Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘AM Fatwa Pejuang Ikhlas, Bangsa Indonesia Berutang Budi’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 14 Desember 2017 08:57 8:57 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 14 Desember 2017 08:57
Bagikan
Anggota DPD RI asal DKI, AM Fatwa, saat mengunjungi kawasan penggusuran di Penjaringan, Jakarta Utara.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota DPD RI Fahira Idris turut berbelasungkawa atas kepergian Senator DPD RI asal DKI Jakarta, Dr AM Fatwa, Kamis (14/12/2017) pagi tadi, di RS MMC, Jakarta.

Fahira yang juga dari Dapil DKI Jakarta menuturkan, AM Fatwa baginya seperti keluarga sendiri.

“Dari awal saya mengganggap beliau itu sebagai ayah,” ujar Fahira yang juga Ketua Komite III DPD RI kepada hidayatullah.com saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Fahira mengungkapkan, di Indonesia, tokoh seperti AM Fatwa bisa dihitung dengan jari.

“Kecintaan terhadap Indonesia membuat dirinya ikhlas menempuh resiko mengorbankan kebebasannya bahkan nyawanya sekalipun,” ungkapnya lewat penuturan selanjutnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Setiap rezim berubah menjadi otoriter, Pak Fatwa-lah tokoh yang berada paling depan melawan. Dia menjadi ikon perlawanan dan sikap kritis terhadap rezim Orde Lama dan Orde Baru, ungkapnya.

 

Baca: Tokoh Perlawanan Rezim Orde Baru, AM Fatwa Berpulang

“Dia rela tubuhnya didera, jiwanya dibelunggu, dan kebebasannya direnggut demi konsistensinya memihak kebenaran dan menyuarakan suara rakyat yang didzalimi. Dia rela kehilangan sebagian besar umurnya di penjara demi melihat Indonesia menjadi negara besar yang demokratis. Jika bicara konsistensi, keberanian, dan bertanggung jawab, AM Fatwalah orangnya,” tambah Fahira.

“Pak Fatwa, kami rakyat Indonesia berutang banyak kepadamu. Engkau telah mengajarkan kepada kami apa itu konsistensi, keberanian, dan tanggung jawab. Engkau telah tunjukkan kepada kami bagaimana cara mencintai Indonesia seutuhnya,” lanjutnya mengungkapkan.

Meskipun AM Fatwa kini telah tiada, namun Fahira mengaku akan selalu mengenang dan melanjutkan sepak terjang perjuangan almarhum.

“Walau ragamu sudah tiada, namamu terukir abadi di hati kamu. Apa yang telah engkau lakukan akan dicatat dalam tinta emas perjalanan negeri yang besar ini. Beristirahatlah dengan tenang Pak Fatwa, temui penciptamu. Izinkan kami melanjutkan perjuanganmu menjaga Indonesia,” pungkas Fahira yang mengaku sedang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca: AM Fatwa: Jangan Jadikan Pancasila Alat Pemukul Kelompok Tertentu

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Indonesia dan umat Islam  kembali kehilangan salah satu tokoh pemberani yang pernah dianiaya di era Orde Baru, AM Fatwa dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala hari Kamis (14/12/2017) pukul 06.25 WIB.

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939 bernama lengkap Andi Mappetahang Fatwa ini  mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit MMC, Jakarta. Senator dari DKI Jakarta dan dipercaya memimpin Badan Kehormatan (BK) DPD.

Almarhum dikenal sebagai ikon perlawanan Rezim Orde Lama dan Orde Baru, ketika militer masih kuat dan dominan.

AM Fatwa pernah didudukkan secara paksa oleh rezim otoriter Orde Baru dalam kasus Tanjung Priok berdarah tahun 1984. Dalam kasus ini,  dia  banyak mengalami penyiksaan, penuntutan, dan pengadilan yang tidak jujur.

Guna membantah tuduhan rezim otoriter Orde Baru, mantan Ketua MPR 2004-2009 ini harus membuat pledoi setebal 1.118 halaman,yang dibacanya sendiri di pengadilan tanpa bantuan orang lain, tanpa istirahat hingga menjelang tengah malam. Dalam pledoinya dia menuturkan mengalami penyerangan oleh rezim yang represif dan militer.

Baca:  AM Fatwa: Dulu Ali Murtopo Aktor di Balik NII

Ia juga mengalami teror dan tekanan. Dalam sebuah wawancara, Fatwa mengaku diteror intel yang menyamar menjadi preman hingga gegar otak. Yang paling parah saat menyetir, dia dibacok pakai celurit oleh orang tidak dikenal.

“Mandi darah saya. Kemudian, saya ke rumah sakit Angkatan Laut. Yang mendorong saya ke ruang operasi itu dua jenderal purnawirawan Jendral Ali Sadikin dan Letnal Jendral HN Darsono. Itu waktu saya sekretaris Petisi 50,” ujarnya atas usaha pembunuhan yang gagal kepada laman Merdeka, Maret 2017.

Semoga Allah menghapus dosanya, meringankan hisabnya, dan menerima semua perjuangannya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AM FatwaAndi Mappetahang FatwaDewan Perwakilan DaerahDPDFahira IdrisKetua Komite III DPD RImiliterOrde BaruRezim otoritesTanjung Priok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu Ini Diperiksa Polisi karena Unggah Video Akhir Zaman
Tulisan selanjutnya Hadiah Natal Kejutan, Tunawisma Paris Bawa Pergi Uang Temuan €300.000

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?