Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pangeran Salman Ingin Ada Perubahan di Arab Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2017 05:35 5:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Oktober 2017 05:31
Bagikan
Pangeran Mohammad bin Salman (31)
Bagikan

Hidayatullah.com–Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman ingin menghapus citra konservatif yang melekat pada negaranya.

Pangeran 32 tahun itu bertekad mengembalikan Saudi ke prinsip fundamentalnya sebagai negara terbuka.

”Kami hanya akan kembali menerapkan nilai yang selama ini kami yakini, yakni bahwa Saudi adalah negara Islam yang terbuka. Kami terbuka pada dunia dan agama apa pun,” ucap Mohammad dalam Future Investment Initiative, konferensi internasional di bidang ekonomi di Riyadh, Saudi,  Rabu (24/10/20117), Ia berjanji menghapus ekstremisme dan radikalisme.

“Sebanyak 70 persen penduduk Arab Saudi berusia di bawah 30 tahun dan sejujurnya, kami tidak ingin menghabiskan 30 tahun lagi untuk menangani gagasan-gagasan destruktif tersebut. Kami akan menghancurkannya hari ini, “katanya kepada 2.000 investor yang menghadiri forum ekonomi di Riyadh.

Baca: Raja Salman Tunjuk Anaknya Sebagai Putera Mahkota Saudi

Mohammad Salman optimis dapat memajukan Arab Saudi ke arah lebih baik. Meninggalkan era 1979, mengacu pada bangkitnya politik Islam di tahun-tahun berikutnya setelah pembunuhan Raja Faisal di tahun 1975.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Awal 1970-an memicu perubahan besar di negara-negara penghasil minyak terbesar termasuk pengenalan televisi dan sekolah untuk anak perempuan.

Namun, perubahan tersebut terjadi setelah keluarga Al-Sheikh, yang mengendalikan peraturan agama dan sosial di Arab Saudi dan keluarga pemerintah Al-Saud, dengan perlahan memperkuat sebuah kebijakan konservatif yang identik dengan Riyadh.

”Kami akan melenyapkan semua itu dari Saudi sesegera mungkin,” janjinya. Lewat Vision 2030 yang dia gagas, putra Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tersebut optimistis bisa memodernkan Saudi.

Baca: Kenaikan Mohammad bin Salman: Kemajuan atau

Mohammad mempersiapkan Saudi untuk menghadapi era baru, yakni era Saudi tak bergantung lagi pada minyak sebagai sumber pendapatan utama. ”Kami akan membangun kota baru di pesisir Laut Merah. Dari sana, kami akan memperkenalkan gaya hidup baru Saudi yang jauh berbeda,” katanya.

Pernyataan Pangeran Mohammad terbaru ini dinilai paling terbuka oleh seorang pejabat Arab Saudi.

Pangeran muda tersebut dianggap berada di balik keputusan Raja Salman untuk membatalkan larangan mengemudi dari Arab Saudi bulan lalu, kutip AFP.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiKerajaan SaudiLewat Vision 2030Mohammad bin SalmanPangeran SalmanPutra MahkotaRaja Salman bin Abdulaziz al Saud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Duterte Ingin Perbaiki Hubungan dengan Gereja Katolik Filipina
Tulisan selanjutnya PH: Aneh, Video Barang Bukti Dakwaan ke Alfian Tanjung Rusak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?