Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kunjungi Kamp Pengungsi, PM Bangladesh Emosi Dengar Kisah Pilu Etnis Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2017 22:05 10:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2017 22:05
Bagikan
PM Sheikh Hasina Mengusap air mata anak Rohingya
Bagikan

Hidayatullah.com– Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina hari Selasa mengunjungi pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Ukhiya Cox’s Bazar dan mengatakan akan menawarkan perlindungan sementara dan mendesak Myanmar segera “membawa warga negaranya kembali.”

Dalam pidato sekitar 12 menit di kamp pengungsian, Sheikh Hasina mengatakan Bangladesh telah menjadi tuan rumah bagi pengungsi Rohingya atas dasar kemanusiaan, namun pemerintah Myanmar harus segera mengakhiri penganiayaan yang sedang berlangsung terhadap orang etnis Rohingya serta membiarkan mereka kembali ke tanah air mereka sendiri – di negara bagian Rakhine di Myanmar.

Karena itu Hasina mendesak agar Myanmar segera mengambil kembali warganya, Rohingya, yang sedang teraniaya.

Baca: Perlakuan Myanmar terhadap Rohingya Merupakan ‘Buku Contoh’ Penghapusan Etnis

Dia berkata, ikut menyadari rasa sakit kehilangan kerabat. Orang-orang Rohingya yang datang ke sini (Bangladesh), katanya, telah kehilangan rumah dan akan mendapat tempat penampungan sementara. Namun mereka harus tetap kembali ke Myanmar. Di hadapan pengungsi Rohingya ia berkata, “kami berusaha agar Anda bisa kembali ke negara Anda sendiri,” ujarnya  dalam sebuah pertemuan singkat yang diadakan di kamp pengungsian Kutupalong di Ukhiya, Cox’s Bazar Selasa pukul 12 siang.

kepada wartawan di Kutupalong, Hasina berkata: “Kami memberi mereka tempat perlindungan para pengungsi Rohingya di negara kami atas dasar kemanusiaan. Rumah kami juga terbakar pada tahun 1971. Orang-orang kami melarikan diri ke India ketika mereka tidak punya tempat untuk pergi. Jadi, kita melakukan segalanya dengan kekuatan kita untuk membantu Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasina mengaku telah kehabisan kata-kata untuk mengecam kekejaman Myanmar atas konflik di Rakhine.

“Para pengungsi diberi makanan dan tempat berlindung. Kami akan memenuhi tanggung jawab kami sebagai tetangga.”

Namun, dia juga mendesak masyarakat internasional untuk memberikan tekanan kepada Myanmar agar segera memulangkan warga Rohingya.

“Kami menginginkan perdamaian, kami menginginkan hubungan baik dengan negara-negara tetangga kami, tapi kami tidak dapat mentoleransi dan menerima ketidakadilan,” dikutip laman dhakatribune.com.

Baca: Janji Allah untuk Kaum Terusir, Hijrah, dan yang Dihinakan

Selain itu, ia juga mengecam serangan terhadap pos polisi di perbatasan Myanmar, dan menambahkan pemerintahnya tidak akan pernah membiarkan setiap pemberontak memanfaatkan Bangladesh melawan tetangganya.

“Saya meminta pemerintah Myanmar untuk menemukan penyebab nyata dan sebagai negara tetangga, kami akan membantu mereka dalam hubungan ini.”

Hasina mengunjungi pengungsi Rohingya  di Kutupalong dan menyempatkan berbicara dengan para pengungsi, khususnya dengan anak-anak.

Sementara itu, para pengungsi Rohingya menangis saat menceritakan penderitaan mereka kepada perdana menteri perempuan itu sambil  mengingat bagaimana mereka disiksa oleh pasukan keamanan Myanmar, tulis Bangla Tribune.

Untuk beberapa saat, Hasina sempat tidak tahan dan  emosional saat mendengarkan cerita pilu para pengungsi.

“Mereka [pengungsi Rakhine]  adalah manusia dan mereka akan hidup sebagai manusia. Mengapa akan mereka mempertahankan penderitaan seperti itu?” katanya.

Hasina menarik perhatian pemerintah Myanmar bahwa fakta eksodus besar-besaran warganya hanya akan menodai citranya sendiri, dan mengatakan bahwa ini bukan masalah kehormatan bagi negara manapun.

Hasina memperjelas kembali bahwa Bangladesh tidak akan mentoleransi kekejaman yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak bersalah.

“Karena orang-orang ini, orang-orang yang tidak bersalah, anak-anak, perempuan, mereka menderita, maka orang-orang ini, mereka milik Myanmar. Ratusan tahun mereka tinggal di sana. Bagaimana mereka [Myanmar] dapat menyangkal bahwa mereka bukan warganya?”

Sedikitnya 370.000 Rohingya telah membanjiri Bangladesh sejak 25 Agustus, ketika militer Myanmar menanggapi sebuah serangan gerilyawan pada pos polisi sengan sebuah “operasi pembersihan”  yang menyebabkan banyak orang yang melarikan diri. Para saksi mengatakan,  militer Myanmar menembak tanpa pandang bulu, membakar rumah mereka dan memperingatkan mereka untuk pergi atau mati. Yang lainnya mengatakan bahwa mereka diserang oleh massa Buddha, bahkan yang tak kalah keji, sepanjang perbatasan telah ditanam ranjau darat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cox's Bazaretnis Muslim Rohingyaetnis Rohingyakamp pengungsi RohingyamyanmarPM BangladeshRakhine kekerasan RohingyaRohingyaSheikh HasinaUkhiya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Gusur Sebagian Pemakaman Syuhada Palestina
Tulisan selanjutnya Aksi Bela Rohingya, Lewat Poster dan Kata-kata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?