Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Derita Berkelanjutan Umat Islam Marawi Pasca Darurat Militer Filipina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Mei 2017 09:48 9:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2017 09:48
Bagikan
Evakuasi warga Muslim Marawi
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak militer Filipina menemukan 16 mayat warga sipil di jalan-jalan di selatan Kota Marawi Filipina saat pertempuran antara pasukan keamanan dengan kelompok  militan Maute masuk hari keenam.

Portal Sunstar yang mengutip pernyataan juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan, mayat-mayat tersebut termasuk empat pria, tiga wanita dan seorang anak.

Padila mengatakan, delapan lagi mayat ditemukan dengan efek tembakan di lokasi lain dan ‘dibuang’ di tepi parit dekat Kampung Emi sekitar pukul 6 pagi ini waktu setempat.

“Pada tubuh salah satu mayat ada ditempatkan catatan tertulis ‘Munafik’,” katanya dikutip Bernama.

Padilla mengatakan, sejauh ini 61 militan tewas selain 11 anggota tentara dan empat orang polisi dengan total jumlah korban meningkat menjadi 92 orang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Presiden Filipina Berlakukan Darurat Militer di Mindanao

Seorang fotografer AFP yang enggan disebut namanya mengatakan, dia melihat delapan mayat penduduk sipil terbaring di sebuah jalan di pinggiran Kota Marawi.

Semua mayat pria tersebut, sebagian besar ditembak di kepala bahkan ada beberapa di tangan mereka diikat.

Polisi Marawi, Jamail C. Mangadang mengatakan, delapan pria tersebut adalah tukang kayu yang terlibat dalam konvoi sebelum ditahan oleh kelompok militan semalam.

Berdasarkan informasi saksi, ujar Mangadang, kesemua mereka ditarik dari truk konvoi karena tidak dapat membaca ayat al-Quran.

“Kami mendengar suara tembakan, meskipun saya tidak yakin jika itu adalah orang yang sama ditembak,” kata Mangadang.

Sementara itu, sembilan peluru ditemukan di daerah kejadian tembakan tersebut.

Dalam perkembangan sama, rekaman pengawasan yang dilakukan melalui dron militer menunjukkan penduduk terpaksa melarikan diri dan ada juga mengibarkan bendera putih untuk membedakan mereka dengan kelompok militan.

Seorang politisi lokal yang menjalankan usaha memindahkan penduduk dari Marawi, Zia Alonto Adiong mengatakan, pihaknya mengkritik militer karena melakukan serangan udara sehingga membatasi upaya evakuasi.

“Beberapa penduduk tidak memiliki makanan. Ada dari mereka berada dalam kondisi takut. Ini adalah konflik yang melampaui batasan. Tingkat kerusakan dan mereka yang terpengaruh adalah besar, “ujar Adiong.

Baca: Filipina Galang Kampanye Terorisme Pada OKI

Salah seorang penduduk di Marawi, Aminola Mitmug mengatakan, masyarakat Islam sedang menjalankan shalat Subuh berjamaah ketika bom melanda desa terdekat.

“Pada hari pertama Ramadhan, masalah utama kami adalah kurangnya air dan pasokan listrik. Tapi kami harus berkorban. Sebagai seorang Islam, kami menerima segala tantangan dengan sabar dan tidak menyalahkan siapapun terkait situasi hari ini. Allah melihat bagaimana kamu menghadapi ujian ini, “katanya.

Pintu masuk Marawi City yang maroritasnya penduduk Muslim

Selain itu, seorang lagi penduduk, Junaina Sharief menggambarkan Ramadhan kali ini adalah yang paling menyedihkan buat dirinya.

“Sebelum pertempuran terjadi, semua orang bersiap-siap untuk menjalani ibadah puasa. Kami membersihkan rumah, membeli barang kebutuhan dan menyiapkan segalanya seperti tahun-tahun sebelumnya, “jelasnya.

Namun menurutnya, akibat insiden tersebut dan deklarasi darurat militer, banyak keluarga dipaksa meninggalkan kediaman dan mencari perlindungan di pemukiman sementara di wilayah terdekat.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Selasa (23/5/2017) malam memberlakukan darurat militer di Mindanao menyusul baku tembak antara tentara dan kelompok bersenjata di Kota Marawi.

