Intelkam Kota Bekasi Kompol Subianto Sulaema di lokasi aksi.

Massa yang tadinya mundur kembali maju mendekati pagar Gereja Santa Clara, tuturnya.

Dalam negosiasi itu dibahas win-win solution terkait permasalahan pembangunan gereja. “Tuntutan kita ya Santa Clara dibongkar, IMB-nya dicabut karena bermasalah. Kita turunkan lagi tuntunan, yaitu sekarang jangan sampai Santa Clara membangun lagi,” ujar Ismail.

Tapi kepolisian mengaku bukan wewenang mereka menjawab tuntutan itu. “Kita hanya minta (kompleks pembangunan gereja) di-police line aja, tapi mereka tidak bersedia,” ujar Ismail.

Pihak aparat terkesan menuding penembakan terjadi karena massa tidak kooperatif dengan kepolisian. Kapolres Heru diwarta media mengatakan, sebaiknya massa bisa kooperatif dengan aparat agar kericuhan tak terulang.

Massa kemudian menunaikan shalat ashar berjamaah di lokasi aksi yang juga diikuti para Muslimah itu. Sekitar pukul 17.30 WIB, kata Ismail, massa membubarkan diri.

Sementara itu, ke-4 korban luka mendapat perawatan medis seperti dijahit lukanya. Lalu dipulangkan katanya. Di antaranya warga setempat, panggilannya Ustadz Adin, seorang tokoh pemuda di Kelurahan Harapan Baru, tempat Gereja Santa Clara berada.

Baca: Polisi Tembaki Massa, Diduga Ada Provokator Mau Adu Domba Aparat–Ulama

Peluru Sejenis

Lalu bagaimana kondisi Ismail? Jumat malam itu saat diwawancarai hidayatullah.com, ia mengaku kepalanya masih sakit setelah terpapar gas air mata. “Masih puyeng. Masih perih, kena gas air mata, dan timpukan-timpukan balok,” ujarnya di rumahnya.

Sakit akibat tembakan itu rupanya mengingatkan Ismail akan penembakan serupa pada Aksi Bela Islam II tahun kemarin.

Peluru gas air mata yang ditembakkan kepolisian di depan Gereja Santa Clara, Jumat (24/03/2017) siang, menurutnya, sejenis dengan peluru yang dipakai aparat saat menembaki massa Aksi 411 itu di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat malam (04/11/2016).

Ismail mengaku bisa merasakan kesamaan itu. “Agak tajem (sengatannya. Red), enggak seperti gas air mata yang waktu kita demo-demo mahasiswa gitu,” ungkapnya.

Diketahui, usai Aksi 411, foto-foto yang beredar menampakkan salah satu jenis selongsong peluru gas air mata yang dipakai polisi berwarna abu-abu dan bertuliskan “MU24-AR TEAR GAS CS LOT:4/12”. Selongsong peluru dengan warna dan jenis sama ditemukan pihak MSUIB di depan Gereja Santa Clara, Jumat itu.

Selongsong peluru gas air mata yang ditemukan usai Aksi 411 (kiri) dan di aksi penolakan Gereja Santa Clara Bekasi (kanan). [Foto: IST/MSUIB/hidayatullah.com]
Ismail memang turut menjadi korban penembakan gas air mata pada Aksi 411 menuntut keadilan hukum atas kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu. “Kita alumni (411) semua, kan,” ujarnya.

Penembakan pada Aksi Bela Islam II diketahui menelan korban luka-luka mencapai 200 orang, bahkan seorang peserta tewas. Namun, penembakan tidak bisa membungkam umat Islam dalam menyuarakan aspirasinya, tegas Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab.

Buktinya, Aksi Bela Islam III atau Aksi 212 bisa terlaksana dengan jumlah massa jauh lebih banyak. “Kalau Alumni 212 tidak gentar dengan ancaman mah,” ujar Habib Rizieq di Markaz Syariah FPI, Mega Mendung, Bogor, Jumat (02/03/2017) lalu.

Ismail membuktikannya. Meski sudah diberondong tembakan dan timpukan, ia menyatakan MSUIB akan kembali menggelar “Aksi Tolak Gereja Liar Santa Clara”, jika tuntutan mereka tak kunjung dipenuhi. “Kami akan turun dengan massa yang lebih banyak lagi,” ujarnya dengan mantap dalam wawancara via sambungan telepon.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu dombaAksi Bela Islam IIAksi Bela Islam IIIAksi Damai 411Aksi Super Damai 212aparatbekasiDemo Gereja Santa ClaraGejera Santa ClaraHabib Rizieq ShihabIsmail IbrahimkekerasankepolisianKetua Dewan Pembina GNPF MUIMajelis Silaturahim Umat Islam BekasiMSUIBPelaksana Harian MSUIBpeluru gas air matapembangunan Gejera Santa Clarapenembakan gas air matapenolakan Gejera Santa Claraprovokatortembakan gas air mataulamaulama dan polisiwarga Bekasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Barus Titik Nol Islam di Nusantara, Ini Penjelasan Sejarawan
Tulisan selanjutnya Gerakan Peduli Sehat IMS yang terus Bergeliat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?