Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Tangkap Dua Aktivis Buddha Radikal yang Provokasi Ketegangan dengan Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Mei 2017 08:59 8:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Mei 2017 08:59
Bagikan
Para biksu membawa spanduk: "Pendukung orang Rohingya adalah musuh kami"
Bagikan

Hidayatullah.com–Polisi Myanmar menangkap dua nasionalis radikal Buddha dan sedang memburu beberapa orang lagi setelah mereka bersitegang dengan masyarakat Muslim di Yangon, ibu kota negara itu.

Peristiwa ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran pemerintah terhadap konflik agama yang semakin memuncak di negeri itu.

Penangkapan itu dilakukan setelah para nasionalis yang dipimpin oleh Serikat Biksu Patriotik (PMU) menyerbu tiga buah flat pada Selasa, 9 Mei 2017 di daerah Yangon, di mana sebagian besar penduduk Muslim menetap.

Serbuan itu memicu perkelahian yang hanya dapat diuraikan setelah polisi melepaskan beberapa tembakan ke udara. Dua minggu lalu, sekelompok individu yang sama masuk ke pekarangan dua sekolah Muslim.

“Kami sudah menangkap dua orang sejak malam kemarin (12 Mei 2017) dan masih berburu sisanya,” kata Mayor Polisi Khin Maung Oo, yang bertugas menjaga kantor polisi di daerah Mingalar Taung Nyunt, Yangon, di mana kasus ini terjadi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketegangan antara penganut agama Buddha yang merupakan mayoritas dengan minoritas Muslim sudah mulai reda sejak puluhan orang tewas dan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran antara kaum yang terjadi sewaktu dimulainya transisi demokrasi pada tahun 2012 dan 2013 di negara itu.

Baca:  Aksi Ekstremis Buddha Tolak Kartu Identitas Kewarganegaraan Etnis Rohingya

Dalam dua insiden itu, para biksu PMU dan pendukung-pendukung mereka menargetkan daerah-daerah Muslim setelah menghadiri sidang seorang nasionalis yang didakwa di pengadilan karena memicu kekerasan selama demonstrasi yang diadakan di depan kedutaan Amerika Serikat di Yangon pada tahun lalu.

“Kami tidak ingin ada konfrontasi dengan para nasionalis maka kami membiarkan mereka menutup sekolah-sekolah kami,” kata Tin Shwe, ketua sekolah Muslim, merujuk kepada satu insiden yang terjadi pada 28 April sebagaimana dikutip Reuters.

Tin Shwe, yang juga seorang legislator dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memberitahu Reuters para nasionalis tersebut datang ke sekolah-sekolah itu bersama polisi dan para administrator lokal.

Pada hari Selasa, kelompok itu sekali lagi datang bersama polisi dan pemerintah setempat, menggeledah sebuah bangunan yang terletak di daerah terpisah di Yangon sebelum tengah malam sambil mengklaim beberapa Muslim Rohingya menetap di sana secara ilegal.

Baca:  Ekstremis Buddha di Myanmar Serang Acara Maulid Nabi

Para penduduk lokal kemudian berhadapan dengan para nasionalis, berkumpul di depan gedung tersebut sehingga menyebabkan para petugas polisi melepaskan beberapa tembakan untuk membubarkan mereka.

Pengadilan Yangon mengeluarkan perintah penangkapan atas tujuh orang, termasuk dua biksu, mengklaim mereka atas tuduhan memicu kekerasan kaum, yang bisa membawa hukuman penjara sampai dua tahun.

Dalam konferensi pers yang diadakan sebelum perintah penangkapan itu dikeluarkan, para nasionalis berikrar untuk terus melawan pengaruh Muslim di negara itu, sambil menukil keengganan pemerintah untuk “melindungi kaum dan agama” di Myanmar.

“Kami berpatroli di sekitar kawasan warga muslim dan mengambil langkah keamanan di sekitar tempat ibadah,” tutur Mya Win kepada Reuters.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BuddhaBuddha Radikalburmaetnis RohingyaLiga Nasional untuk DemokrasiMuslim MyanmarmyanmarNLDPMUPolisi MyanmarSerikat Biksu Patriotik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Ibu di Amerika, Bos Facebook Minta Wanita Pencari Nafkah Keluarga Diperhatikan
Tulisan selanjutnya Organisasi Pribumi Malaysia Anggap Ketidaksukaan pada Zakir Naik karena Cemburu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?