Diberitakan, sekitar 2000 penduduk sipil yang ketakutan terjebak di dalam sebuah kota di Filipina selatan, hari Ahad (28/05/2017), saat tentara Filipina menyatakan perang melawan kelompok  yang dinyatakan berafiliasi dengan ISIS.

Baca:  Pengadilan Filipina Hentikan Kasus Usaha Pembunuhan Syeikh al-Qarni

Dilansir AFP, Senin (29/5/2017), otoritas pemerintahan setempat mengatakan,  jumlah korban jiwa akibat pertempuran yang telah mencapai waktu sepekan ini sudah mendekati angka 100.

Sebagaimana diketahui, Kota Marawi, di Pulau Mindanao adalah salah satu kota berpenduduk Muslim terbesar di negara yang mayoritas penduduknya Katholik itu.

Pemerintah Filipina mengklaim, Marawi kini dikuasai oleh pemberontak Maute dan menjadi sarang teroris yang turut melibatkan militan dari Malaysia dan Indonesia serta menarik gerakan radikal di Asia Tenggara yang lain.

Mereka diklaim mengontrol beberapa gedung pemerintah, termasuk penjara, yang disita pada hari Selasa, menyebabkan lebih 100 tahanan melarikan diri, termasuk beberapa anggota Maute.

Juru bicara militer, Jo-Ar Herrera mengatakan, sejauh ini 41 militan tewas, dengan 10 lagi kematian setelah pertempuran sengit pada hari Jumat lalu. Dua lagi tentara tewas, menjadikan jumlah mereka yang tewas 13 orang. Sementara 45 tentara telah terluka.

Ditanya apakah militer telah mendeteksi Hapilon, katanya, ia hanya menunggu waktu untuk pihak militer bertindak menangkap atau membunuh pemimpin militan bersangkutan.

Hapilon, seorang pemimpin kelompok pemberontak yang berpangkalan di Mindanao Abu Sayyaf,  telah membentuk aliansi dengan Maute.

Mayjen Carlito Galvez, yang memimpin operasi melawan militant mengatakan, tujuan utama serangan adalah untuk membunuh pemimpin militan Isnilon Hapilon.

“Tujuan utama serangan adalah untuk mengembalikan keamanan di daerah terkait untuk penduduk di Marawi dapat menjalani kehidupan seperti sediakala terutama di bulan Ramadhan,” katanya.

Sebelum ini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendorong militernya untuk sekuat tenaga memerangi militan yang diklaim terkait kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Marawi. Namun jika kelompok itu bersedia berdialog untuk menyelesaikan konflik, Duterte akan meladeninya.

“Jika mereka berbicara, saya akan sangat berterima kasih pada Allah karena kita berdialog soal perdamaian,” ucap Duterte dalam kunjungannya ke kota Iligan, yang terletak dekat di Marawi, seperti dilansir CNN, Sabtu (27/05/2017) lalu. Kota Iligan dan Marawi sama-sama terletak di wilayah Mindanao, Filipina bagian selatan, yang banyak ditinggali warga muslim setempat.

“Jika mereka bersikeras untuk bertempur, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Jalani semua dan kalian mendapat dukungan penuh dari saya,” tegas Duterte kepada tentara Filipina yang ditemuinya di Iligan.

Duterte juga Dalam pidato di hadapan tentara Filipina, Duterte menyatakan ISIS telah ada di Filipina dan mengibarkan benderanya. Dia mendorong tentara yang ditugaskan ke Marawi dan Mindanao untuk melakukan langkah tegas, seperti menangkap atau menggeledah siapa saja yang dicurigai terkait ISIS.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Darurat Militer di MindanaofilipinaISISIslam di Mindanaokelompok MauteKota MarawiMauteMindanaoRamadhan Rodrigo DuterteUmat Islam Marawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarga Pejabat ini Mengaku Tak Punya Tradisi Perayaan Ultah
Tulisan selanjutnya FinTech, AgriTech dan PropTech

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?