Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengapa Bosnia Tak Berikan Suara Menolak Keputusan Donald Trump?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Desember 2017 16:18 4:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Desember 2017 16:18
Bagikan
Presiden Republik Srpska, Milorad Dodik: Mendesak untuk mendukung Israel
Bagikan

Hidayatullah.com–Bosnia dan Herzegovina tidak melakukan pemungutan suara dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menolak langkah kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel.

Negara Balkan yang berpenduduk mayoritas Muslim, yang memiliki hubungan historis dengan kawasan ini karena Bosnia dan Palestina merupakan bagian penyusun dari Kekaisaran Ottoman (Khilafah Utsmaniyyah) mengambil keputusan mendadak dan gagal menolak langkah Trump selama pemungutan suara pada akhir Selasa, alias abstain.

Media lokal telah melaporkan sebelumnya bahwa Republik Srpska yang otonom, Milorad Dodik mendesak Anggota Kepresidenan Tripartit Bosnia untuk mendukung keputusan Donald Trump.

“Mengingat kelezatan masalah bertahun-tahun antara Israel dan Palestina, dan mengingat keputusan Presiden Donald Trump untuk memindahkan misi diplomatik AS ke Yerusalem, saya mendesak Anda … Misi Bosnia dan Herzegovina tidak mendukung resolusi tersebut,” kata Dodik seperti dikutip dari Dailysabah.

Bosnia dan Herzegovina diperintah oleh sistem kepresidenan yang kompleks, memiliki perwakilan dari populasi Muslim Bosnia, Ortodoks Serbia dan Katolik Kroasia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sistem ini adalah sisa dari sebuah aturan berbasis konsensus yang muncul setelah perang sipil berdarah berakhir pada 1990-an.

Baca: Erdogan dan Istrinya Disambut Hangat Warfa Bosnia

Kebijakan luar negeri Bosnia dan Herzegovina terletak pada kepresidenan tripartit.

Di bawah sistem pemerintahan, ketiga wakil presiden harus menyetujui keputusan diplomatik untuk menyelesaikannya.

Laman situs Kementerian luar Begeri Israel, http://mfa.gov.il, menjelaskan, Bosnia dan Israel memiliki hubungan diplomatik sejak 1995.

Israel memilih mendukung Bosnia-Herzegovina sebagai anggota penuh PBB tahun 1992, dan selama Perang Bosnia, Israel mengirim beberapa pengiriman bantuan kemanusiaan untuk makanan dan obat-obatan.

Secara khusus, pengiriman bantuan gabungan Angkatan Udara Israel dan Angkatan Udara Yordania pada bulan Juli. Israel juga telah menerima sekitar 100 pengungsi Bosnia sejak 1993.

Sejarah PBB mengenai masalah Palestina dimulai pada tahun 1947, setahun sebelum negara palsu Israel didirikan. Sejak hari itu, PBB telah merilis hampir seratus resolusi sehubungan dengan Palestina dan konfliknya dengan Israel, yang pertama merupakan rekomendasi rencana pembagian pada tahun 1947 dengan Resolusi 181. PBB memilih status khusus, seperti Yerusalem (Baitul Maqdis) suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim.

Meskipun Israel telah menjadi anggota PBB sejak 1949, Palestina hanya menjadi negara pengamat.

Lebih dari dua pertiga dari 193 negara anggota PBB mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, dalam pemungutan suara yang diadakan Majelis Umum PBB pada Kamis,  29 November 2012.

Baca: 128 Negara Memilih Resolusi PBB Agar AS Cabut Pernyataan terkait Status Al-Quds

Dari 193 negara anggota, 138 menyetujui peningkatan status Palestina dari “entitas” menjadi “negara pengamat non-anggota” seperti Vatikan, sembilan negara menolak dan 41 tidak memberikan suara.

Selama Perang Arab-Israel 1948, pasukan Zionis Israel mendeklarasikan Yerusalem (Baitul Maqdis) bagian barat dari negara palsu Israel, mengabaikan rekomendasi PBB tersebut.

Veto AS pada hari Selasa, satu-satunya pembangkang dari 15 anggota DK PBB, telah meninggalkan AS di arena internasional. Selain itu, pergeseran kebijakan AS yang telah berlangsung lama di Baitul Maqdis telah memicu demonstrasi dan kemarahan di wilayah Palestina yang dijajah juga di banyak negara Muslim.*/Sirajuddin Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al QudsBaitul MaqdisbosniaHaram al SyarifHerzegovinaisraeljerusalemMilorad Dodikpalestinapaus FransiskusPBBPenjagaan HashimiyahPerserikatan Bangsa-BangsaSaveBaitulMaqdisSrpskaTripartitvatikanVetoyahudiYerusalemZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netanyahu Ngamuk, Sebut PBB ‘Rumah Kebohongan’
Tulisan selanjutnya Jelang Natal dan Tahun Baru Masehi, MUI Sampaikan Tausiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?