Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Myanmar Bebaskan Wartawan Turki Sesudah Habiskan Masa Hukuman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Desember 2017 01:41 1:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Desember 2017 18:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat Myanmar hari Jumat membebaskan dua wartawan Turki, juru bahasa dan sopir local mereka setelah menyelesaikan hukuman penjara dua bulan akibat melanggar undang-undang pesawat dengan membuat film dengan pesawat drone, kata petugas penjara.

Kamerawan Lau Hon Meng dari Singapura, peliput Mok Choy Lin dari Malaysia, Aung Naing Soe -wartawan setempat, yang menjadi penerjemah pasangan wartawan tersebut- serta supir Hla Tin dibebaskan dari penjara di Yamethin, dekat Ibu Kota Naypyidaw.

Polisi menahan kedua wartawan tersebut, yang bertugas di stasiun televisi TRT World, dan dua pria Myanmar itu pada 27 Oktober, ketika mereka mencoba menerbangkan pesawat nirawak di dekat gedung parlemen Myanmar.

Sebuah sidang hari Kamis (28/12/2017) telah membebaskan tuduhan terhadap mereka. Mereka dijadwalkan bebas pada tanggal 5 Januari setelah menjalani 2 bulan hukuman penjara atas tuduhan menerbangkan drone (pesawat mini berkamera tanpa awak) secara ilegal tapi akhirnya dibebaskan lebih awal.

“Kami membebaskan Aung Naing Soe dan kru pada pukul 07.20 hari ini karena imigrasi dan polisi telah menjatuhkan tuntutan,” kata Aung Myo Chun, kepala penjara Yamethin.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

“Mereka telah menjalani hukuman penjara dua bulan mereka di bawah Undang-Undang Anti-Pesawat Terbang,” katanya.

Baca: Myanmar Tahan Wartawan untuk Media Turki karena Terbangkan Drone

Polisi pada Selasa mengatakan diperintahkan membatalkan tuntutan karena keempat orang tersebut tidak bermaksud merusak keamanan nasional dan memperbaiki hubungan Myanmar dengan negara asal wartawan itu, Singapura dan Malaysia.

Juru foto setempat mengatakan bahwa dua warga negara asing tersebut meninggalkan penjara Yamethin dengan mobil, namun Aung Naing Soe dan Hla Tin keluar dari kompleks penjara.

Belakangan, Aung Naing Soe mengatakan melalui telepon bahwa pembebasan mereka itu mengejutkan.

“Kami telah ditangkap secara tidak terduga, dan sekarang kami sangat senang bisa dibebaskan secara tidak terduga seperti ini,” katanya. “Kami tidak tahu bahwa kami akan dilepaskan di pagi hari hingga tadi malam,” tambahnya.

Baca: Wartawan yang Dipenjara Myanmar Dikenakan Tuduhan Baru

Kasus tersebut terjadi di tengah ketegangan antara mayoritas Muslim Myanmar dan sebagian besar negara Muslim seperti Turki dan Malaysia mengenai perlakuan Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya tanpa kewarganegaraan.

Pada awal September, Presiden Turki Tayyip Erdogan menuduh Myanmar melakukan pembantaian besar-besaran di negara bagian Rakhine, sebuah tuduhan yang disangkal oleh Myanmar. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengatakan bahwa sekitar 655 ribu orang Rohingya telah meninggalkan Rakhine ke Bangladesh sejak militer melancarkan tindakan keras terhadap militan di negara bagian tersebut pada akhir Agustus.

Kelompok HAM dan media telah mengkritik Pemerintahan sipil yang baru yang dipimpin oleh peraih penghargaan Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, karena terus menggunakan hukum era-kolonial untuk mengancam dan memenjarakan jurnalis.

Aturan seperti itu digunakan secara luas oleh junta militer yang menguasai Myanmar untuk mengatasi kritik dan media.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dronemyanmarpesawat tanpa awakTRT WorldWartawan Turki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 200 Ribu Wanita Prancis Alami Pelecehan di Bus
Tulisan selanjutnya Tunisia Akan Mengambil Tindakan Lain Jika Gagal Mencapai Solusi dengan UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?