Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar Mengaku Tak Akan Usir Warga Saudi dari Negaranya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2017 14:49 2:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2017 13:19
Bagikan
Warga Qatar berbelanja di supermarket pasca krisis diplomasi
Bagikan

Hidayatullah.com—Meski hampir seminggu setelah Arab Saudi dan beberapa sekutunya memutuskan hubungan dengan Qatar dalam krisis diplomatik Teluk, nampaknya pemerintahan Doha tak ingin memperuncing konflik.

Pemerintahan Doha mengumumkan kepada semua warga negara-negara Arab yang tinggal di Qatartidak perlu cemas dan khawatir akan diusir. Otoritas Qatar bakan akan mengizinkan warga negara-negara Teluk untuk tetap tinggal di negara mereka.

“Kami tak mau memperparah perseteruan. Warga Teluk di Qatar tetap boleh tinggal di sini. Mereka tak perlu kembali ke negara asal masing-masing,” demikian pernyataan pemerintah Qatar setelah sejumlah Negara Teluk, termasuk Saudi dan UEA, mengusir warga Qatar di negara mereka, Ahad, 11 Juni 2017.

Pemerintah Qatar juga mengatakan bahwa pihaknya juga tak akan menghentikan kegiatan bisnis ekspor gas tetap berjalan normal.

“Bisnis tetap jalan seperti biasa. Ekspor gas sangat vital buat kami,” ujar otoritas Qatar dalam pernyataanya seperti dilaporkan AFP dan Yahoo News.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara Saudi dan negara Teluk lainnya tetap menolak untuk membatalkan sanksi terhadap Qatar. Blokade terhadap kapal laut dan pesawat Qatar masih terus berlangsung. Hal ini mengakibatkan Qatar terancam krisis bahan makanan. Pasalnya, hampir semua kebutuhan pangan diimpor dari luar negeri lewat laut Saudi.

Baca:  Bantu Redakan Ketegangan, Kuwait Menyatakan Qatar Siap Berdialog

Sementara itu, di tengah krisis diplomasi Qatar dengan Negara Teluk, pejabat Qatar yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan Doha sedang dalam pembicaraan dengan Pemerintahan Turki dan Iran untuk menyediakan makanan dan melakukan persediaan kebutuhan makanan dan air untuk mencegah kemungkinan kekurangan di tengah memburuknya perselisihan diplomatik Teluk.

“Kami sedang dalam pembicaraan dengan Turki dan Iran dan Negara-negara lain,” kata seorang pejabat Qatar kepada kantor berita Reuters dan menambahkan bahwa pasokan tersebut akan dibawa melalui penerbangan kargo Qatar Airways.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa pasokan gandum cukup banyak di Qatar dalam empat minggu terakhir dan pemerintah juga memiliki cadangan makanan strategis yang besar di Doha.

Baca: Isolasi Qatar Tak Sesaikan Krisis, Erdogan Desak Negara Teluk Cabut Embargo

Kepala badan perdagangan ekspor utama Turki mengatakan kepada Reuters hari Rabu bahwa eksportir Turki siap untuk memenuhi permintaan kebutuhan makanan dan air ke Qatar.

Sementara itu pemerintah Iran mengatakan, akan akan membantu memenuhi logistik pangan Doha. Iran mengakui, pihaknya telah mengirim ratusan ton buah-buahan dan sayur-sayuran ke Qatar. Iran mengatakan, impor pangan yang selama ini dilakukan Qatar terancam akibat sanksi Saudi dan sejumlah sekutunya.

Jubir maskapai Iran Air, Shahrokh Noushabadi, mengatakan, pihaknya pada hari ini telah mengirimkan lima pesawat pembawa 90 ton sayuran dan buah-buahan ke Qatar.

“Kami setiap hari akan mengirimkan puluhan ton buah-buahan dan sayuran. Ini akan terus berlangsung selama ada permintaan dari Qatar,” ujar Noushabadi tanpa menjelaskan apakah pengiriman itu untuk tujuan komersial atau bantuan kemanusiaan.

Diperkirakan lebih dari 11.000 warga Arab Saudi, Emirat Arab dan Bahrain kini berada di Qatar.

Qatar berkali-kali menolak menyangkal mendukung ekstremis dan terorisme dan mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk pembicaraan mengenai penghentian perselisihan tersebut. Doha mengaku akan membuat pengaduan ke pengadilan internasional terhadap tindakan tiga negara tetangganya itu.

Baca: Israel Ikut Senang Perkembangan Krisis Qatar

Mutlaq Al-Qahtani, Penasihat Khusus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan kepada AFP bahwa keputusan untuk memutuskan hubungan tidak akan terbukti berhasil.

“Saya pikir ini bukan tentang kontra-terorisme, ini bukan tentang pendanaan teror,” katanya.

“Saya pikir ini tentang sebuah kampanye yang diatur terhadap negara saya untuk menekan negara saya untuk mengubah kebijakan luar negerinya yang aktif dan independen.

“Kebijakan dominasi dan kontrol ini tidak akan berhasil,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibahrainEmir Qatarhubungan diplomatikIkhwanul MusliminiranKrisis Diplomasi QatarNegara telukRaja Salman Abdul AzizTamim Hamad al-ThaniTurkiUEAUni Emirat ArabWarga Arab Saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama 5 P
Tulisan selanjutnya Kurikulum Taqwa untuk Indonesia 2045

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?