Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Hijrah; Api Sejarah yang Tak Boleh Padam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2017 09:05 9:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2017 09:05
Bagikan
Bagikan

Dijadikannya Muharram sebagai awal penanggalan dalam Islam, karena di dalamnya ada momentum tepat yang layak direnungkan dan semangat yang patut diabadikan dalam sejarah, yaitu peristiwa hijrahnya Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya dari Makkah ke Madinah.

Inilah yang melatar belakangi Khalifah ‘Umar bin Khathab radhiyallaahu ‘anh menjadikannya titik tolak penentuan awal bulan Hijriyyah. Walaupun data lain menyebutkan, hijrahnya kaum Muslimin terjadi awal bulan shafar sebagaimana informasi Al-Manshurfuri yang dipetik Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dalam Ar-Rahiqul Makhtum.

Api sejarah dan spirit perjuangan yang tetap harus menyala; peristiwa hijrah benar-benar menginspirasi setiap insan yang sadar akan tanggung jawabnya dalam menggali dan memelihara mutiara-mutiara terpendam yang terkandung di dalamnya.

Di antara percikan ‘ibrah dan hikmah itu, menurut para ahli sierah adalah:

Pertama, kesabaran dan keteguhan hati dalam mempertahankan cita-cita sekalipun kesulitan dan rintangan datang silih berganti.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Tahun Baru 1436 Hijriah Momentum Umat Islam Bermuhasabah

Kedua, adanya kesediaan berkorban dalam segala hal; mulai dari korban kesenangan diri, korban perasaan, korban harta benda, korban rumah tangga dan bahkan adakalanya meminta pengorbanan fisik.

Ketiga, yakin adanya harapan, yaitu cita-cita dan kemauan yang tak pernah   lelah, tidak kenal kata mundur, apalagi putus asa, dan selalu memiliki jiwa optimisme.

Dr. M. Abdurrahman Baishar, sebagaimana dipetik Allaahu yarham M. Yunan Nasution (Tokoh Masyumi) dalam Mutiara Hijrah, bahwa ada banyak mutiara terpendam dalam peristiwa hijrah yang mencerminkan kesiapan fisik dan mental untuk melakukan perubahan; bersedianya berkorban demi mempertahankan ‘aqiedah melukiskan kemantapan iman yang bersemi dalam jiwa panutan ummat Rasul dan para shahabatnya, resiko penderitaan yang dialami dikarenakan hijrah merupakan wujud keberanian yang luar biasa dalam menegakkan agama Alloh, jiwa yang suci dan pikiran yang jernih merupakan manifestasi hubungan yang dekat antara hamba dengan Tuhannya, kemenangan yang diraih kaum Muslimien merupakan buah yang dipetik dari langkah-langkah perjuangan (khittah) yang selama itu meteka lakukan serta hancurnya kebatilan menjadi symbol perlawanan ahlul haq dalam mengikis nilai-nilai kejahiliyahan dan peperangan melawan kemungkaran.

Semua itu menunjukkan, betapa hijrah memiliki arti ma’nawy yaitu berlaku abadi sepanjang masa.

Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hijrah belum berakhir sehingga berakhirnya taubat, dan taubat tidak akan berakhir sehingga matahari terbit dari sebelah Barat.” (HR. Ahmad dalam Musnad no. 17030 dan Abu Daawud dalam Sunan 2/ 337 no. 2479 Bab Fil Hijrah Hal Inqatha’at dari shahabat Abu Hindun al-Bajalli dan Mu’awiyah radhiyallaahu ‘anhumaa)

Muhammad ‘Abdullah al-Khathib dalam Min Fiqhil Hijrah memberikan komentar: “Ucapan Rasulullaah ini mengisyaratkan bahwa hijrah dalam arti luas tanpa dibatasi waktu, berlaku sepanjang zaman dan sudah merupakan sunnatullaah bagi manusia. Adapun dalam maknanya yang khusus, seperti halnya hijrah dari Mekkah ke Medinah dan kembali lagi membebaskan Makkah dari cengkraman musuh-musuh dakwah. Inilah yang dikenal peristiwa Fathul Makkah“.

Baca: Sikap Muslim Menyambut Muharram dan Bulan Allah

Setelahnya Kota Makkah kembali aman dan stabil, maka terhapuslah kezhaliman di negeri ini, maka tidak ada lagi hijrah melainkan bagaimana memelihara semangat jihad (ruuhul jihaad) dan ketulusan niat. Para ulama menyebut hijrah fisik ini dengan sebutan hijrah hitsiy atau badaniy.

Para ulama pensyarah hadits menjelaskan: “Jika sebuah negeri telah berubah menjadi kawasan Islam, maka hijrah fisik tidak wajib lagi hukumnya. Karena tetapnya hukum wajib hijrah, apabila di sebuah negeri seorang Muslim tidak dapat lagi menunaikan agamanya.” (Musthafa Sa’ied al-Khan dan Musthafa al-Bugha, Nuzhatul Muttaqin, 1992: 22).

Dalam tutur katanya yang populer, Nabi bersabda: “Tidak ada hijrah setelah dibebaskannya Kota Mekkah, melainkan kesungguhan dan niat. Apabila kalian diperintahkan bersungguh-sungguh untuk berperang, berangkatlah kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Shahabat ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anh).

Semoga spirit itu masih menyala lapangkan jalan amal seiring dengan batu ujian (ibtilaa) yang akan terus ada. Wallaahul musta’aan.*/H.T. Romly Qomaruddien, Ketua Bidang Ghazwul Fikri dan Harakah Haddaamah  Pusat Kajian Dewan Da’wah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bulan haramhijrahhijriyahhijriyyahmuharramPuasa Asyura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imparsial Nilai, Pelibatan Militer dalam Penanganan Terorisme Kurang Tepat
Tulisan selanjutnya AppsMu Dinilai Bisa Dijadikan Sarana Melawan Hoax

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?