Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Unta yang Terjebak Konflik Qatar Kembali ke Pemiliknya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Juni 2017 14:42 2:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juni 2017 15:33
Bagikan
Pria Qatari menyiami unta di daerah perbatasan Abu Samrah (antara Arab Saudi dan Qatar) 21 Juni 2017. 12.000 ekor unta dan domba telah menjadi korban krisis diplomatik Teluk, akhirnya kembali pulang ke Qatar
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan unta melintasi perbatasan gurun Arab Saudi menuju Qatar pada Selasa dan bersatu kembali dengan pemiliknya setelah berhari-hari terdampar di perbatasan yang ditutup karena perseteruan antara negara-negara Arab.

Pria-pria Qatar yang mengenakan jubah tradisional menunggu di dalam SUV di perbatasan untuk mengidentifikasi unta-unta mereka saat binatang-binatang itu berderap di perbatasan, meringkik dan menerbangkan debu, dalam apa yang disebut para pemilik sebagai kesepakatan informal dengan para penjaga perbatasan Arab Saudi.

“Alhamdulillah unta-unta saya kembali!” kata Ali Magareh (40), yang menunggu bersama anak lelaki tujuh tahunnya di titik perlintasan.

“Selama sepekan mereka membiarkan mereka menunggu di sini. Unta-unta itu kelaparan. Beberapa unta jantan berjuang dan kondisinya sangat buruk. Saudara saya masih punya 10 sampai 11 unta di Arab Saudi,” katanya sebagaimana dikutip Antaranews dari Reuters.

Baca: Belas Kasih Imam Asy Syarbini terhadap Onta Sewaan

Pada 5 Juni, Arab Saudi dan negara Arab lainnya memutuskan hubungan diplomatik dan seluruh jalur transportasi dengan Qatar karena menuduh emirat itu mendukung terorisme, dan itu mengganggu perdagangan, memisahkan keluarga dan memunculkan ketakutan mengenai konfrontasi militer di kawasan Teluk. Qatar sudah membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suku-suku di Qatar yang kerabatnya berada di sepanjang perbatasan modern Semenanjung Arab menyatakan pemboikotan itu mengancam tradisi mereka, termasuk di antaranya pengembalaan unta dan perburuan.

Ratusan warga Qatar memelihara unta mereka di area gurun di bagian timur Arab Saudi selama bulan-bulan musim dingin untuk melatih dan membiakkan mereka untuk pacuan dan kontes kecantikan –  adat yang dianggap sebagai tautan penting ke kebiasaan mengembara di masa lalu yang sudah punah.

Baca: UEA Dalang di Balik Krisis Qatar?

Gambar-gambar pekerja Asia merawat unta-unta yang merana di perbatasan sisi Arab Saudi yang terbit di koran-koran Qatar pada Senin memicu kemarahan.

Pemerintah Qatar mengirim satu konvoi tank dan truk pengangkut air dan rumput ke perbatasan pada Senin untuk memberi makan unta-unta yang menyeberangi perbatasan.

Sebelum penemuan cadangan gas alam besar di lepas pantai Qatar yang memahkotai negara semenanjung Teluk itu dengan pencakar langit, orang badui menjelajahi gurun dan bergantung pada daging dan susu unta untuk bertahan hidup.

“Kami bertempur demi unta,” kata Magareh. “Ini salah satu tradisi kami. Tidak punya unta di Qatar seperti menjadi koboi tanpa sapi.”

Ia menyalahkan para pemimpin Teluk yang menjadi korban percekcokan politik. “Apa yang bisa saya katakan? Bahkan kalau mereka berbeda dalam politik, kami ini rakyat. Jangan bawa kami ke pertengkaran kalian,” katanya.

“Kami cuma ingin menjalani kehidupan sehari-hari kami, pergi ke Arab Saudi dan merawat unta-unta kami dan kembali untuk merawat keluarga kami. Kami tidak ingin terlibat dalam masalah-masalah politik ini. Kami tidak suka”*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Konflik QatarKrisis Diplomasi QatarNegara ArabNegara telukontaQatarunta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang Australia Semakin Tidak Percaya Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Adu Taktik Strategi di Suriah dan Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?