Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Melalui Kololialisme Eropa Berhasil Kristenkan Asia Tenggara Sekitar 20 Persen

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2017 16:39 4:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2017 12:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perluasan Kristen erat kaitaannya dengan kolonialisme. Penjajah dan Eropa berhasil mengkristenkan wilayah Asia Tenggara sekitar 20%.

“Wilayah Asia Tenggara berusaha dikristenkan oleh para penjajah dari Eropa, namun hanya sekitar 20% yang berhasil dikristenisasi. Kala itu, Kristen erat kaitannya dengan kolonialisme, sedangkan dana sengaja dikucurkan untuk kristenisasi,” tutur Dr. Tiar Anwar Bachtiar  Rabu (23/08/2017), saat menjelaskan awal mula munculnya Kristen di Asia Tenggara.

Bertempat di Aula INSISTS, Kalibata, Jakarta Selatan, Doktor Sejarah lulusan Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan tiga tantangan dalam dakwah menurut M. Natsir, yaitu kristenisasi, sekularisme, dan nativisasi.

Baca: Perbaiki Cara Pandang Keindonesiaan-Keislaman, Sejarawan Sarankan Revisi Kurikulum Sejarah

Penulis buku “Hamas, Kenapa Dibenci Israel?” itu mengatakan dalam pertemuan ke-12 perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta angkatan 2017 bahwa setelah Indonesia merdeka, para misionaris tetap menjalankan misinya, yaitu dengan mengkader masyarakat pribumi.

“Ketika sensus diadakan pada tahun 80-an, ditemukan dua juta orang telah menjadi Kristen, jumlah yang cukup banyak jika dibandingkan jumlah penduduk pada tahun itu. Salah satu penyebabnya yaitu ketika penumpasan PKI pada tahun 60-an, para anggota PKI yang bersembunyi banyak dilindungi oleh gereja karena PKI merupakan musuh Islam, kemudian mereka mengubah agama di KTP-nya menjadi Kristen,” papar Tiar.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Lebih lanjut, Tiar mengatakan, “Para aktivis dakwah telah mengawasi pembangunan gereja dengan mendirikan pesantren-pesantren. Alhamdulillah, banyak yang dari Islam menjadi Kristen bisa kembali lagi ke Islam.”

Tiar menjelaskan tantangan kedua dalam dakwah, yaitu sekularisme, yang dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda ke Indonesia.

“Pemikiran yang dijadikan sebagai referensi kebenaran oleh Barat adalah sekularisme. Mereka lahir dari ketidakpercayaan, menganggap agama sebagia biang kerok atau sumber masalah. Sekularisme memisahkan agama dengan yang bukan agama. Tapi yang dilakukan sebenarnya bukan memisahkan agama, melainkan menghilangkan agama,” jelasnya.

Baca:  Nativisasi Cenderung Tonjolkan Nilai Tradisi dan Kesampingkan Nilai Agama

Tantangan ketiga adalah nativisasi. Tiar menerangkan nativisasi sebagai gerakan ‘kembali ke yang asli’. Permasalahan muncul ketika menentukan mana yang paling asli.

“Pemikiran nativisme tidak pernah sama dari kepala satu orang ke kepala orang lain. Nativisme tidak dapat membuktikan klaim keasliannya, dan ini sangat mengganggu,” ujarnya.

Salah seorang peserta SPI yang hadir malam itu, Kori, menyampaikan pendapatnya tentang materi yang telah diberikan di kelas. “Ustadz Tiar menyampaikan dengan sangat jelas, sehingga saya menjadi paham tentang sejarah masuknya Kristen ke Indonesia, begitu juga dengan sekularisasi, dan nativisasi yang sekarang orang banyak yang menyangka itu adalah bagian dari kebudayaan atau adat istiadat saja,” terangnya.*/Ony Dharma Prayogi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asia TenggaraIndonesia Merdekakolonialismekristenkristenisasiliberalismemisionarisnativismepemurtadanpenjajahpribumisekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Azhar Mesir Kecam Serangan Brutal terhadap Etnis Muslim Rohingya
Tulisan selanjutnya Parisada Hindu Dharma Indonesia Sesalkan Pembantaian Etnis Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?