Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Penguasa Militer Panama Jenderal Manuel Noriega Wafat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Mei 2017 12:47 12:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Mei 2017 12:47
Bagikan
Jenderal Manuel Noriega, penguasa de facto Panama di era 1980-an.
Bagikan

Hidayatullah.com—Jenderal Manuel Antonio Noriega, bekas pemimpin militer dan penguasa de facto Panama, telah meninggal dunia dalam usia 83 tahun, demikian menurut pengumuman resmi pemerintah, lapor BBC.

Noriega belum lama ini menjalani operasi karena mengalami pendarahan menyusul pembedahan di bagian otak.

Noriega adalah sekutu dekat dan penting Amerika Serikat, tetapi kemudian dilengserkan dari kekuasaan ketika pasukan AS menginvasi Panama tahun 1989. Dia kemudian dijebloskan ke penjara di Amerika Serikat dengan tuduhan narkoba dan pencucian uang.

Sejak itu Noriega menjalani sisa umurnya dalam tahanan. Terakhir dia mendekam di sel di Panama dengan tuduhan pembunuhan, korupsi dan penggelapan uang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bekas diktator itu dikeluarkan dari kerangkeng dan ditempatkan dalam tahanan rumah pada Januari 2017, untuk mempersiapkan dirinya menjalani operasi pengangkatan tumor otak pada awal bulan Maret.

Dia lalu menjalani operasi bedah lanjutan setelah mengalami pendarahan, tetapi akhirnya wafat hari Senin (29/5/2017) malam waktu setempat di RS Santo Tomas di ibukota Panama City. Demikian menurut pengumuman Menteri Komunikasi Panama Manuel Dominguez.

“Kematian Manuel Noriega menutup satu bab dalam sejarah kita, putri-putri dan keluarganya dan berhak dimakamkan dalam damai,” kata Presiden Panama Juan Carlos Varela lewat Twitter.

Dilahirkan di Panama City pada 11 Februari 1934, Noriega tidak pernah dipilih atau terpilih sebagai pemimpin Panama lewat pemilu. Dia menjadi pemimpin de facto Panama dan menjadi penguasa militer di negeri itu selama 6 tahun pada era 1980-an.

Dia menempuh pendidikan di akademi militer di Peru dan memulai hubungan eratnya selama 30 tahun dengan intelijen Amerika CIA.

Noriega membantu Jenderal Omar Torrijos dalam kudeta menggulingkan Presiden Arnulfo Arias pada 1968. Pengaruhnya semakin menguat menyusul kematian misterius Jenderal Torrijos dalam kecelakaan pesawat tahun 1981. Noriega kemudian menjadi penguasa de facto Panama pada 1983 dengan pangkat jenderal.

Terkait hubungan mesranya dengan pemerintah Amerika Serikat, Noriega memiliki peran penting dalam skandal Iran-Contra di pertengahan 1980-an. Skandal itu melibatkan kongkalikong penjualan senjata pemerintah Amerika dengan Iran dan penyelundupan obat-obatan terlarang dalam jumlah besar, yang sebagian hasilnya diselundupkan ke Nikaragua guna menyokong operasi rahasia Amerika Serikat dalam mendukung pasukan oposisi Contra melawan pemerintahan komunis Sandinista pimpinan Daniel Ortega.

Hubungan baik Noriega dengan Amerika Serikat berakhir menyusul invasi pasukan AS ke Panama tahun 1989. Pada 3 januari 1990 Noriega menyerahkan diri, lalu dijadikan terdakwa penyelundupan narkoba, pemerasan dan pencucian uang oleh AS dan mendekam dalam penjara Paman Sam selama 17 tahun. Tidak hanya itu, Noriega pun dipermalukan dalam persidangan dengan diungkapnya rahasia bahwa jenderal itu mengenakan pakaian dalam berwarna merah untuk “menolak bala mata orang jahat.”

Semasa dalam penjara di Amerika, Noriega diadili secara in absentia di Prancis dengan tuduhan pencucian uang dan divonis 7 tahun penjara. Setelah Amerika Serikat menyetujui ekstradisinya ke Pancis, pengadilan di sana menyetujui permintaan Panama pada Desember 2010 agar Noriega dipulangkan ke negeri asalnya. Sesampainya di kampung halaman, Noriega dikenai dakwaan kriminal lainnya.

Dalam wawancara dengan Panamian TV tahun 2015, Noriega membacakan pernyataan permintaan maaf.

“Saya meminta maaf kepada siapa saja yang merasa tersinggung, terpengaruh, dirugikan atau dipermalukan oleh tindakan-tindakan saya atau mereka yang menjadi atasan saya saat melaksanakan tugas, atau oleh bawahan saya, pada masa pemerintahan sipil dan militer saya,” kata Noriega dua tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantuan Al Quran untuk Masyarakat Tengger di Ranu Pani
Tulisan selanjutnya Banyak Anak Usia Dini Mudah Jadi Hafizh, Diyakini Mukjizat Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?